
Aditya masih tetap diam dan menunduk. Lelaki itu tidak berani menatap Bintang, yang pasti sudah sangat marah.
Karena ketidaksukaannya Aditya saat melihat Bintang melayani seorang laki-laki mata keranjang, membuat Aditya dengan sangat berani membawanya ke apartemen miliknya
Apartemen saat ini adalah apartemen milik Aditya. Pria itu sengaja membeli sebuah apartemen yang jaraknya dekat dengan kantornya, jadi saat dia sedang lembur kerja dan pulang malam, Aditya tidak akan kelelahan dan pulang malam-malam, Jadi bisa langsung pulang ke apartemen miliknya
" Apa yang kamu lakukan padaku, Hah?! anda pikir ini hal yang baik?!" desis Bintang
dengan segala keberanian yang tersisa, Aditya mendongakkan kepalanya dan menatap Bintang lekat
" Mau bekerja dengan kerja tambahan, hm? menjual tubuh mu kepada pelanggan hidung belang agar diberi tip tambahan?" hardik Adita dengan menatap tajam Bintang
Bintang terdiam dengan dahi mengernyit
" Maksudnya apaan sih? kamu ngehina aku perempuan murahan, Ha?"
Aditya tersentak
" Bukan! Bukan itu maksud aku! tapi_" Ucapan Aditya terpotong lantaran Bintang menyelanya
" Kamu mikir aku apa hah?! Aditya! Mau kamu selama ini itu apasih?!" sela Bintang nyolot
Aditya yang mendengar menjadi panas. Pria itu langsung saja mendorong Bintang Samapi terbaring kembali di ranjang, setelah itu Aditya langsung saja mengukung Bintang
Aditya mengukung Bintang yang ada di bawahnya dan menatap tajam gadis itu
Bintang yang melihat tatapan tajam dari Aditya membuat nyalinya ciut
Aditya melihat Bintang dengan tatapan tajam, bahkan tanpa dia sadari, Aditya dengan lancang sudah mencium bibir Bintang bahkan sampai melu matnya, yang sialnya itu adalah ciuman pertama bagi keduanya
Aditya segera tersadar saat merasakan tepukan di bahunya
Aditya tersadar dan langsung melepaskan ciumannya, walaupun enggan
Aditya menatap kearah Bintang yang sudah terisak kecil
" Kamu..nggak papa?" tanya Aditya polos
Bintang menatap tajam Aditya yang terlihat tidak merasa bersalah
" Kamu! Berani-beraninya Kamu ambil ciuman pertama aku, Hah?!" pekik Bintang Marah
__ADS_1
Aditya yang mendengar berdecak kesal
" Ciuman pertama? bukannya udah sering ya? kan selalu muasin" cibir Aditya yang seperti sok tau tentang kehidupan Bintang
Bintang yang mendengar langsung saja naik pitam
" Sebenarnya apa masalahmu?! kenapa kau selalu saja mengusik kehidupanku? selalu menggangguku waktu aku sedang bekerja! bahkan saat ini, dengan beraninya kau berbicara, SEAKAN TAU APA YANG TERJADI DI HIDUPKU! KAU SELALU MENGHINAKU TANPA TAU KEBENARANNYA! Dan sejak tadi..dirimu selalu berbicara layaknya dengan seorang Pelacur! berkata kepadaku bahwasannya aku bukan wanita baik-baik! Apa mau mu itu?!.." geram Bintang yang disusul dengan usak tangis
Bintang lalu beranjak, merapikan sedikit bajunya yang berantakan karena ulah Aditya, setelah itu Bintang dengan tergesa-gesa menuju pintu kamarnya, membuka pintu tersebut lalu pergi keluar apartemen dengan tangisan yang deras, Luluh juga tangisan yang sejak tadi dia tahan
sementara Aditya masih didalam kamar apartemen nya, merenungi semua perkataannya kepada Bintang tadi
Pria tersebut duduk dipinggiran ranjangnya sembari melamun
Setalah 10 menit merenung, Akhirannya dia sadar bahwa ucapannya sejak tadi sudah sangat keterlaluan
dengan bergerak secepat kilat, Aditya merapikan pakaiannya dan keluar dari apartemennya dengan terburu-buru
laki-laki tersebut berlarian disepanjang lorong lantai gedung apartemennya untuk mencari Bintang
disisi lain..
