
" Tapi.." ucap Aditya terpotong
" Tapi Apa Bang?! Abang nggak mau tanggung jawab habis perawanin anak orang?!" sentak Mami Zara
Aditya tersentak
" Dia masih suci Mami" geram Aditya
" terus?" ketus Mami Zara
" Emangnya Bintang mau?" tanya Aditya lirih, lesu, lemas
" kak Bintang mau, Abang. Bahkan sebelum Abang ketemu sama dia " ucap Kayra tiba-tiba. gadis itu berjalan turun dari tangga
Kayra lalu duduk disamping Aditya
Kayra terlihat sedang membuka sebuah kotak kecil
Kayra mengeluarkan sebuah kalung mungil yang terasa familiar bagi Aditya
Kayra lalu mengambil satu tangan Aditya dan menaruh kalung tersebut diatasnya
__ADS_1
" Ini.." Ucap Aditya menggantung saat melihat kalung yang terasa familiar baginya
" Benar. Itu kalung yang Abang kasih buat Aditya " Ucap Kayra menjawab rasa penasaran Aditya
Aditya lalu menatap Kayra dengan tatapan bertanya
" Kalung ini, memang sengaja Kak Bintang kasih ke aku, buat dititipin kepadaku Bang.." Ujar Kayra
Aditya menggeleng. Pria itu mengelak, tidak mungkin Bintang berani menitipkan barang yang ia berikan kepada Bintang dengan sepenuh hari dan rasa sayang kepada Kayra
Aditya masih ingat jelas saat Bintang bilang dia akan menjaga dengan sungguh-sungguh dan tidak akan diberikan kepada siapapun
" Karena dia sendiri yang kasih ini ke Kayra, Abang" Jawab Kayra. Kayra yang melihat Aditya semakin mengepalkan tangannya lalu mencoba menenangkan kakak laki-lakinya tersebut
" Abang, jangan marah dulu! bukan tanpa alasan Kak Bintang kasih ini ke Kayra, dia sebenarnya juga tidak mau. Dan seperti yang Kayra lihat, Kak Bintang seperti sudah menyerah dengan Abang. Tapi walaupun dia sudah bilang menyerah, Kayra masih bisa lihat bagaimana keinginannya yang besar buat bisa ketemu sama Abang.." Jelas Kayra
Aditya masih bergeming. Pria itu masih merasa kesal karena nyatanya Bintang tidak mau menjaga barang darinya padahal dulu sudah janji bahwa akan menjaga kalung pemberiannya dengan baik-baik dan tidak akan diberikan kepada siapapun barang hanya dipegang atau disentuh saja
" Abang.." Panggil Kayra. Aditya menoleh
" Bukan maksud Kayra ikut campur urusan Abang, tapi kita disini sayang sama Abang. Papi, Kakak, Abang Nathan, semuanya bahkan Mami juga sangat sayang pada Abang. Mami bahkan pernah bilang, dia ingin Melamar Kak Bintang buat Abang " ucap Kayra
__ADS_1
" Maafin Aditya Pi, Mi.. Aditya tadi hanya marah karena sedang berpikiran buruk terhadap Bintang " tutur Aditya dengan wajah menunduk
" Abang cinta sama Bintang? Abang suka sama gadis itu? " tanya Mami Zara
Aditya masih tetap diam lalu sedetik kemudian mengangguk kecil
" Abang cinta sama dia, apa Abang punya keinginan buat bisa menikah dengan gadis itu?" tanya Mami Zara lagi
Aditya hanya mengangguk
" Tapi..kalau Aditya melamarnya, apa dia mau nerima Abang Mam? " tanya Aditya sembari menatap Mami Zara lesu
" Lalu Abang akan diam saja dan terus bertindak seperti tadi..selamanya?"
Aditya menggeleng pelan
" Abang belum coba mana tau? Abang ingat! jari perempuan itu sebenarnya rapuh. Mereka memang terlihat biasa saja, masih bisa tersenyum bahagia, tapi tidak semua orang tau, mungkin saja dalam hatinya dia sedang punya masalah atau beban pikiran yang berat tapi dia masih berusaha untuk berjuang sendiri dan tidak terlihat lemah di mata orang-orang " tutur Mami Zara bijak
Aditya menunduk dengan pikirannya yang berkecamuk
" jadi, Abang mau gimana? "
__ADS_1