Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 18. Mantan Narapidana


__ADS_3

"Akhirnya manusia sialan itu menerima akibatnya," Sosok Pria berjalan masuk ke dalam ruangan tempat Azio sedang mengatur scedhule mengajarnya.


"Aryo! Abang ingin bertanya sebentar, kamu nabrak Bu Sinta yah sampai masuk rumah sakit dan sekarang dia buta?" tanya Azio berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah sosok pria yang disinyalir bernama Aryo itu.


Hening diantara kedua pria ini menemani sepi Azio hanya menatap sekilas Aryo yang sedang mengeraskan rahangnya.


"Dek, jawab Abang! Kamu ngapain sampai nabrak Bu Sinta?" tanya Azio yang membuat Bagas berjalan menuju sofa di ruangan itu dan duduk disana. "Dan yang datang menolong Halim dan Agnes itu kamu kan?"


"Jawab Dek, dan kamu mengaku di hadapan Agnes bahwa kamu itu Azio padahal kamu Aryo dan yang menemui Agnes itu di kampus kamu, bukan Abang, benar kan?"


Aryo memejamkan mata sejenak dan menyugar rambutnya. "Oke! Iya aku yang neror Glenda dan nabrak Bu Sinta, bukannya ini balasan yang setimpal lagipula dia mau bunuh Agnes, dan maaf juga aku pakai identitas Abang buat ketemu sama Agnes, Abang tahu sendiri aku mantan narapidana."


"Dek, dengerin Abang, Abang tahu kamu dendam sama Bu Sinta tapi mau bagaimanapun Bu Sinta itu ibu kamu, ibu Abang dan ibu kita," jelas Azio berusaha memberikan penjelasan kepada adiknya.


Aryo kembali menyugar rambutnya kemudian menatap dalam Azio, abangnya, kakaknya dan saudara kembarnya sendiri, walaupun Aryo dan Azio merupakan anak kembar tapi mereka memiliki sifat yang berbeda tapi mereka berdua sudah sama-sama merasakan asam pahitnya dunia.

__ADS_1


"Ibu! Ibu mana yang tega membuang anak kembarnya di panti asuhan dan ingin membunuh anak kandung perempuannya!" teriak Aryo berjalan menuju jendela ruangan itu dan menyibak hordennya. "Sakit! BANG! SAKIT HATI AKU!"


"Puluhan tahun kita berusaha sendiri, keluar dari panti asuhan tanpa identitas dan saat kita mengetahui siapa ibu kandung kita ternyata dia juga sudah menelantarkan anak perempuannya!" lanjut Aryo perlahan menangis dan terduduk di lantai.


Aryo menyandarkan badannya di tembok dan menangis mengingat masa lalunya, Azio tahu adik kembarnya itu lemah.


Azio sedari kecil memang terkenal anak yang baik dan pandai mengontrol situasi itulah sebabnya dia sukses menjadi dosen sedangkan Aryo dia terlalu sakit hati oleh ibu kandungnya sendiri sehingga membuat dia pernah terlibat penyalahgunaan narkoba yang membuatnya menjadi narapidana.


Azio berjalan ke arah adiknya, dia mendekap adiknya dan memeluknya erat, dua orang saudara kembar yang saling menumpahkan rasa dalam hati.


Aryo mengangkat kepalanya kemudian menatap dalam Azio yang membuatnya kembali menunduk. "Kita akan menjelaskan semua ceritanya kepada Agnes dan kalaupun nanti aku masuk penjara, setidaknya dendamku sudah terbalaskan."


Aryo bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan kerja Azio, dia berjalan pergi dan akan melakukan hal terakhir yang akan dia lakukan.


"Aryo! Abang cuma mau pesan kamu harus berhati-hati, tidak semua semudah rencanamu, dan selalu ingat Allah dek."

__ADS_1


Aryo mengangguk kemudian berlalu dari hadapan Azio.





Ada cerita apa yah?


Kalau komennya banyak kita up lagi yang banyak wakakaka pembaca senang author senang~


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


__ADS_2