
"Makasih yah Bang Aryo, maaf ngerepotin Abang deh," ujar Agnes turun dari motor Aryo.
"Gapapa Nes, yaudah Abang lanjut dulu yah, Assalamualaikum."
"Waalakumsalam."
Agnes berdiri di depan resto menatap motor Abangnya itu berlalu dari hadapannya, karena tadi kelamaan menunggu Taksi, akhirnya Agnes ikut dengan Aryo yang kebetulan lewat di depan rumahnya.
Setelah motor Abangnya sudah tidak terlihat di hadapannya, Agnes membalikkan badannya dan berjalan masuk ke dalam restorannya.
Didalam restoran Agnes bisa melihat dari kaca transparan ada Glenda dan Hadi yang berada di balik counter pemesanan makanan sedang tiga karyawan lain sedang melayani pembeli.
"Assalamualaikum," Agnes membuka pintu restorannya yang membuat Hadi dan Glenda mengangkat kepalanya.
"Waalakumsalam, Eh Nes, udah datang," jawab Glenda yang sedang membuat sebuah minuman pesanan pembeli.
"Iya nih maaf yah telat, Bang Hadi ngapain disini?" tanya Agnes berjalan duduk di depan kursi yang ada diantara pembatas meja pemesanan.
Meja pemesanan ini berbentuk panjang, dimana disitu Glenda menaruh masakan yang dia buat untuk diantar oleh waiters.
"Singgah doang, tadi banyak pembeli jadi bantuin Glenda."
"Bohong nih, Bang Hadi gak bantuin dia cuma duduk doang," jawab Glenda yang membuat Hadi menggaruk tengkuknya.
"Bang Hadi kan kesini nyariin Mbak Glenda, udahlah nikah aja kalian," ujar Agnes yang membuat Hadi dan Glenda terkejut.
"Hah!" ujar Glenda dan Hadi serempak.
__ADS_1
"Daripada fitnah berduaan, mending nikah," jawab Agnes memangku dagunya dengan tangan.
Hadi dan Glenda saling melempar tatapan yang membuat Glenda langsung menundukkan kepalanya.
"Mbak bukan perempuan baik-baik Nes, Bang Hadi berhak dapat yang lebih baik."
"Kata siapa?" tanya Agnes yang membuat Glenda mengangkat kepala.
"Gaada yang berhak menghakimi Mbak baik atau enggak, semua tergantung, Mbak gak akan merubah mindset orang lain tapi Mbak bisa membuktikannya, lagipula tidak selamanya si baik harus mendapatkan yang baik, adakalanya sibaik menuntun pasangannya menjadi baik," jelas Agnes. "Jodoh gaada yang tahu, Wallahualam, kalau Allah sudah menuliskan nama Mbak Glenda dan Bang Hadi di lauhul Mahfudz, ya pasti jodohnya."
Hadi dan Glenda terdiam mendengar penuturan Agnes, Hadi menatap Agnes pelan, hening diantara mereka bertiga.
"Heh melamun, ngapain bahas jodoh sih, itu ada tamu tuh," Hadi menghernyap hening diantara mereka semua.
Benar saja ada pembeli yang membuat Glenda harus beraksi lagi didapur meninggalkan Hadi dan Agnes disana.
"Malu opo? Bang Hadi suka kan?"
"Gatau ah," jawab Hadi seolah seperti bocah labil.
Agnes hanya tertawa pelan, sampai seseorang masuk ke dalam resto mereka dan Agnes tahu orang itu.
Waiters hendak melayani orang itu tapi Agnes melarangnya dan mengatakan biar dia yang melayaninya.
"Pesan apa Mbak Oca?" ujar Agnes saat tiba di meja dimana Oca duduk.
Oca tidak menjawab dia hanya menatap tajam Agnes yang membuat Agnes duduk di kursi didepan Oca.
__ADS_1
"Aku cuma mau ngasih tahu, kalau aku gak akan pernah menyerah buat dapatin Mas Halim," jawab Oca yang membuat Agnes tersenyum.
"Bawain Jus Jeruk yah satu," pinta Agnes kepada Waiters kemudian fokus kembali kepada Oca.
Glenda dan Hadi melihat itu, Glenda dan Hadi memperhatikan Agnes dan Oca dari tempat mereka sebelum kembali ke dapur untuk membuat jus jeruk.
Ingin rasanya niat jelek Glenda menaruh racun tikus ke jus itu agar Oca keracunan.
"Mbak Oca tuh bebal banget yah, tapi semangat banget, aku jarang lihat orang yang bekerja keras buat ngerebut suami orang."
"Jangan merasa aman kamu!"
"Aku gak merasa aman, soalnya aku tahu, dimana-mana istri sah itu lebih terhormat daripada penggoda," jawab Agnes memangku kepalanya dan menatap Oca intens.
"Hm! Sombong! Kamu tuh terlalu naif!"
"Affa Iyah!" Agnes menghentikan ucapannya karena jus jeruk pesanan mereka sudah sampai. "Mbak Oca bisa apa? Aku tuh jodohnya Mas Halim, mau satu provinsi orang kayak Mbak Oca kalau jodohnya Mas Halim itu aku, Mbak yang seprovinsi ini bisa apa?"
Agnes berdiri dan mendorong gelas jus itu kepada Oca. "Minum Mbak, takutnya seret."
Oca diam, diam di skakmat habis oleh Agnes.
•
•
•
__ADS_1
Assalamualaikum.