
Aurora lantas naik keatas ranjang dan menatap wajah Al yang sedang memejamkan mata, sedikit tidak jelas karena hanya lampu tidur saja yang menyala
Dengan keberanian dan modal nekat, Aurora mulai mendekatkan wajahnya kepada wajah Al lalu mengecup singkat bibir Al
Tidak ada reaksi dari Al yang membuat Aurora sedikit kecewa
" aku seperti penggoda saja, berpakaian seperti ini dan melakukan hal yang aneh..seperti pelacur " gumam Aurora
Al yang mendengar ucapan terakhir istrinya langsung saja marah dan langsung menindih Aurora, mata tajamnya senantiasa menatap kearah Aurora yang sudah syok berat
" Ka-kamu..belum...tidur?" tanya Aurora terbata-bata
" jangan pernah ucapkan kata itu lagi, sayang! Aku akan marah jika kata itu keluar dari mulut mu ini!" geram Al lantas mencium bibir mungil Aurora dengan sedikit kasar
Aurora berusaha mengalihkan ciumannya karena merasa tidak nyaman
" Sakit.." rengek Aurora
" menggodaku hmm? Kenapa memakai pakaian seperti ini, hah?" tanya Al dengan suara serak. Dengan secepat kilat, Al merobek kemeja yang menutupi bagian dalam tubuh Aurora, tidak peduli jika kemeja itu sudah rusak
Jakun Al seketika naik turun melihat istri kecilnya hanya terbalut lingeri pink sexy. Walaupun cahaya temaram, tapi Al kelas tau jika yang dipakai istrinya saat ini adalah pakaian dinas malamnya
" Aku..aku pikir kamu marah, jadi berusaha memperbaiki..aku sudah siap, mau dijadikan istri sesungguhnya dari suamiku " ujar Aurora lirih sembari mengalungkan kedua tangannya di leher Al
" Sudah siap hmm? Kalau begitu kamu harus mempersiapkan diri dengan baik sayangku.." bisik Al sensual
Aurora mengangguk kecil sebagai jawaban
Al memulai foreplay nya
Dia mencium dan me ***** dengan lembut bibir Aurora, berusaha masuk lebih dalam dengan tangan yang bergerilnya kemana-mana melepas apapun yang digunakan istrinya sehingga kini Aurora sudah telanjang bulat dihadapannya
" Sayang.." geram Al saat melihat tubuh molek istrinya
bibirnya menjelajahi kemanapun sembari meninggalkan jejak dimanapun
" jangan..eemhhh..disana.." lirih Aurora saat Al memberikan tanda jejaknya di bagian leher dan Tengkuk Aurora
" ahh...emmhh.." desah Aurora
Al melepaskan seluruh pakaiannya dan membungkus dirinya bersama sang istri didalam selimut, menghalau angin yang masuk membuat mereka kedinginan
" Sudah siap, sayang?" tanya Al serius
Aurora mengangguk mantap karena sudah tidak kuat menahan serangan Suaminya
Al mulai memposisikan dirinya di tengah kedua paha Aurora, berusaha untuk masuk
" eemhhh..uggh..s-sakit.." racau Aurora
" Mau berhenti, hm?" tanya Al menahan diri
__ADS_1
" tidak..lanjutkan.."
" tahan sayang, aku akan langsung sekali masuk!"
Dengan sekali hentakan, Al menerobos masuk membuat Aurora seketika memekik dan menangis
" Akkkhhh.."
Al mendesis. Miliknya terasa dijepit
Al mendongak untuk melihat keadaan istrinya
" sa-sayang.." Panggil Al
Aurora mendongak dengan matanya yang basah, menatap Al sayu
" masih sakit hm?" tanya Al dan dibalas gelengan kecil dari Aurora
" boleh dilanjutin?"
Aurora mengangguk sebagai jawaban. Sungguh saat ini, miliknya terasa sangat sakit seperti tubuhnya dirobek menjadi dua bagian
Al kembali fokus dengan apa yang ada dibawah, miliknya kembali ia masukkan lagi dengan perlahan
Kedua tangan Aurora mencengkram sprei hingga kusut. Al yang melihat lalu mengambil kedua tangan tersebut dan dibawa keatas kepala Aurora, membuat gadis yang akan menjadi wanita itu kepalang bingung untuk menyalurkan rasa sakitnya
" Masih sakit, hm?" tanya Al
" aku gerakin ya?"
