Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 30. Balasan itu Nyata


__ADS_3

Glenda kini sedang berada di rumahnya, membaca surat panggilan polisi untuk bertemu dengan Halim dan Agnes nanti siang.


"Argh!" Glenda melemparkan kertas itu ke sembarang arah kemudian duduk dengan posisi kesal.


Disaat Glenda menenangkan dirinya sendiri, ponselnya berdiri yang membuat Glenda mengangkatnya, panggilan telepon itu berasal dari kepala divisi di perusahaan miliknya.


"Ada apa?" tanya Glenda menempelkan ponselnya ke area telinga.


"Maaf Bu, Hartawan Corp milik Pak Halim, mencabut saham serta suntikan modalnya tempo hari yang membuat krisis kas perusahaan lagi Bu, karyawan sudah menuntut gaji mereka, harusnya dibayarkan hari ini tapi tidak jadi karena Pak Halim mencabut suntikan dana itu," jelas kepala divisi itu dari balik telepon.


"Hah! Kamu bercanda yah! Gak mungkin!" jawab Glenda. "Kamu tenangin karyawan lain, bilang saya akan segera ke sana."


"Baik, Bu."


Glenda meraih tasnya kemudian berjalan keluar dari rumah, Glenda masuk ke dalam mobilnya kemudian mengendarai mobilnya menuju rumah sakit bukan kantornya.


Glenda ingin berbicara kepada Halim tentang apa alasannya melakukan putusan secara sepihak begini.


"Pasti dia di hasut Agnes! Aku gak terima Mas Halim gini, Agnes sudah merebut semuanya dari aku!" kesal Glenda semakin mempercepat laju kendaraannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Glenda sampai di depan rumah sakit, dia memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju ruangan Halim, tapi baru di koridor dia sudah melihat Agnes dan Halim yang sedang ingin pulang.


"Mas!" teriak Glenda berjalan menghampiri Halim.


Halim menggerakkan giginya dan mengepalkan tangannya tapi Agnes segera mengelus bahu Halim dan memberinya kode untuk sabar.


"Ngapain kamu disini!?" tanya Halim yang sudah tidak ingin berkata lembut lagi dengan Glenda.


"Harusnya aku yang nanya, kenapa Mas nyabut saham secara sepihak?" ujar Glenda yang mengajukan pertanyaan balik.


"Terserah saya! Ini saham milik saya dan dana milik saya, bagus saya tidak menjebloskan kami ke penjara karena merupakan otak dari rencana pembunuhan Agnes!"


"Sudahlah Glenda! Pergi dan jangan muncul di hadapan saya, saya tidak ingin melakukan hubungan apapun lagi dengan kamu," ujar Halim.


Glenda kesal, dia menatap Agnes bengis. "Nes! Asal kamu tahu yah! Aku udah duluan ngerasain hubungan ranjang dengan suami kamu ini, walaupun dia bukan yang pertama, so selamat menikmati bekasku!" ujar Glenda yang membuat Agnes tetap tersenyum.


"Jika aku adalah Mbak Glenda, mungkin aku akan marah dan ngamuk saat tahu wanita lain pernah melakukan hubungan badan dengan suamiku sebelum menikah denganku, sayangnya aku bukan Mbak Glenda," jawab Agnes mendorong kursi roda Halim pergi. "Aku cuma mau bilang Mbak, karma memang tidak ada tapi balasan Allah itu yang nyata, assalamualaikum."


Agnes perlahan mendorong kursi roda Halim menjauh dan hilang dari pandangan Glenda, disaat Glenda kesal dia merasakan bahwa dadanya sakit dan menjalar ke persendiannya.

__ADS_1


Glenda tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia langsung jatuh ke lantai merasakan sakit tak tertahankan dan tidak mengingat apapun lagi.


Glenda kembali membuka matanya di dalam sebuah ruangan rumah sakit dan ad seorang dokter bersama, Glenda kesulitan menggerakkan badannya.


"Dok, saya kenapa Dok?" tanya Glenda yang membuat Dokter yang ada disana menatap Glenda Iba.


Dokter itu tidak langsung menjawab, dia hanya menatap Glenda kemudian mengambil sebuah kertas berisi hasil pemeriksaan Glenda.


"Dari hasil pemeriksaan kami, Mbak Glenda menderita penyakit jantung koroner yang mengakibatkan sakit dadakan di area dada dan lumpuh sementara dibagian persendian selama rasa sakit datang, saran kami jangan banyak beraktifitas takutnya ada insiden yang bisa membuat jantung Bu Glenda berhenti bereaksi," jelas dokter itu yang membuat Glenda rasanya menderita serangan jantung susulan sekarang.





Glenda Oh Glenda


Assalamualaikum

__ADS_1


__ADS_2