Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
Ekstra Part - Come And Go


__ADS_3

Dua Tahun Kemudian.


Halim dan Agnes sudah sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang, dengan Danu yang sudah tumbuh lebih aktif.


Dan Agnes yang sudah menyandang gelar dokternya dari setahun yang lalu, tapi dibalik itu semua ada lagi satu hal yang membahagiakan mereka yaitu Agnes kini tengah mengandung dengan usia kandungan enam bulan.


Dan kemarin mereka sempat melakukan USG dimana jenis kelamin anak mereka kali ini adalah perempuan.


Agnes hamil anak kedua berbarengan dengan kehamilan anak pertama Glenda dan Hadi, mereka semua sudah dirundung rasa bahagia.


Sayang sekali dikarenakan Azio harus pindah ke Australia untuk melanjutkan studynya dan Aryo memulai sekolah penyetaraan untuk menjadi seorang polisi seperti Hadi.


Sore ini Agnes tengah duduk di ruang tamu mengamati Halim dan Danu yang sedang bermain.


Selang tak lama terdengar suara ketukan pintu dimana Agnes langsung bergegas membukanya, itu adalah Mama Asna dan Papa Rinto.


"Mama, Papa," Agnes langsung menyalami keduanya.


Papa Rinto dan Mama Asna kemudian menyusul masuk ke dalam rumah bersama Agnes.


"Kamu sudah hamil lagi yah Nes?" tanya Papa Rinto.


"Iya Pa, udah masuk enam bulan," jawab Agnes pada Papa Rinto.


"Produktif dong, jangan kayak Papa kamu ini anaknya cuma satu yah Halim doang," jawab Mama Asna yang membuat Papa Rinto menyenggolnya.


"Mama, Papa, kapan datang?" tanya Halim berjalan ke arah kedua orang tuanya bersama dengan Danu digendongannya.


Danu langsung diberikan kepada Mama Asna yang sudah rindu pada cucunya itu.


"Agnes, Halim, Papa mau bicara sama kalian," Papa Rinto mengajak Halim dan Agnes untuk bicara serius. "Mengenai syarat harta warisan kamu, Papa sudah menyetujuinya, karena kamu sudah memenuhi syarat."


Halim diam, niat awalnya menikah dengan Agnes kan ini tapi entah mengapa dia tidak seantusias dulu lagi karena dia sekarang mencintai Agnes karena Allah.


Halim menerima surat persetujuan pencairan harta warisan tersebut, dia terdiam kembali sebelum mengembalikannya.


"Alhamdulillah, Aku dan Agnes sudah berkecukupan, Tidak perlu lagi Pa, tapi kalau memang ini sudah hak aku, aku ingin sebagian dari ini di sumbangkan ke yayasan sosial dan setengahnya lagi Papa dan Mama simpan untuk kebutuhan lain, lagipula sebagai anak akulah yang harus memberikan sesuatu kepada Mama dan Papa bukan sebaliknya," jawab Halim yang membuat Agnes tersenyum bangga pada suaminya.


Mama Asna dan Papa Rinto merasa bahagia dan langsung saling melempar tatapan.


Papa Rinto menatap Danu sejenak. "Kalau itu mau kamu, sebagian dari warisan ini akan Papa sumbangkan dan sebagiannya lagi akan Papa atas namakan dengan nama anak kamu, Danu."


Mendengar itu membuat Mama Asna setuju, Halim dan Agnes juga setuju-setuju saja dikarenakan Danu akan menerima harta ini ketika dia sudah dewasa kelak.


Halim merasa bahwa kebahagiannya sudah sangat lengkap, tidak perlu harta yang banyak, hanya perlu cukup tidak lebih, setidaknya dia sudah memiliki keluarga kecil yang begitu harmonis.





BENERAN TAMAT


Halo Assalamualaikum.


Akhirnya selesai juga cerita ini, terimakasih kepada semuanya sudah mendukung selama 25 Hari ini.


Sudah like dan kasih semangat, semoga Allah membalas kebaikan kalian.


Dan untuk novel selanjutnya Author ada Novel kisah dari Danu, anaknya Agnes dan Halim.


Bisa dibaca yah!

__ADS_1


Judulnya itu, Istri Terbuang Tuan Impoten


Nyaris dijadikan wanita malam oleh ayahnya sendiri, Diajeng malah menjadi istri dari Danu, seorang pria lumpuh dan impoten yang arogan dan kejam.


Akankah Diajeng bisa merubah hati suaminya atau malah menyerah dimana saat itu ada seorang pria lain bernama, Damar yang masih menunggu cinta dari Diajeng.





"Terkadang kita harus berpikir sejenak dan terdiam untuk beberapa saat untuk menempatkan diri di segala situasi hal."


- Anonymous





02.00 Dini Hari.


Diajeng memeluk rapat-rapat tubuhnya saat seseorang mendobrak pintu rumahnya, dia tahu itu adalah ayahnya yang sudah pulang.


Semenjak ditinggalkan oleh ibunya yang meninggal karena sakit, sikap ayahnya berubah kepada Diajeng, ayahnya jadi sering mabuk Dan judi bahkan tidak segan menyiksa Diajeng ketika dia butuh pelampiasan emosi.


