Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 06. Mendominasi Mas Suami


__ADS_3

Subuh-subuh sekali Agnes terbangun dari tidurnya, dia melirik jam di sana menunjukkan pukul empat subuh, sayup-sayup dia mendengar suara Adzan dari masjid terdekat.


Agnes bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi, dia sudah membersihkan sisa make up di wajahnya sewaktu terbangun tengah malam tadi jadi dia hanya perlu bersih-bersih sedikit sebelum melaksanakan sholat subuh.


Kamar mandi di rumah Halim berada di luar kamar, sehingga Agnes harus keluar dulu dari kamar untuk mengambil wudhu.


Setelah mengambil wudhu, Agnes kemudian kembali ke kamar dan dia mendapati Halim sudah duduk di sofa tempat dia tidur dengan keadaan menatap Agnes.


"Udah bangun?" tanya Agnes bersikap biasa saja kemudian berjalan menuju tasnya untuk mengambil mukena. "Sana cuci muka, ambil wudhu."


"Kamu gak ada hak, ngatur saya!" jawab Halim dingin.


Agnes mengabaikan Halim, Agnes berjalan ke arah lemari pakaian Halim bermaksud mencari baju Koko untuk Halim.


"Lancang kamu yah! Ngapain kamu bongkar pakaian saya!" Halim berdiri hendak menghampiri Agnes tapi Agnes keburu menutup pintu lemari dan menghampiri Halim duluan.


"Mas lupa yah? Mana ada istri yang bisa disebut lancang di dalam rumah suaminya sendiri," jawab Agnes memberikan baju Koko dan sarung sholat kepada Halim.


"Saya gak mau sholat, Agnes!" ujar Halim mendelik kesal.


"Aku gak maksa sih Mas, tapi tahu gak, Allah itu gak memaksa kita buat masuk surga tapi Allah gak menjamin kita tenang di neraka, jadi kalau Mas gak mau, yang rugi bukan aku," jawab Agnes pada Halim.


Halim terdiam, dia menghela napas panjang kemudian mengambil baju Koko pemberian Agnes dan sarung sholat tadi.


Halim berjalan keluar dari kamar dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, sedangkan Agnes dia hanya berdiri terdiam karena berhasil mendominasi suaminya.


Setelah selesai, Halim kembali ke kamar dan melakukan sholat berjamaah dengan Agnes, mereka berdua sholat dengan khusyuk, sampai ada pada posisi dimana Agnes menyalami Halim di akhir sholat.

__ADS_1


Jantung Halim berdebar, entah kenapa aura Agnes seolah menenangkan batinnya, tapi Halim segera menepis semua itu dan berharap ini hanya sugesti dari semua ini.





"Masak apa sih kamu! Cuma nasi goreng gini!" Halim menggebrak meja yang dimana Agnes tengah memakan nasi gorengnya.


Pagi ini Agnes hanya membuat sarapan nasi goreng untuk dirinya dan Halim setelah sudah menyiapkan pakaian Halim.


"Kalau gak mau makan yaudah," jawab Agnes terus memakan nasi gorengnya dan mengabaikan Halim.


Disaat seperti ini, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dimana Agnes langsung bangkit dan membukakan pintu yang ternyata itu adalah Glenda.


"Gak usah basa-basi yah Nes! Dimana Mas Halim?" tanya Glenda pada Agnes.


"Oh suamiku? Ada di dalam, kenapa? Ingin bertamu?" tanya Agnes yang membuat Glenda mengabaikan Agnes.


Glenda langsung masuk dan menemui Halim yang duduk di meja makan. "Sayang! Aku kangen, siang ini kita jadi kan?"


"Sayang, kamu kok gak ngabarin mau kesini, jadi dong, kamu mau makan dimana?" tanya Halim memeluk Glenda.


"Terserah deh, Mas ini aku bawain Mas steak buat sarapan, aku pasti tahu kalau Mas gak suka sarapan orang miskin kayak gini," jawab Glenda menaruh totebag berisi makanan itu ke meja makan.


"Kamu tahu aja, mana sini aku mau makan," Halim hendak meraih totebag berisi makanan itu namun di ambil duluan oleh Agnes.

__ADS_1


"Mas Halim, gak boleh makan ini," ujar Agnes mengambil totebag tersebut yang membuat Glenda kesal kepadanya.


"Apa-apaan sih! Balikin Gak!"


"Aku bilang, Mas Halim gak bisa makan ini, Mbak Glenda ga ingat ini jam berapa, ini waktu sarapan dan Mbak udah ngasih Mas Halim sarapan beginian, bukannya apa yah, Mas Halim punya riwayat kolestrol dan ngonsumsi steak beginian buat sarapan itu gak worth itu buat kesehatan Mas Halim," jelas Agnes yang membuat Glenda kesal bukan main.


"Tahu apa kamu!"


"Harusnya aku yang nanya, selama kalian pacaran, Mbak tahu apa aja tentang Mas Halim, kalau Mbak gak percaya tanya aja Mas Halim apa yang aku katakan itu benar," Agnes mengambil tasnya yang ada dimeja. "Aku mau kuliah dulu."


Agnes menyalami tangan Halim selaku suaminya kemudian berjalan ke arah Glenda, Agnes mengembalikan totebag makanan itu kepada Glenda dengan menekan totebag itu di dada Glenda.


"Sekarang Mbak tahu kan? Siapa pemeran utamanya? Assalamualaikum," bisik Agnes kemudian berjalan pergi keluar dari rumah.





TIm Agnes mana suaranya


Mau Crazy Up asal pada rajin komen nih :)


Jangan lupa like yah!


Assalamualaikum

__ADS_1


__ADS_2