
...🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱...
Kim berdiri dengan tangan yang bersedekap didepan dadanya sembari menatap datar seseorang yang ada didepannya itu
Keano
" Ada apa? " Tanya Kim ketus. Sungguh dirinya merasa malas jika bertemu dengan lelaki ini
" Kenapa menghindari ku? " Tanya Keano to the point
Kim tergagap " a-aku tidak menghindarimu! " Elak Kim dengan wajah yang memerah
" Lalu saat sarapan tadi? Kau seolah menganggapku tidak ada! Kenapa? Apa karena tadi aku mencium~" ucapan Keano terpotong lantaran Kim yang menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya dan memelototkan matanya
" Jangan berbicara seperti itu! Aku tidak mau ada orang yang salah paham! " Sentak Kim
Keano menggeram
" Sepertinya masalah ini tidak akan berakhir dengan seperti ini Nona Kim yang terhormat! Aku harus memberimu sedikit pelajaran denganmu! " Desis Keano sebelum dia lalu menggendong Kim seperti karung dan membawa kedalam sebuah villa
Keano lalu melempar Kim diatas ranjang dan menindihnya sembari menatap tajam Kim yang sudah menatap takut kearahnya
" Sekarang katakan apapun yang mau kau katakan Nona Kim! Sebelum aku memakanmu hidup-hidup disini! " Ujar Keano
Kim meneguk ludahnya kasar saat melihat tatapan intimidasi dari Keano
" A-aku..aku..masih tidak terima dengan kamu yang menciumku sembarangan tadi! Itu adalah first kiss-ku dan kamu mengambilnya, aku sudah menjaganya sudah payah agar aku bisa mempersembahkannya kepada suamiku kelak.." ujar Kim dengan nada terbata dan mata yang berkaca-kaca
" Jadi, kau menyesal karena aku mencurinya, hm?" Tanya Keano dengan senyum smirk-nya
Dengan takut Kim mengangguk kecil
" Lalu..bagaimana jika aku yang akan menjadi suamimu nanti, hm?" Tanya Keano
Kim menunduk, tapi tak ayal tangannya yang mencengkram kerah kemeja Keano mengencang
Kim menggigit bibir bawahnya, sungguh perkataan Keano tadi membuatnya gugup, sudah ia tebak Keano pasti melihat wajahnya yang memerah
Keano sungguh diuji oleh gadis dibawahnya ini, membuatnya gemas dan berhasrat melihat Kim yang memegang kerahnya erat dengan bibir bawah yang digigit
Bagaimana jika ekspresi itu ia lihat dibawah kungkungannya nanti?!
__ADS_1
Keano memalingkan wajahnya kekanan dan kekiri menghempas pikiran kotor yang ada di pikirannya itu
Keano memegang dagu Kim membuat wajah cantik itu menatapnya sekarang
Degg
Keano merasakan jantungnya berdetak 2x lebih cepat sekarang
Apa ini yang dinamakan cinta?!
'gadis ini...membuatku panas saja! Arrgghh!! Aku tidak tahan sayang, kau menggemaskan!' batin Keano menjerit
"Tuan muda.." panggil Kim dengan suara lirih
" Kenapa memanggilku dengan sebutan itu?!" Bingung Keano yang membuat Kim seketika terdiam
" Maaf..maksudku, Tuan Ke~" mata Kim kembali membulat merasakan bibir yang sama itu dua kali
Keano melepas pagutannya dan menatap Kim tajam
" Ada apa denganmu Kim?! Kita tidak sedang didalam kantor! Sekarang kita bukan rekan kerja! Sebenarnya ada apa denganku?!" Racau Keano
Kim menatap cengo pria diatasnya ini, ada apa dengan pria ini?
" Ada apa? Kenapa bersikap seperti itu?" Tanya Kim dengan tangan mengusap lembut pipi Keano
Tiba-tiba saja tatapan Keano berubah menjadi sayu, tatapannya seperti anak kecil kepada Kim
Keano beranjak duduk diikuti dengan Kim. Jarak mereka sangat dekat sekarang, dan tiba-tiba saja tanpa komando apapun Keano langsung menjatuhkan tubuhnya kearah Kim
Kepalanya ia sandarkan di dada Kim dengan kedua tangan yang memeluk pinggang Kim posesif
Kim terkejut lantas berusaha mendorong Keano agar beranjak namun malah membuat pria itu semakin mengeratkan pelukannya
Kim hanya bisa menghela nafasnya pelan dan berusaha tidak terpengaruh dengan sikap Keano
" Kim...Nona Kim.." panggil Keano
" Hm?" Respon Kim
" Apa..apa kita tidak bisa lebih dari rekan kerja saja? Aku tau kau adalah seorang yang terkenal, tapi aku ingin sekali menjadikanmu sebagai seorang teman..atau lebih.." ujar Keano dengan nada lirih diakhir kalimatnya
__ADS_1
Kim masih saja terdiam
" Aku hanya ingin menjadi lebih dari rekan kerjamu, itu kenapa aku bersikap tidak jelas dari tadi, bahkan sedikit kurang ajar.." ucap Keano yang semakin melantur kemana-mana
" Apa kamu mabuk Keano?" Keano menggeleng lirih
" Apa yang kamu mau kalau begitu?" Tanya Kim lembut
" Menjadi pacarku?" Ucap Keano sembari menatap dalam Kim
Kim masih terdiam
" Aku.."
" Kau sudah ada laki-laki lain kan? Aku dengar kau menyukai seseorang.." gumam Keano
Kim terbelalak
" Siapa yang berani mengatakan itu?!" Tanya Kim kesal
" Karyawan kantormu.." cicit Keano
" Apa itu benar Kim?"
Kim diam
" Jadi benar ya? Aku...minta maaf tentang yang di danau tadi, setelah tau jika kau memiliki seseorang yang disukai membuatku marah, melihatmu kemarin dipesta pernikahan Aditya kemarin membuatku semakin tidak bisa menahan diri lagi, aku menyukaimu..aku ingin kau menjadi milikku.."
Kim mengelus lembut kepala Keano guna memenangkan lelaki tersebut
" Siapa bilang jika aku menyukai orang lain?" Tanya Kim dengan mencubit pelan pipi kanan Keano
" Aku tidak tau.."
" Kamu ini.." gumam Kim lalu entah keberanian dari mana, tiba-tiba saja mengecup kening Keano pan disusul dengan telinga pria itu, membuat Keano seketika terdiam
" Selalu saja membuatku gemas! Dasar buaya..aku tidak menyukai seseorang selain orang yang ada.." Kim memotong ucapannya dan menatap dalam mata Keano yang juga menatapnya dengan pipi memerah
.
.
__ADS_1
.
TBC..