
Keesokan harinya ☘️☘️
" Bau apa ini?" gumam Mami Zara yang baru saja keluar dari kamar
Mami Zara pergi ke dapur, tempat bau-bau harum itu tercium. Disusul dengan keluarganya yang lain
sekarang semua orang yang ada dirumah Keluarga Dewantara, terpikat oleh harumnya masakan yang ada di dapur
semua orang terkejut karena melihat berbagai makanan lezat tertata dimeja makan. Ada Mie, Rendang, Ayam goreng Crispy, dan lain-lainnya
Ternyata semalam teman-teman Aurora dan Al , sedang berada dirumah Papi Arka
entah dorongan apa, Mami Zara tiba-tiba menyuruh teman-teman Aurora dan Nathan untuk makan malam dirumahnya. Mami Zara bahkan juga menyuruh teman-teman mereka untuk menginap saja, dengan alasan karena sudah sangat malam. Siapa lagi jika bukan Devan, Della, dan Abel
mereka bertiga hanya bisa menerima karena tidak mungkin menolak. lagipula orang tua mereka juga kenal dekat dengan Papi Arka dan Mami Zara
Setelah itu seorang pelayan datang dan menyuruh semua orang untuk duduk di kursi
Mami Zara yang masih terkejut itupun lalu menyuruh seorang pelayan untuk memanggil kepala pelayan.
seorang kepala pelayan yang bernama Bibi Ina itupun datang dan menghadap ke Mami Zara
" Bi, siapa yang membuat semua masakan ini? kan saya tidak menyuruh para pelayan untuk memasak?!" tanya Mami Zara yang sedikit kesal
memang untuk urusan memasak Mami Zara tidak menyerahkannya kepada para pelayannya. Itu karena ia berpikir masakannya akan terasa beda, lagipula anak-anaknya juga tidak ingin memakan makanan yang disiapkan jika bukan Mami Zara yang memasakkan. Maka dari itu, Mami Zara selalu mengajarkan anak-anaknya agar bisa memasak makanan
" maaf Nyonya, Tuan, Tapi bukan para pelayan yang memasak semua ini. Karena Nyonya kan tidak menyuruh mereka untuk memasak" ujar Bi Ina lembut
__ADS_1
" benar juga. Lalu siapa yang memasak semua ini?" tanya Mami Zara lagi
Bi Ina tadi tersenyum lembut, lalu bertepuk tangan seolah memberi kode memanggil seseorang
setelah itu keluarlah gadis cantik yang masih menggunakan apron masak keluar dari arah dapur
Siapa lagi jika bukan Kayra Febriyan Dewantara,
🌻Flashback on 🌻
" Bibi..?" panggil Kayra kepada seorang pelayan
pelayan yang dipanggil tadi pun berbalik dan menatap Kayra dengan pandangan terkejut
" astaga Nona! ini benar anda bukan?!" pekik tidak percayanya Bi Ina. benar! orang yang dipanggil Kayra tadi adalah Bi Ina, kepala pelayan keluarga Dewantara
" ssstt.." Kayra memberi kode agar Bi Ina diam
Bi Ina yang sudah kenal lama dengan Kayra karena dekat dengannya pun langsung mengerti arti kode yang diberikan oleh Kayra
🌻Flashback off 🌻
" Selamat pagi semua.." sapa Kayra denga. senyuman manis yang tidak pernah pudar dari wajahnya
semua orang terkejut melihat Kayra yang keluar
" Ka-Kayra ini beneran kamu sayang?" tanya Mami Zara yang langsung berdiri dan menghampiri Kayra
__ADS_1
Mami Zara memegang kedua pipi Kayra dengan mata yang berkaca-kaca
Kayra tidak menjawab pertanyaan Maminya, ia langsung memeluk Mami Zara
" Kayra sengaja bikinin kalian sarapan, bua menyambut kepulangan Kayra kerumah!" sahut Kayra
" ssuutt..siapa nih bro?" tanya Devan kepada Nathan yang memang duduk disampingnya dengan berbisik tapi masih bisa didengar oleh yang lainnya
" adik gue kenapa?" sahut Nathan malas
" buseett..cantik bener! bisa nih dijadiin yang kedua!" pekik Devan dengan alis yang naik-turun
semua orang yang mendengar hal tersebut pun langsung terkejut lalu menatap Della, Keyli dan Aurora bersamaan
pemandangan yang pertama dilihat oleh mereka adalah wajah kesal dan cemburu
" Van, pacar Lo tuh" tunjuk Nathan kepada Devan
" Bang, istri Abang tuh" tunjuk Nathan lagi kepada Arfaz
" Al, istri Lo tuh" sekarang gantian Nathan menunjuk Al
" aku bercanda Beb! kamu jangan salah paham dulu" pinta Devan dengan wajah memelas
" yang ngomong itu Devan Yang! bukan aku!" elak Arfaz dengan wajah memelas
" apa?" tanya Aurora ketus karena Al melihatnya dengan tatapan berbeda
__ADS_1
" yang ngomong itu Devan, Baby" jelas Al yang dengan tampang polos dan melas
" huueeekk..muntah gue liat ni drama" timpal Nathan