Secret Love Girls (Baru)

Secret Love Girls (Baru)
ADITYA DAN BINTANG 3


__ADS_3

Aditya masih tetap diam dan menunduk. Lelaki itu tidak berani menatap Bintang, yang pasti sudah sangat marah.


Karena ketidaksukaannya Aditya saat melihat Bintang melayani seorang laki-laki mata keranjang, membuat Aditya dengan sangat berani membawanya ke apartemen miliknya


Apartemen saat ini adalah apartemen milik Aditya. Pria itu sengaja membeli sebuah apartemen yang jaraknya dekat dengan kantornya, jadi saat dia sedang lembur kerja dan pulang malam, Aditya tidak akan kelelahan dan pulang malam-malam, Jadi bisa langsung pulang ke apartemen miliknya


" Apa yang kamu lakukan padaku, Hah?! anda pikir ini hal yang baik?!" desis Bintang


dengan segala keberanian yang tersisa, Aditya mendongakkan kepalanya dan menatap Bintang lekat


" Mau bekerja dengan kerja tambahan, hm? menjual tubuh mu kepada pelanggan hidung belang agar diberi tip tambahan?" hardik Adita dengan menatap tajam Bintang


Bintang terdiam dengan dahi mengernyit


" Maksudnya apaan sih? kamu ngehina aku perempuan murahan, Ha?"


Aditya tersentak


" Bukan! Bukan itu maksud aku! tapi_" Ucapan Aditya terpotong lantaran Bintang menyelanya


" Kamu mikir aku apa hah?! Aditya! Mau kamu selama ini itu apasih?!" sela Bintang nyolot


Aditya yang mendengar menjadi panas. Pria itu langsung saja mendorong Bintang Samapi terbaring kembali di ranjang, setelah itu Aditya langsung saja mengukung Bintang


Aditya mengukung Bintang yang ada di bawahnya dan menatap tajam gadis itu


Bintang yang melihat tatapan tajam dari Aditya membuat nyalinya ciut


Aditya melihat Bintang dengan tatapan tajam, bahkan tanpa dia sadari, Aditya dengan lancang sudah mencium bibir Bintang bahkan sampai melu matnya, yang sialnya itu adalah ciuman pertama bagi keduanya


Aditya segera tersadar saat merasakan tepukan di bahunya


Aditya tersadar dan langsung melepaskan ciumannya, walaupun enggan


Aditya menatap kearah Bintang yang sudah terisak kecil


" Kamu..nggak papa?" tanya Aditya polos


Bintang menatap tajam Aditya yang terlihat tidak merasa bersalah


" Kamu! Berani-beraninya Kamu ambil ciuman pertama aku, Hah?!" pekik Bintang Marah

__ADS_1


Aditya yang mendengar berdecak kesal


" Ciuman pertama? bukannya udah sering ya? kan selalu muasin" cibir Aditya yang seperti sok tau tentang kehidupan Bintang


Bintang yang mendengar langsung saja naik pitam


" Sebenarnya apa masalahmu?! kenapa kau selalu saja mengusik kehidupanku? selalu menggangguku waktu aku sedang bekerja! bahkan saat ini, dengan beraninya kau berbicara, SEAKAN TAU APA YANG TERJADI DI HIDUPKU! KAU SELALU MENGHINAKU TANPA TAU KEBENARANNYA! Dan sejak tadi..dirimu selalu berbicara layaknya dengan seorang Pelacur! berkata kepadaku bahwasannya aku bukan wanita baik-baik! Apa mau mu itu?!.." geram Bintang yang disusul dengan usak tangis


Bintang lalu beranjak, merapikan sedikit bajunya yang berantakan karena ulah Aditya, setelah itu Bintang dengan tergesa-gesa menuju pintu kamarnya, membuka pintu tersebut lalu pergi keluar apartemen dengan tangisan yang deras, Luluh juga tangisan yang sejak tadi dia tahan


sementara Aditya masih didalam kamar apartemen nya, merenungi semua perkataannya kepada Bintang tadi


Pria tersebut duduk dipinggiran ranjangnya sembari melamun


Setalah 10 menit merenung, Akhirannya dia sadar bahwa ucapannya sejak tadi sudah sangat keterlaluan


dengan bergerak secepat kilat, Aditya merapikan pakaiannya dan keluar dari apartemennya dengan terburu-buru


laki-laki tersebut berlarian disepanjang lorong lantai gedung apartemennya untuk mencari Bintang


disisi lain..


