Secret Love Girls (Baru)

Secret Love Girls (Baru)
MINTA MAAF


__ADS_3

"Abang.." cicit Kayra


"Maafin Abang Kia!" Ujar Nathan lirih


"Iya Abang..Kia dah maafin" Kayra membalas pelukan Nathan


"Jangan jauhin Abang..Abang sakit rasanya" Nathan terus meracau dan meminta maaf kepada Kayra, saat Kayra ingin melepaskan pelukannya Nathan kembali memeluknya lebih erat


"Ka-Kay..ma-afin A-bang..nggak..bi-sa napa-s" Nathan langsung melepaskan pelukannya


"Maaf.."


Kayra mendongak menatap tajam Nathan yang tingginya lebih darinya itu, menjengkelkan disaat ingin marah tapi semesta tidak merestui


"Apaan sih, Bang?" Tanya Kayra ketus


Nathan yang mendengar sedikit merasakan sakit dihatinya, adiknya bahkan masih berbicara ketus kepadanya


"Mau minta maaf" ujar Nathan lirih dengan menunduk, tidak berani menatap mata Kayra yang memicing tajam


"Hm?"

__ADS_1


"Abang minta maaf Kia, jangan jauhin Abang lagi..sakit rasanya pas dicuekin.." Nathan menatap Kayra dengan pandangan sedih, bahkan matanya sudah berkaca-kaca siap meneteskan air mata, sudah seperti anak kecil yang tidak dibelikan Tank


"Masih lagi ngata-ngatain orang, Abang?!" Tanya Papi Arka tajam


Nathan menggeleng cepat


"Nggak Papi" Nathan menatap Kayra yang terdiam, kepalanya menunduk dan tangannya meremas rok yang ia pakai


"Kia.." panggil Nathan


"Kay maafin Abang" selepas mengucapkannya, Kayra segera pergi dari hadapan seluruh keluarganya, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun


"Mamii..." tangis Nathan


"K-Kia..Ben-ci sama Na-than..nggak mau ngomong..huaaa" ucap Nathan sembari terisak


Papi Arka hanya menghela nafas, tanpa di tes DNA, Nathan sudah benar anaknya, sikapnya sama saat ia dicueki oleh istrinya. Menangis sembari memeluk istrinya, dan terus meminta maaf


Untung saja, hanya ada keluarganya saat ini


"Maafkan putra Papi ya, Al dan Bintang" ujar Papi Arka yang melihat keberadaan Al dan Bintang, bagaimanapun Al dan Bintang adalah menantu barunya, belum mengenal dengan baik bagaimana keluarga barunya

__ADS_1


Al dan Bintang menatap Oaoi Arka dan tersenyum kecil


"Tidak apa-apa, Papi" sahut Al dan Bintang bersamaan


"Makanya Mami udah bilang dan selu ngajarin buat jaga omongan! Kamu tau kenapa Papi dan Mami bawa Kayra kesini? Karena kami melihat Kayra dengan pandangan seperti kami sudah ada keterkaitan dan hubungan dekat dengan dia. Kami ingat bagaimana sikap kamu saat pertama kali Papi dan Mami memperlihatkan foto Kayra sama kamu? Kamu senangnya bukan main Nathan, kamu seperti diberi hadiah, kamu sangaaat senang dan selalu menanyakan kapan Kayra akan dibawa kerumah, kamu selalu menunggu kedatangannya kerumah ini" Mami Zara memotong perkataannya dan menatap Nathan yang menunduk


"Sengaja Mami dan Papi tidak langsung membawa Kayra kesini besoknya, karena dia bilang belum siap. Setelah Mami dan Papi beritahu kepadanya bahwa anak-anak Mami menerima keberadaannya, dia pun mau ikut sama Mami dan Papi sama kita buat pulang..


Nathan..disini, Kayra selalu berusaha agar tidak membuat masalah, dia selalu bangun pagi-pagi sekali supaya bisa bantuin Mami buat sarapan, bukan cuma itu Dia juga selalu membantu Mami, Kak Keyli dan Aurora buat bantuin masak, entah itu makan siang atau makan malam. Mami sama sedihnya ketika melihat atau mendengar Kayra terluka, sama seperti Mami yang khawatir saat Mami melihat kalian semua sakit ataupun terluka!" Ucap Mami Zara sembari melihat ketiga anaknya


Nathan mengepalkan tangannya, berusaha agar tidak memukul dirinya sendiri


"Mami sangat menyayangi semua anak-anak Mami, tidak pernah ada pilih kasih karena itu memang komitmen Mami sama diri Mami sendiri saat nantinya memiliki anak, Tidak pernah Mami ajarkan kepada anak-anaknya untuk bersikap kasar, apalagi Mami juga punya anak laki-laki.


Mami benar-benar kecewa sama kamu Nathan, kamu melanggar janji kamu sebagai seorang laki-laki bahwa haram bagi laki-laki untuk menyakiti seorang perempuan, walaupun dengan kata-kata! Ucapan adalah bisa paling beracun bagi manusia, jika tidak dijaga maka bisa menyakiti orang lain dan dirinya sendiri! Kayra bahkan terus meminta maaf kepada Mami dan Papi setelah kejadian itu, meminta maaf kalau mungkin sudah memiliki banyak salah sama Mami dan Papi" jelas Mami Zara lagi


"Abang tau? Kayra juga minta maaf sama kita semua, sama Kak Keyli dan Abang Arfaz juga!" Ucap Aurora


Nathan sudah tidak menangis lagi, tapi tangannya benar-benar mengepal kuat sampai kuku-kuku jarinya memutih


Nathan beranjak dari sofa yang ia duduki dan berniat menuju pintu utama

__ADS_1


__ADS_2