"Diajeng! Dimana kamu!" teriak Rusdi ~Ayah Diajeng


Rusdi berjalan masuk mencari Diajeng dan sudah mendobrak pintu kamar Diajeng, sementara Diajeng dia sudah keringat dingin di sudut kamarnya.


"Nah! Ketangkap kamu! Kenapa kamu sembunyi dari ayah, Hah?" Rusdi menarik tangan Diajeng dan memaksanya untuk berdiri.


PLAK!


Sebuah tamparan jatuh di pipi Diajeng yang membuat Diajeng otomatis memalingkan wajahnya ke samping, Rusdi segera menyeret Diajeng keluar dari rumah dan hendak membawanya ke suatu tempat.


Di luar rumah sudah ada dua orang yang menunggu Diajeng dan seorang wanita Paruhbaya yang terlihat seperti seorang mucikari wanita malam.


"Kamu akan ayah jual sebagai penebus hutang ayah ke Bu Linda!" ujar Rusdi menyeret Diajeng keluar dari rumah.


Sesampainya di halaman rumah, Diajeng langsung di hempaskan ke tanah yang membuat dua orang pria berbadan tegap di luar sana langsung mengunci pergerakan Diajeng.


"Ayah! Diajeng gak mau yah!" teriak Diajeng berusaha memberontak namun lagi-lagi usahanya hanyalah sia-sia belaka.


"Bagaimana, anak ini biasakan menjadi pelunas hutangku?" tanya Rusdi kepada Linda.


Linda berjalan ke arah Diajeng kemudian melirik Rusdi. "Tergantung."


"Maksudnya?" tanya Rusdi pada Linda.


"Is she still a virgin?" tanya Linda balik.


Rusdi menyeringai ganas seolah melupakan kuadrat bahwa Diajeng itu adalah anaknya sendiri. "Dia masih perawan dan belum pernah disentuh."


Linda tersenyum puas dan licik. "Good! Dia adalah barang bagus."


Linda beralih menatap Diajeng dalam, dia mengelus pipi Diajeng kemudian tanpa aba-aba menarik kerudung Diajeng yang membuat rambut Diajeng seketika keliatan.


"Kamu tidak akan membutuhkan ini cantik, kamu tidak perlu kerudung untuk melayani laki-laki diluaran sana," bisik Linda.


"TUNGGU!"

__ADS_1


Suara teriakan pria membuat semuanya berpaling kesana, itu adalah Damar, kekasih Diajeng.


"Lepaskan dia!" ujar Damar yang membuat Rusdi berjalan menghampirinya.


"Mau apa kamu!" bentak Rusdi pada Damar.


"Istighfar Pak! Diajeng itu anak Bapak, Bapak gak takut dosa menjual anak sendiri?"


"Halah!" BUGH! Rusdi menghantam wajah Damar dengan bogem. "Tahu apa kamu tentang dosa! Daripada dia pacaran sama kamu lelaki miskin, mending dia saya jual!"


BUGH!


ARGH!


"Mas DAMAR!" teriak Diajeng di hening malam itu.


"Diam kamu! Kamu hajar dia!" ujar Linda pada Rusdi.


"Jangan!" teriak Diajeng.


"Diam!"


Diajeng terdiam, dia kemudian menendang Linda yang membuat Linda tersungkur ke belakang sehingga refleks membuat dua pria yang menahan Diajeng langsung menolong Linda.


"L-Lari Diajeng!" teriak Damar pada Diajeng.


Melihat ada kesempatan membuat Diajeng langsung berlari dari sana dan mencoba untuk kabur setelah mengambil kerudungnya.


"Kurang ajar! Kejar dia!" teriak Linda kepada dua anak buahnya.


Dua pria berbadan tegap itu langsung mengejar Diajeng yang berlari di pinggir jalan, disaat Diajeng hendak menyebrang sebuah mobil dengan lampu sorot di pekaknya malam menyorot Diajeng yang berada di tengah jalan.


Srtt!


Suara decitan ban karena mobil itu mengerem mendadak memekakkan malam itu, Diajeng tertunduk di aspal yang membuat pengendara mobil itu keluar untuk menemui Diajeng.


Seorang wanita seusia Diajeng dengan tampak keluar dari sana, rambut tergerai dan kacamatanya.


"Ada apa?"


Diajeng langsung berdiri dia langsung berlari ke arah wanita itu dan meminta bantuan. "Tolong Mbak, a-aku mau dijual.'


Mendengar ucapan itu membuat sang wanita pemilik mobil terdiam sejenak, tampak ada sesuatu di dalam pikirannya sebelum dia tersenyum licik dan setuju membantu Diajeng.


"Saya bersedia membantu kamu, tapi saya punya satu syarat, bagaimana?"


"S-syarat?"


"Yah! Bagaimana?"


"M-mau Mbak," jawab Diajeng kemudian berjalan mengikuti wanita tadi masuk ke dalam mobilnya.





TBC


Assalamualaikum


Dan sampai jumpa

__ADS_1


__ADS_2