Bintang


Wanita tersebut menangis sejadi-jadinya. Bintang tidak kembali ke cafenya. Tadi ada seorang karyawannya menanyakan kemana dirinya, dan Bintang menjawabnya dengan menyuruhnya menutup cafe lebih awal saja karena ia sedang sibuk diluar


Bintang duduk di rooftop gedung Apartemen Aditya dan menangis kencang disana


Bintang menangis dengan sebelah tangan menggenggam erat sebuah Apron dapur yang tadi memang belum sempat dia lepas, karena Aditya buru-buru membawanya pergi


" Aku pikir..kita memang sudah ditakdirkan bersama, aku pikir kamu masih mengingatku, tapi apa? " tanya Bintang sendiri


" Aku sedih karena ternyata kamu tidak mengingatku sama sekali. Aku sedih. Seharusnya, saat kamu mengajakku berkenalan waktu itu, aku bahagia. Tapi kebahagiaan tersebut tiba-tiba hilang karena kamu menyebutkan namamu untuk berkenalan denganku, Ditya " monolog Bintang


ternyata sepasang telinga sudah mendengarkan curahan hati Bintang semuanya


Aditya


pria itu kini sedang bersembunyi dibalik tembok, Aditya sudah lelah mencari Bintang. Dia berpikir bahwa gadis itu paling sudah pulang, dan setelah itu Aditya segera pergi ke atap gedung apartemennya untuk menenangkan diri


semua keluarga Dewantara jika sedang marah, mereka tidak akan meluapkan amarah mereka kepada siapapun. Mereka akan memilih menyendiri sejenak sampai merasa sedikit tenang

__ADS_1


saat ia tengah sampai di rooftop, samar-samar Aditya mendengarkan suara seseorang yang seperti tidak asing di telinganya


setelah ditelusuri ternyata itu adalah suara Bintang yang sedang menangis


yang membuatnya terkejut adalah saat Bintang tanpa sengaja mengucapkan sebuah nama yang sangat dia kenali


Ditya


Ditya, adalah nama panggilan khusus dari seseorang di a.sa lalu Aditya, Nama tersebut dia dapatkan dari seorang gadis kecil berumur 8 tahun yang dulu pernah bertemu dengannya


Aditya memang sempat mencari gadis tersebut karena tiba-tiba gadis kecilnya dulu menghilang tanpa meninggalkan jejak, bahkan tidak pamit sama sekali


Aditya masih setia mendengarkan isi hati Bintang. Pria tersebut masih berdiri dibalik tembok dengan air mata yang mengalir deras


" Aku memang jahat! aku pergi tanpa bilang-bilang apa-apa sama kamu! Aku jahat, Ditya! tapi..tidak bisakah kamu meninggalkan sebuah ruang kecil untuk namaku, mungkin jika kita bertemu kembali dan kamu ingat, aku pasti akan jadi wanita yang kamu benci karena ninggalin kamu gitu aja, tanpa pamit. Tapi..kini aku kembali, hanya untuk bisa bertemu dan meminta maaf walaupun, wajar nantinya kamu nggak akan maafin aku. Aku memang cewek yang nggak berguna, bodoh, Tidak bertanggung jawab, jahat_" Tanpa menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja ucapannya terpotong lantaran ada orang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang


Bintang sempat terkejut dan ingin melepaskan seseorang Yangs sudah kurang ajar memeluknya ini. Tapi dia kembali menangis karena merasakan pelukannya yang nyaman


" Aku tau sekarang! Aku ingat sekarang! kamu..gadis kecil dengan pita pink dikepala dan seseorang yang memanggilku dengan sebutan, Ditya. Aku ingat sekarang!.." tutur Aditya membuat Bintang semakin dibuat menangis kencang


" Bii.." Panggil Aditya lirih


satu kata tersebut membuat Bintang semakin menjadi-jadi


'Panggilan itu..panggilan itu..kamu..masih ingat?' batin Bintang


" kamu, dia kan, Bintang? kamu gadis kecil dengan pita di rambut itu kan Bintang?" sesak Aditya


Bintang mencoba Melepaskan pelukannya, setelah terlepas Bintang segera berdiri, mengusap air matanya kasar dan pergi beranjak dari sana


saat ingin pergi, dengan cepat Aditya menahan Bintang dengan mencengkeram lengan Bintang


" Lepasin! " desis Bintang


" Nggak! aku nggak bakalan lepasin kamu! aku udah nyari kamu selama ini, nggak bakal aku ninggalin kamu gitu aja! Bii.." sentak Aditya dengan nada lirih diakhirnya


Bintang yang mendengar terdiam setelah itu tersenyum miris


" Cari? Kamu cari aku? inget, Kita ketemu bahkan kamu nggak inget sama sekali sama aku! Kamu minta berkenalan! aku minta maaf, saat itu aku sudah tau itu kamu Aditya, tapi yang buat aku marah ternyata kamu nggak ingat-ingat apa sama aku" tutur Bintang


Aditya yang sadar hanya bisa menunduk diam. Dia menyesali kebodohannya karena tidak ingat dengan orang tersayangnya yang bahkan sudah dia beri janji yang pada akhirnya akan menjadi janji palsu, pikir Bintang

__ADS_1


__ADS_2