
" Ini adalah Bos penjahat yang sudah saya janjikan untuk kalian pelatih! dan ini adalah posisi kunci emas yang ditaruh olehnya." ujar Kayra kepada seluruh pelatih agen dan menunjukkan titik merah yang berkelap-kelip tersebut
' dasar bodoh! kau pikir itu adalah kunci emas asli yang aku sembunyikan darimu hah?! dasar agen bodoh!' maki Bos penjahat tadi dalam hati
Kayra sedikit melirik Bos penjahat tadi dengan ekor matanya
'bukankah disini yang bodoh adalah dirimu penjahat?! kau pikir aku akan memberikan lokasi asli curianmu itu kepada para pelatihku?! tentu saja tidak! karena aku baik hati, aku akan rahasiakan sebentar setelah itu akan aku ambil dari para bawahanmu! tunggulah!' ucap Kayra dalam hati
Kayra memang memberi tempat persembunyian curian penjahat itu. tapi yang ia berikan adalah tempat barang curian yang palsu
karena tempat yang asli Kayra yang tahu, dan tidak akan memberi tahu dimana tempatnya kepada pelatihnya. karena tempat itu tidak sembarang orang boleh masuk
" baiklah kita akan merancang kan misi untuk hal ini, karena bagaimanapun ini adalah suatu tugas yang penting. penjahat itu adalah penjahat terkenal sudah banyak korban yang berjatuhan karena perangkapnya. Kita khawatir dia juga akan memberi perangkap disana" jelas pelatih Kim
" Kayra, Terimakasih sudah menyelesaikan misi ini dengan tuntas. maafkan kamu yang sudah memarahimu tadi.." ucap pelatih Erika merasa bersalah
" tidak apa-apa pelatih! saya juga memang salah karena lalai tentang ini.." sahut Kayra
" baiklah untuk latihan kita hari ini, kita tunda dulu! kalian mengerti?!" ucap pelatih Jung
" mengerti pelatih!" jawab para agen serempak
__ADS_1
" baik lah kalau sudah mengerti semuanya boleh kembali" ucap pelatih Erika
semua orang yang ada dilapangan sudah membubarkan diri
Chi-Ra datang dengan kedua antek anteknya
menghampiri meja Kayra dan juga teman-teman
" ada apa?" tanya Kayra malas
Chi-Ra tidak membalas pertanyaan Kayra, ia malah maju dan bersiap-siap melayangkan suatu tamparan untuk Kayra. Tapi dengan cepat Kayra menahan tangan Chi-Ra dan mencengkeram kuat lengan Chi-Ra
" lepas.." desis Chi-Ra yang merasa kesakitan, tangannya dicengkeram kuat oleh Kayra
" maksudnya apa?" tanya Kayra dengan santai sembari membersihkan telapak tangannya yang ia gunakan untuk menampar tadi dengan sapu tangan
" apa maksudmu menamparku seperti ini hah?!" sentak Chi-Ra
" kau yang duluan mulai bukan?" berbeda dengan Chi-Ra yang malah marah-marah, Kayra lebih memilih diam dan bersikap santai tanpa beban
" kau! kenapa kau selalu saja merusak kesempatan bagiku hah?!" pekik Chi-Ra tidak terima
__ADS_1
" memangnya aku kenapa?" tanya Na-Ra yang bersikap polos
" kau, kau kan yang membuat Rayan tidak menolongku waktu pingsan hari itu?!" sentak Chi-Ra
" bukan salahku Rayan tidak membantumu, kau saja yang terlalu mendrama hanya untuk mengemis meminta bantuan!" jelas Na-Ra
" sudah pergilah..!" usir Naura
Chi-Ra yang sudah ketimpung malu karena tidak bisa melabrak hanya bisa kesal dan pergi dengan cepat meninggalkan meja Kayra dan teman-temannya
sebenarnya Chi-Ra nekat mendatangi meja Na-Ra, hanya untuk melabrak ia yang sudah membuat Rayan tidak menolongnya saat pingsan waktu itu. Bagaimana Chi-Ra bisa tahu? tentu saja karena kedua antek anteknya yang menceritakan perihal itu
Niatnya ingin membuat mental Na-Ra jatuh dan sangat malu, malah ia yang dibuat malu hanya karena masalah sepele
" astaga dia benar-benar berani! bahkan hanya untuk masalah sepele seperti ini..ck ck ck!" gumam Hee-Jun yang masih didengar oleh teman-temannya
" kau benar.. sangat memalukan. Kau kenapa Kayra?;" tanya Naura yang merasa cemas karena melihat Kayra yang sedang memegang kepalanya dan seperti sedang kesakitan menahan sakit
" ah aku tidak apa-apa.. akh.." rintih Kayra
" Kayra kau tidak apa-apa kan?!" semua orang menjadi khawatir dengan Kayra saat ini
__ADS_1
' ada apa dengan dia? ada apa dengan kak Aurora?!" gumamnya dalam hati