Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 12. Match Poin Halim


__ADS_3

Glenda kini telah memarkirkan mobilnya di rumah, ia turun dengan perasaan kesal dimana ada Bu Sinta di ruang tamu rumah.


"Glenda, kamu kenapa sayang kok pulang marah-marah, Halim mana kok gak sama Halim?" tanya Bu Sinta yang membuat Glenda menatapnya cemberut.


"Mas Halim lagi sama Agnes, ini semua salah Mama karena cari calon istrinya itu Agnes, Agnes tuh licik dia bisa curi simpati Mas Halim!" kesal Glenda melipat kedua tangannya.


"Lah kan kamu yang minta karena kamu gak mau nikah sama Halim, lagian kenapa gak kamu putusin aja kalau kamu gak mau nikah sama dia?" tanya Bu Sinta meminum sebuah bir kaleng.


"Duh! Mama tuh gak ngerti deh, Halim tuh anak tunggal dan orang kaya, warisan dia banyak makanya aku pertahanin, aku gak mau nikah sama dia bukan karena karir tapi aku gak mau aja nikah sama dia, aku kan cuma mau kebutuhanku di penuhin sama dia," jelas Glenda pada Bu Sinta.


"Licik memang kamu tuh, terus sekarang kamu mau gimana?" tanya Bu Sinta pada Glenda.


"Aku mau ngasih pelajaran ke Agnes, minimal celaka kek biar dia gak kepedean, tapi aku gak mau kalau Mas Halim tahu kalau yang ngelakuin itu aku," jawab Glenda yang membuat Bu Sinta berpikir sejenak.


"Mama ada ide!"


Sementara itu ditempat lain, Agnes sudah kembali lagi di ruang tamu setelah menolak permintaan Halim untuk berpura-pura hamil, Halim yang ada di dalam kamar sudah memikirkan maksud Agnes dan langsung memahami artinya.


"Nes! Saya mengerti, ayo kita lakukan!" ujar Halim berjalan keluar dari kamar mendatangi Agnes yang sedang memakan kue di sofa.

__ADS_1


"Lakukan apa?"


Halim menggaruk tengkuknya, untuk membuat Agnes hamil mau tidak mau yah Halim harus melakukan apa yang harusnya mereka lakukan pada malam pertama kemarin.


"Itu, ayo kita lakukan, biar kamu bisa hamil," jelas Halim kikuk. "Saya akan berusaha untuk ini."


Agnes terdiam menatap wajah Halim sembari sesekali memakan kue coklatnya.


"Kamu gak mau?" tanya Halim pada Agne.


"Ada hadist yang mengatakan seorang istri haram menolak ajakan suaminya, dalam hadist riwayat Bukhari dijelaskan, Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Tidak ada seorang laki-laki yang mengajak istrinya ke ranjang lalu istri menolak, kecuali seluruh penghuni langit akan membencinya hingga suami merelakannya," jelas Agnes pada Halim.


"Nah, itu kamu tahu," timpal Halim duduk di lantai persis menatap ke atas dimana Agnes tengah duduk di sofa.


Agnes mengarahkan kue ditangannya ke mulut Halim sehingga reflek Halim membuka mulutnya dan memakan kue tersebut.


"Aku lagi datang bulan, baru banget bocor pas keluar kamar aku ke kamar mandi ternyata bocor, jadi yah kamu sabar aja yah, lagian kenapa harus nungguin aku kalau kamu gak cinta sama aku, harusnya kamu tuh nikah sama Mbak Glenda aja biar langsung jadi."


"Ck! Udahlah, ngomong sama kamu gak ada habisnya," jawab Halim duduk di samping Agnes.

__ADS_1


"Atau jangan-jangan Mas udah ada rasa aku?"


"Geer! Saya gak akan pernah ada rasa sama kamu, kamu hanya istri kontrak dan kamu harus sadar diri!" jawab Halim menghela napas panjang.


"Oh, bukan gak ada sih tapi belum ada," jawab Agnes yang membuat Halim diam. "Mas beliin aku pembalut yah, pake uang Mas dulu nanti aku ganti."


"Siapa kamu nyuruh-nyuruh saya?"


"Mas ada hadist tentang hukum menolak keinginan istri loh," jawab Agnes memakan kuenya.


"Udah! Saya beliin sekarang gak usah diganti uangnya, saya kan suami kamu, kamu tuh sama kayak Papa hobinya ngancam," ujar Halim berjalan keluar dari rumah menuju minimarket terdekat.





Assalamualaikum

__ADS_1


Ayo Like


Hari ini udah 4 BAB komen yang banyak yah biar makin semangat.


__ADS_2