
" Dimana Lo ketemu sama Ira..maksud gue pacar Lo itu! maaf gue nggak tau namanya jadi ikut-ikutan!" ucap Kayra
"gue ketemu sama dia waktu dia masuk kesekolah gue, gue denger dia dipanggil Kyra. Gue inget, cewek kecil umur dibawah gue dulu itu namanya itu! dia hampirin gue dan ulurin tangannya sama bilang kalo namanya Kyra pake Y.." jelas Kaizo
'bukan namanya bukan Kyra, tapi Kayra! dan itu..aku! cewek yang ada didepan kamu, Kai!' batin Kayra
" sekarang Lo udah ketemu sama dia, kenapa nggak Lo nikahin atau minimal kenalin lah ke orangtua Lo?" saran Kayra
"orang tua gue udah ketemu sama Ira! tapi Papa selalu memaksakan, padahal Mama sudah setuju" ucap Kaizo lirih
"gimana kalo kita buat permainan?" tawar Kayra
"permainan?" beo Kaizo
kayra mengangguk
"jadi kita buat permainan, waktunya satu bulan! dan selama satu bulan kalo Gue bisa buat Lo jatuh cinta sama gue dan pergi ninggalin dia, gue menang dan kita bakalan terusin perjodohannya tapi kalo Lo nggak jatuh cinta sama gue dan masa permainannya habis, maka gue akan pergi dari kehidupan Lo dan bakal buat Mami Sama Papi batalin perjodohan kita, gimana? mau bermain?" tantang Kayra
Kaizo nampak menimbang-nimbang tantangan dari Kayra
"oke deal!" final Kaizo sembari mengulurkan tangannya untuk yang kedua kalinya
Kayra menatap tangan Kaizo yang terulur, lalu menjawabnya tapi menggunakan kepalan tangan kanannya
Kayra menyengir saat Kaizo menatapnya heran
"oh iya, ini!" ucap Kayra tiba-tiba sembari mengeluarkan sesuatu didalam tasnya
__ADS_1
gelang warna hitam dengan bandul gembok dan juga gelang hitam yang sama tapi dengan bandul kunci
. . .
"sepertinya, pertemuan kita harus berakhir sekarang ya Pak Arka?" canda Papa Buwana
"saya sebenarnya agak sedih, tapi tugas menanti dirumah" celetuk Mami Zara
" kami izin pulang dulu, Pak Buwana" pamit Papi Arka
"baiklah..Pak Arka, terimakasih sudah mau bekerjasama dengan kamu dan menyetujui rencana ini!" ucap Papa Buwana
"sama-sama Pak Buwana..tapi kami juga punya syarat!" seru Papi Arka
"syarat apa, Pak?" tanya Papa Buwana takut-takut
Papa Buwana nampak khawatir, tapi ia masih bisa mengatasi kekhawatirannya tersebut
"Baiklah Pak Arka, tapi..saya juga mau meminta persyaratan! jika nantinya putri Bapak juga tanpa sengaja atau tidak disengaja membuat kesalahan dan membuat anal saya ini marah besar bahkan tidak bisa memaafkan, maka Perjodohan kita batalkan tapi kerjasama bisnis masih berlanjut, bagaimana?!" tawar Papa Buwana
Papi Arka tampak berpikir tapi detik kemudian menyetujui persyaratannya
"Baik, saya setuju! keluarga saya juga setuju!" final Papi Arka
"kalau begitu, kami Pamit ya Pak?!" pamit Mami Zara
" Baik, terimakasih Pak Arka..Zara, terimakasih banyak ya!" sahut Mama Rere kepada Papi Arka dan Mami Zara
__ADS_1
"kamu Pamit dulu ya, Tuan Buwana, Nyonya Rere..?" pamit Kayra dengan senyuman khasnya yang menunjukkan Gigi taringnya
DEG
'senyum itu..sangat mirip dengan senyumannya, dulu..' batin Kaizo saat melihat senyuman Kayra
hal yang sama juga terjadi kepada Mama Rere
'senyuman itu! sangat mirip dengannya, walaupun ada beberapa orang yang punya gigi taring juga, tapi yang ini berbeda! milik gadis ini dengan milik gadis kecil dulu sangat berbeda, gadis kecil itu seperti punya senyuman khasnya sendiri!' batin Mama Rere
"Iya, Kayra! tapi tidak usah terlalu normal pada kami! panggil saja Om dan Tante!" ujar Papa Buwana, Kayra mengangguk mengiyakan
'kenapa aku seperti merasa Dejavu terhadap gadis ini? apakah itu gadis kecil dulu?' batin Papa Buwana
...🌵🌵🌵...
MAKIN BANYAK NIH RAHASIA-RAHASIA YANG BELUM TERUNGKAP DI NOVEL INI!
KIRA-KIRA GADIS KECIL YANG DIFIKIRKAN OLEH PAPA BUWANA ITU SIAPA YA? APAKAH ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN KAYRA WAKTU MASIH KECIL?
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA, KALO MAU TAU ADA APA DENGAN MASALALU KAYRA DULU
JANGAN LUPA TERAP STAY IN HERE, KARENA MASIH BANYAK LAGI-LAGI RAHASIA-RAHASIA YANG BELUM TERUNGKAP LHO..
STAY HEALTHY
STAY WITH ME
__ADS_1