Aurora mengangguk lirih
Setelah dirasa Aurora mulai relaks, Al mulai menggerakkan pinggulnya seirama. Awalnya pelan tapi lama-kelamaan goyangannya berubah menjadi cepat dan lebih cepat
awalnya Aurora merintih kesakitan, tapi lama-kelamaan ia merintih keenakan dengan permainan Al
"ahh.. emmmhhh..Kak Al berhenti udah..Ahh!" desah Aurora yang merasa kesakitan.. itu juga disebabkan karena Al menggunakan pengaman dan ini juga yang pertama kalinya bagi keduanya
Al menghiraukan rintihan Aurora. ia bahkan semakin menambah kecepatan temponya
" Emmmhh..ahh.."
"hhh..enggghh.."
'damn! punya Aurora bener-bener sempit Gue bahkan harus bekerja ekstra! nikmatnya surga dunia!!' batin Al
"kakk Al.." rintih Aurora
"punya kamu bener-bener sempit sayang.."
Al dan Aurora melakukannya selama 3 jam itupun juga karena Aurora yang sudah merengek kelelahan karena permainan Al
__ADS_1
Al lalu merebahkan tubuhnya diatas tubuh Aurora setelah selesai permainannya
"emmhh.. kakk!..berat" rengek Aurora
"hehe.." Al mencium singkat bibir mungil Aurora
" Kamu mandi dulu sana.." titah Aurora
Al yang paham lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat itu
setelah membersihkan diri, Al keluar dari kamar mandi. Al heran karena Aurora tidak ada dikasur apalagi sprei kasur sudah diganti dengan yang baru.
'kemana dia? apakah ini semua Aurora yang menggantinya?' batin Al bertanya-tanya
Al lalu mendengar suara mesin cuci yang menyala didalam ruang ganti dikamar Aurora.
Dikamar aurora memang ada ruang untuk ganti baju sendiri, didalam sanapun Aurora siapkan satu mesin cuci karena Aurora kadang merasa malas pergi ketempat cuci baju yang berada dilantai bawah. Bayangkan saja kamar Aurora berada di lantai dua, lalu tempat untuk mencuci baju berada diruang bawah tanah..
"sayang kamu ngapain?" tanya Al saat ia menyusul Aurora
"kakak udah selesai mandinya? tidak ada! hanya saja tadi aku bosan menunggumu mandi jadinya aku mengganti sprei dengan yang baru karena yang lama sudah kotor!" ucap Aurora lalu ia berjalan membawa baju ganti pergi kekamar mandi
" aku bersih-bersih dulu" ucap Aurora sambil memalingkan wajahnya karena malu dengan kejadian tadi
Al hanya tersenyum puas melihat muka merona Aurora. Al lalu menggendong Aurora ala bridal style kekamar mandi
"kalo masih sakit nggak usah dipaksain! ayo aku antar kekamar mandi lagipula punya kamu juga masih kerasa sakit kan?!" tanya Al
Aurora hanya mengangguk malu lalu membenamkan wajahnya kedalam dada bidang Al karena saking malunya
Al menurunkan Aurora saat sudah sampai didepan kamar mandi.
" terimakasih..Hubby" ucap Aurora sambil mengerlingkan mata kirinya kearah Al
Al hanya tersenyum gemas melihat tingkah Aurora
Al lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang.al memejamkan matanya tidur karena sangat lelah
Aurora keluar dengan wajah yang segar tapi terkadang masih sedikit terlihat meringis karena bagian bawahnya juga masih perih
Aurora tersenyum senang melihat Al yang tidur dengan wajah damai membuat semua orang nyaman melihatnya
"nggak! nggak ada yang boleh liat wajah lucu suami Rora kalo pas tidur! ini cuma milik Rora!" gumam Aurora
Aurora lalu mencium kening dan juga pipi kiri sayang Al
"terimakasih sayang!" gumam Aurora lalu menyusul Al kealam mimpi
Al yang merasa ada pergerakan disampingnya lalu membuka matanya, melihat wajah cantik Aurora yang sudah tertidur pulas karena kelelahan
Al menarik tubuh Aurora pelan, memeluk aurora dari belakang
__ADS_1
"terimakasih istriku! aku sayang sama kamu" gumam Al