Secret Love Girls (Baru)

Secret Love Girls (Baru)
SIAP


__ADS_3

Kediaman keluarga Dewantara


"Nak Al, kamu sama Aurora kan sudah menikah.. Lalu apa kamu akan bawa Aurora pulang kerumah kamu?" tanya Mami Zara


" jujur, Mami sebenarnya belum bisa pisah sama anak-anak Mami.. kamu mau nggak kalo tinggal dulu bersama kami? sama Mami, Papi dan Kakak-kakak ipar?" Mami Zara sedikit takut menanyakan hal tersebut.


" gimana pak Deon, Al-nya boleh tidak tinggal disini dulu sampai mereka lulus? saya juga masih belum bisa berpisah sama anak kami!"


"kalo saya sih ikut Al aja soalnya kan dia yang menjalani, lagipula Al juga suaminya Aurora saya sudah tidak punya hak melarang selagi itu perbuatan baik dan Al juga mampu bertanggung jawab nantinya" ujar Ayah Deon


" gimana Al? mau kan kalian tinggal dulu disini?!" tanya Papi Arka


Al menatap Aurora yang hanya menatap sayu Al, sedikit memohon agar diizinkan juga tinggal dulu bersama


" boleh yaa?.." Aurora merengek dengan puppy eyes nya yang membuat Al tak sanggup menolak antara kasihan dan juga gemas ingin memakan Aurora


Al lalu menatap kedua orangtuanya. orang tua Al mengangguk mengizinkan


Al lalu menatap kedua mertuanya dengan lembut " iya Al mau tinggal dulu disini. Al juga ngerti pasti semua orangtua juga belum rela berpisah dengan anaknya apalagi kalo masih dibawah umur. jadi Al mau tinggal disini sementara!" ucap Al


" Alhamdulillah! makasih ya Al mami seneng banget keluarga Mami bertambah anggota!!" pekik Mami Zara bahagia


Malamnya..

__ADS_1


" sana ihh jangan deket-deket terus, daritadi deket-deket mulu deh.. gerah ni akunya" kesal Aurora karena sedari tadi Al selalu dekat dengan Aurora bahkan tidak mau lepas sedikitpun selalu mengikuti Aurora bahkan sampai kekamar mandi tapi langsung keluar karena Aurora mengamuk


Al hanya diam dan menatap Aurora dengan puppy eyes-nya tersebut


Aurora sedari tadi juga tidak mengerti kenapa Al selalu menatapnya dengan mata begitu


" kenapa sih daritadi natap akunya gitu banget!" sewot Aurora


" Aurora?"


"hm?"


"sayang?"


"apasih daritadi manggil trus! mau apa Pak suami?" tanya Aurora lembut


" Ya kamunya juga manggil terus mau apasih?!"


"nggak jadi! tidur yuk!?"


Aurora hanya diam menatap Al yang sudah merebahkan tubuhnya diatas ranjang


' aku udah siap Al kalo kamu mau milikin aku seutuhnya.. aku tau arti sikap kamu daritadi. Aku juga tau kamu pasti udah nunggu hal ini lama, aku siap Al! aku siap melakukan kewajibanku! berikan aku nafkah batin dari kamu Al!' batin Aurora

__ADS_1


"Al?"


" suami?"


dua kali Aurora memanggil Al, tapi si pemilik nama tidak juga menyahuti


aurora tau Al belum tidur. Al akan tidur jika Aurora sudah tidur disampingnya


" pak suami?"


"hubby?!"


panggilan terakhir Aurora membuat Al langsung membuka matanya tapi ia tidak bangun ia hanya diam menunggu aurora memanggil dengan sebutan itu lagi


Aurora yang tidak mendapat respon lalu pergi ke lemari bajunya. mengambil sebuah lingerie pink dan juga satu potong kemeja putih milik Al yang ada di lemari


Aurora lalu masuk kekamar mandi dan mengganti pakaian tidurnya dengan lingerie pink yang sangat seksi lalu ia memakai kemeja Al untuk melapisi lingerie tipis yang ia gunakan


Aurora lalu bercermin sebentar 'aku seperti wanita penggoda saja' batin Aurora cemas


Aurora mematikan lampu kamarnya lalu menyalakan lampu tidur yang ada diatas meja kecil disamping tempat tidur


Aurora sebenarnya sangat takut dengan kegelapan tapi ia lebih takut jika akan melihat wajah Al secara terang nantinya

__ADS_1


lebih baik melakukannya dikegelapan tapi dengan Al daripada melakukannya saat terang-terangan..


Aurora lalu naik keatas tubuh Al..


__ADS_2