Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 37. Usaha Baru


__ADS_3

Sudah tiga Minggu berlalu semenjak makan malam waktu itu, kini Halim sudah sembuh sepenuhnya dan dia sudah kembali bekerja seperti biasanya dan berjalan normal kembali.


Contohnya hari ini Halim tengah mengambil cuti kerja dan memilih melakukan kegiatan di rumah saja, dia tengah membaca buku di ruang tengah, seharian Halim dan Agnes banyak jalan-jalan saja, sehingga sehabis isya begini mereka memilih beristirahat lebih cepat.


"Mas," Agnes berjalan ke arah Halim yang membuat Halim menutup bukunya kemudian menarik Agnes untuk duduk di pangkuannya.


Halim menaruh kepalanya di bahu Agnes yang ia pangku sembari menciumi pipi Agnes. "Ada apa, sayang?"


"Aku pengen buka usaha deh Mas, aku bosan aja gitu di rumah terus, sesekali aku pengen buka usaha gitu," jawab Agnes yang membuat Halim menatap Agnes.


"Boleh, kamu mau usaha apa biar Mas, modalin kamu," ujar Halim yang membuat Agnes memberikan sebuah form kepada Halim.


Form itu berisi usaha outlet makanan kekinian untuk anak muda jaman sekarang, Agnes yang melihat Halim sedang membaca itu segera menjelaskan maksudnya.


"Ini tuh usaha makanan serba murah tapi dengan porsi banyak dikhususkan untuk anak kuliahan dan para pekerja gitu Mas, niatnya sedekah sih Mas, kalau Mas setuju aku mau bukan beginian, cafe kekinian tapi dengan gaya islami dan harga terjangkau, aku tahu Mas, bagaimana rasanya menjadi anak kuliahan yang harus kerja demi makan, jadi selain sebagai lahan sedekah, kita bisa membuka lapangan pekerjaan, gimana?" jelas Agnes yang membuat Halim tersenyum.


"Kamu tuh yah, Mas kadang mikir hati kamu tuh terbuat dari apa sih?" jawab Halim mengusap kepala Agnes dalam. "Kalau memang mau kamu begini, ya sudah Mas setuju dan siap memodalkan."


"Beneran, Mas?" tanya Agnes antusias.


"Beneran," jawab Halim yang membuat Agnes memeluk Halim.


Halim segera menggendong Agnes dengan gaya koala dan membawa Agnes naik tangga menuju kamar mereka, sesampainya di depan kamar, Halim segera membuka pintu kamar dengan kakinya dan menidurkan Agnes di kasur.


"Kalau gitu Mas, minta hadiah yah sekaligus menunaikan Hak mas yang sudah tertunda tiga Minggu lamanya," bisik Halim kemudian bangkit dan melepas kemejanya.


Pantas saja malam ini Halim begitu wangi, ternyata dia ingin menagih malam pertama mereka, Agnes yang harus memenuhi keinginan suaminya hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah membaca doa sesuai ajaran agama, dan pakaian sudah tanggal dari tubuh masing-masing mereka akhirnya melakukannya dengan kondisi badan mereka tertutup selimut.


Dan sisanya, wakafa billahi Syahida, biar Allah yang menjadi saksinya.

__ADS_1





Pagi-pagi sekali Halim sudah dalam keadaan sumringah entah kenapa dia senang sekali dari sholat subuh tadi sampai pagi begini.


"Mas, kesambet loh senyum-senyum begitu," tegur Agnes saat mereka sarapan berdua.


Halim tidak menjawab dia meraih tangan Agnes yang memegang roti kemudian memakan roti dari tangan Agnes. "Lagi senang aja."


"Akhirnya bisa menunaikan hak sebagai seorang suami," lanjut Halim yang membuat Agnes tersenyum.


Setelah mereka berdua sarapan, Halim kemudian segera bersiap berangkat kerja, karena jam sudah menunjukkan pukul delapan siang.


Hari ini Agnes tidak ada mata kuliah sehingga dia bisa dengan fokus mencari tempat untuk memulai usahanya.


"Mas, hari ini aku cari lokasi buat usaha aku yah?" tanya Agnes meminta izin saat dia memakaikan dasi kepada Halim.


Agnes menganggukkan kepalanya dan menyalami Halim, Agnes mengantar Halim sampai di mobilnya dan melepas kepergian Halim menuju kantor.


Selepas suaminya pergi, Agnes masuk ke dalam rumah mengambil tasnya dan menutup pintu karena taksi pesanannya juga sudah sampai.


Agnes langsung saja bergegas masuk ke dalam taksi dan menuju lokasi yang ingin Agnes pantau, tapi di dalam perjalanan sebuah insiden membuat Agnes menghentikan taksi tersebut.


Tampak di depan sebuah toko kelontong seorang wanita di hakimi warga yang membuat Agnes turun dan menghampiri kerumunan itu.


"Mas, ada apa?" tanya Agnes pada salah satu warga.


Warga yang di tanya kemudian berbalik arah kepada Agnes. "Ini Bu, dia maling makanan."

__ADS_1


"Astagfirullah, bisa aja dia lapar kan Mas," Agnes menghampiri orang yang di sebut maling tersebut yang ternyata adalah. "Mbak Glenda?"





Glenda is Glendagan


Assalamualaikum


Sebelum pergi Author mau rekomendasikan novel Karya kakak author~


JUDULNYA ISTRI 1 TRILIUN


karya Navizaa


Blurb


Revan Alfredo harus menikah dengan Bella Amanda, gadis yang di pilihkan oleh keluarganya agar mendapatkan warisan.


Demi menutupi hubungan Revan dengan kekasihnya di depan semua orang, Revan terpaksa menyetujui perjodohan itu dan menjadikannya Bella sebagai tamengnya.


Sehari setelah pernikahan, Revan melemparkan kontrak pada Bella.


"Oke, aku setuju dengan persyaratan itu, tapi aku juga memiliki persyaratan!" ucap Bella


"Apa?" tanya Revan.


"Aku minta kamu tf ke rekeningku 1 triliun diluar dari nafkah yang seharusnya kamu berikan, deal, aku akan tanda tangan!" tantang Bella, tentu dia tidak akan membuat kekasih gelap Revan bersenang-senang dengan uang suaminya.

__ADS_1


Apakah Revan akan memberikan apa yang di minta Bella?



__ADS_2