
" Maaf, saya ingin kembali bercerita banyak hal dengan anda Nona, tapi mungkin tidak bisa untuk sekarang. Masih banyak pelanggan yang harus saya layani" pamit Bintang dengan lesu
" kenapa harus Kau?" tanya Kayra
" saya masih belum bisa memberikan pekerjaan sepenuhnya kepada pegawai saya Nona.." sahut Bintang
" baiklah tidak apa-apa, tunggu! aku mau Kakak berhenti berbicara formal kepadaku. Kita sama-sama Bos disini, ayolah santailah dengan ku Kak" ujar Kayra santai
Bintang tersenyum tapi sedikit terkejut dengan ucapan yang bilang dia adalah Bos. Bintang lalu mengangguk mengiyakan saja dan langsung pergi ke dapur
saat Kayra sedang asyik-asyiknya makan, netranya menangkap seseorang yang tida asing baginya
Aditya
pria itu datang ke Cafe tersebut dengan mengendarai mobilnya sendiri
" Abang?" gumam Kayra pelan
Kayra ingin menghampiri Aditya yang sedang duduk agak jauh darinya karena Kayra duduk diujung
__ADS_1
Kayra melihat Aditya didatangi seorang pelayan yang tadi melayaninya. Aditya memesan tapi ingin Bintang sendiri yang mengantarnya
" kenapa Abang nyuruh buat Kak Bintang aja yang anter?" monolog Kayra
" ha! apa jangan-jangan Abang..." entah apa yang ada dipikiran Kayra tapi itu mungkin yang ia inginkan selama ini
Kayra terus melihat interaksi antara Aditya dan juga Bintang
Bintang berjalan kearah meja Aditya sambil membawa nampan berisi minuman dan juga makanan yang dipesan Aditya
" kenapa harus aku yang mengantarkan?" gerutu Bintang pelan saat ia sudah sampai didepan meja Aditya berjarak hanya sekitar 1 langkah
Walaupun gerutuan Bintang ia ucapkan pelan nyatanya Aditya bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Bintang
" Abang nih ya..giliran nggak ada orang aja langsung comot" ucap Kayra malas
Bintang terkejut dengan perlakuan dari Aditya barusan. Ia berusaha untuk memberontak tapi makin eratlah cekalannya
" lepasin" desis Bintang sembari menatap tajam Aditya
__ADS_1
" kalo aku nggak mau?" tantang Aditya
" lepaskan tangan anda dari tubuh saya Tuan Aditya yang terhormat" ujar Bintang tajam. Aditya langsung melepaskan Bintang dan menatap Bintang dengan ekspresi datar
" kamu berani menolakku?!" tanya Aditya geram
" kenapa tidak? cepat habiskan makanan anda, saya mau tutup sebentar lagi" ucap Bintang malas
" kapan kau akan bersikap layaknya teman kepada ku Bintang?" tanya Aditya lesu
" aku tidak ada pernah menganggap mu teman" ketus Bintang
" kalo begitu jadikan aku temanmu! pertama perkenalan dulu bukan?" tanya Aditya dengan nada menggoda
" tidak ada yang namanya pertemanan antara laki-laki dan perempuan. karena pasti setelahnya, akan ada yang memiliki rasa. Rasa itulah yang menjadikan pertemanan rusak. Dan aku tidak mau!" Ujar Bintang tegas setelah itu ia kembali kedapur sembari membawa nampannya
Kayra yang melihat adegan itu tertawa tertahan.
" Untung saja aku merekamnya, Abang selamat! Abang jadi target bulan-bulanan saudara-saudara Abang setelah ini" ujar Kayra lalu menyimpan handphone nya
__ADS_1
Kayra yang tidak tahan langsung pergi dari sana. Kayra lalu membayar pesanannya dan langsung pergi tanpa berpamitan kepada Bintang
" Abang..Abang..Abang pikir Kak Bintang itu cewek yang mudah ditaklukkan? Sorry nih ya,Kak Bintang itu nggak mudah ditaklukkan ! jadi jangan harap langsung bisa milikin dia, karena dia Adalah Bintang!"