Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 19. Bang Hadi


__ADS_3

Aryo kini sedang mengendarai mobil milik Azio, Dimata Agnes dia masih Azio padahal Azio yang asli belum pernah bertemu Agnes dan Azio memang dosen tetapi bukan Dosen di fakultas Agnes.


Tujuan Aryo sendiri adalah dendam dihatinya sehingga dia meneror Glenda, dia sudah berhasil membuat Bu Sinta, objek utamanya menderita dan Aryo tidak ingin berhenti disitu saja dan dia masih belum membereskan Glenda.


Aryo memarkirkan mobilnya di pinggir jalan sebuah tempat, dia mengambil ponselnya dan memeriksa beberapa rekaman yang dia pegang, dia akan menjebloskan Glenda dan Bu Sinta sekaligus ke polisi.


Yah, Aryo kini sudah berada di depan kantor polisi tempat dia memarkirkan mobil milik Azio, dengan yakin Aryo turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kantor kepolisian setempat itu.


Aryo berjalan masuk ke dalam kantor polisi itu, sesampainya disana Aryo langsung bertemu dengan seorang pria lagi.


"Aku sudah punya buktinya, Bang," ujar Aryo saat duduk di kursi yang hanya dibatasi meja di depan seorang polisi.


Pria yang di panggil Abang itu membalikkan badannya dan menatap Aryo dalam, dia kemudian menghela napas panjang segera mengambil ponsel dari Aryo.


"Abang kira Mama hanya menelantarkan Abang, kamu dan Azio tapi ternyata dia juga menelantarkan anak perempuannya yaitu Agnes adik kita sendiri," jawab pria itu yang membuat Aryo menganggukkan kepalanya.


"Begitulah Bang, aku bahkan ragu kalau dia ibu kandung kita," jawab Aryo yang membuat pria itu mengangguk-anggukan kepalanya.


"Abang mau nanya dek, Azio tadi nelepon Abang katanya kamu nabrak Bu Sinta sampai dia masuk rumah sakit yah?" tanya pria itu yang membuat Aryo menghela napas panjang kemudian membuangnya.

__ADS_1


Lumayan hening sebelum akhirnya Aryo menganggukkan kepalanya penuh keyakinan bahwa dialah, pelakunya.


Pria itu berdiri dan berjalan di belakang Aryo dia menepuk pundak Aryo pelan sebelum meninggalkan Aryo disana sendirian.





Glenda dan Bu Sinta kini sedang berada di rumah sakit mempersiapkan rencana untuk mencelakai Agnes lagi.


"Iya Ma! Aku juga tahu, aku bakal usaha cari tahu lagi gimana caranya aku mencelakakan Agnes dan gak akan membiarkan dia hidup tenang bersama Mas Halim," jawab Glenda yang sedang memeriksa ponselnya.


Disaat mereka berdua tengah sibuk dengan pikirannya, dua orang polisi yang di pimpin oleh pria yang tadi di temui oleh Aryo datang ke ruangan itu.


"Selamat siang!"


"Siang? Ehm, Bang Hadi? Abang ngapain disini," jawab Glenda mengenal pria yang tadi ditemui oleh Aryo.

__ADS_1


"Maaf, Saudari Glenda dan Bu Sinta kami tangkap atas laporan pembunuhan berencana terhadap ibu Agnes yang mengakibatkan celaka pada saudara Halim," jawab Hadi yang tidak memperdulikan pertanyaan Glenda. "Amankan mereka!"


Dua orang polisi bersama Hadi tadi langsung bergerak mengamankan Glenda dan Bu Sinta, mereka berdua sontak memberontak saat di amankan oleh kepolisian yang langsung membawa mereka berdua menuju kantor polisi.


Dikarenakan kondisi Bu Sinta yang tidak terlalu parah jadi atas izin dokter dia bisa langsung di amankan ke kantor polisi untuk di mintai bukti.


Hadi hanya menatap Glenda dan Bu Sinta di bawa oleh dua orang polisi yang bersamanya, sebenarnya ada terbersit rasa tidak tega bukan karena Bu Sinta tapi karena Glenda.


Glenda adalah mantan kekasih dari Hadi yang terpisah karena Hadi harus melanjutkan pendidikannya di akademi kepolisian dulu.





Akan semakin banyak teka-teki dan wuahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhgggyy


Terimakasih sudah setia jangan lupa like dan Favoritkan Novel ini yahhhhh KOMENTAR YANG BANYAK SOALNYA AUTHOR SUKA KOMENTAR KALIAN ehe~

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2