Bintang
Wanita tersebut menangis sejadi-jadinya. Bintang tidak kembali ke cafenya. Tadi ada seorang karyawannya menanyakan kemana dirinya, dan Bintang menjawabnya dengan menyuruhnya menutup cafe lebih awal saja karena ia sedang sibuk diluar
Bintang duduk di rooftop gedung Apartemen Aditya dan menangis kencang disana
Bintang menangis dengan sebelah tangan menggenggam erat sebuah Apron dapur yang tadi memang belum sempat dia lepas, karena Aditya buru-buru membawanya pergi
" Aku pikir..kita memang sudah ditakdirkan bersama, aku pikir kamu masih mengingatku, tapi apa? " tanya Bintang sendiri
" Aku sedih karena ternyata kamu tidak mengingatku sama sekali. Aku sedih. Seharusnya, saat kamu mengajakku berkenalan waktu itu, aku bahagia. Tapi kebahagiaan tersebut tiba-tiba hilang karena kamu menyebutkan namamu untuk berkenalan denganku, Ditya " monolog Bintang
ternyata sepasang telinga sudah mendengarkan curahan hati Bintang semuanya
Aditya
pria itu kini sedang bersembunyi dibalik tembok, Aditya sudah lelah mencari Bintang. Dia berpikir bahwa gadis itu paling sudah pulang, dan setelah itu Aditya segera pergi ke atap gedung apartemennya untuk menenangkan diri
semua keluarga Dewantara jika sedang marah, mereka tidak akan meluapkan amarah mereka kepada siapapun. Mereka akan memilih menyendiri sejenak sampai merasa sedikit tenang
__ADS_1
saat ia tengah sampai di rooftop, samar-samar Aditya mendengarkan suara seseorang yang seperti tidak asing di telinganya
setelah ditelusuri ternyata itu adalah suara Bintang yang sedang menangis
yang membuatnya terkejut adalah saat Bintang tanpa sengaja mengucapkan sebuah nama yang sangat dia kenali
Ditya
Ditya, adalah nama panggilan khusus dari seseorang di a.sa lalu Aditya, Nama tersebut dia dapatkan dari seorang gadis kecil berumur 8 tahun yang dulu pernah bertemu dengannya
Aditya memang sempat mencari gadis tersebut karena tiba-tiba gadis kecilnya dulu menghilang tanpa meninggalkan jejak, bahkan tidak pamit sama sekali
Aditya masih setia mendengarkan isi hati Bintang. Pria tersebut masih berdiri dibalik tembok dengan air mata yang mengalir deras
" Aku memang jahat! aku pergi tanpa bilang-bilang apa-apa sama kamu! Aku jahat, Ditya! tapi..tidak bisakah kamu meninggalkan sebuah ruang kecil untuk namaku, mungkin jika kita bertemu kembali dan kamu ingat, aku pasti akan jadi wanita yang kamu benci karena ninggalin kamu gitu aja, tanpa pamit. Tapi..kini aku kembali, hanya untuk bisa bertemu dan meminta maaf walaupun, wajar nantinya kamu nggak akan maafin aku. Aku memang cewek yang nggak berguna, bodoh, Tidak bertanggung jawab, jahat_" Tanpa menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja ucapannya terpotong lantaran ada orang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang
Bintang sempat terkejut dan ingin melepaskan seseorang Yangs sudah kurang ajar memeluknya ini. Tapi dia kembali menangis karena merasakan pelukannya yang nyaman
" Aku tau sekarang! Aku ingat sekarang! kamu..gadis kecil dengan pita pink dikepala dan seseorang yang memanggilku dengan sebutan, Ditya. Aku ingat sekarang!.." tutur Aditya membuat Bintang semakin dibuat menangis kencang
" Bii.." Panggil Aditya lirih
satu kata tersebut membuat Bintang semakin menjadi-jadi
'Panggilan itu..panggilan itu..kamu..masih ingat?' batin Bintang
" kamu, dia kan, Bintang? kamu gadis kecil dengan pita di rambut itu kan Bintang?" sesak Aditya
Bintang mencoba Melepaskan pelukannya, setelah terlepas Bintang segera berdiri, mengusap air matanya kasar dan pergi beranjak dari sana
saat ingin pergi, dengan cepat Aditya menahan Bintang dengan mencengkeram lengan Bintang
" Lepasin! " desis Bintang
" Nggak! aku nggak bakalan lepasin kamu! aku udah nyari kamu selama ini, nggak bakal aku ninggalin kamu gitu aja! Bii.." sentak Aditya dengan nada lirih diakhirnya
Bintang yang mendengar terdiam setelah itu tersenyum miris
" Cari? Kamu cari aku? inget, Kita ketemu bahkan kamu nggak inget sama sekali sama aku! Kamu minta berkenalan! aku minta maaf, saat itu aku sudah tau itu kamu Aditya, tapi yang buat aku marah ternyata kamu nggak ingat-ingat apa sama aku" tutur Bintang
Aditya yang sadar hanya bisa menunduk diam. Dia menyesali kebodohannya karena tidak ingat dengan orang tersayangnya yang bahkan sudah dia beri janji yang pada akhirnya akan menjadi janji palsu, pikir Bintang
__ADS_1