Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 31. Penjelasan


__ADS_3

Agnes kini mendorong kursi roda Halim masuk ke dalam kantor kepolisian dimana sudah ada Hadi di dalam sana.


Sesampainya di dalam sana, Halim dan Agnes langsung segera menghadap kepada Hadi, yang membuat Agnes bingung disana juga ada dosennya.


"Pak Azio?" tanya Agnes pada Aryo yang Agnes kira adalah Azio. "Kok ada dua?"


"Nanti kita jelasin yah," ujar Aryo yang membuat Agnes tidak ingin berpikir jauh lagi.


Halim kini duduk di kursi yang sudah di sediakan sementara Bu Sinta juga sudah di datangkan di dalam ruangan yang sama.


Halim kembali geram melihat Bu Sinta yang membuat Agnes segera menenangkan suaminya itu.


"Tante! Saya gak nyangka yah sikap baik saya selama ini Tante balas begini!" ujar Halim yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


"Halim, Tante bisa jelasin ini bukan salah Tante," jawab Bu Sinta yang memang segan kepada Halim.


"Sudah! Saya gak peduli lagi dengan apapun alasan Tante, asal Tante tahu jika saja saya datang terlambat saat itu mungkin istri saya sudah Tante bunuh dan itu adalah anak Tante sendiri," ujar Halim yang membuat Bu Sinta terdiam.

__ADS_1


"Tante gak ada niatan buat ngebunuh Halim, Tante hanya ingin memberi pelajaran kepada Agnes," jawab Bu Sinta membela diri.


Halim tidak bersuara lagi, rasa kesal di dalam hatinya sungguh membuat dia sudah kehabisan kata-kata, disaat itu pula Hadi mengambil untuk menghandle suasana.


"Tenang, selain untuk memberikan keterangan kepada Pak Halim terkait masalah ini, niat saya mengundang Pak Halim beserta istri adalah untuk menjelaskan sebuah fakta," ujar Hadi yang membuat Agnes mendelik ke arahnya. "Dan rasanya bukan saya yang pantas menjelaskan ini, tapi Bu Sinta sendiri."


Bu Sinta tampak sudah tidak memiliki kekuasaan lagi untuk arogan sekarang tujuannya adalah mengemis kepada Halim dan Agnes untuk mencabut tuntutannya.


"Agnes, Mama tolongin Mama, Nes, Mama gak mau di penjara," ujar Bu Sinta yang membuat Aryo di ujung sana menatap Bu Sinta jijik.


"Aryo!" Hadi angkat suara yang membuat Aryo bungkam seketika. "Jelaskan Bu."


"Agnes, maafin Mama Nes, sebenarnya kamu, Hadi, Aryo dan Azio itu adalah saudara," jelas Bu Sinta yang membuat Halim dan Agnes terkejut.


"M-maksud, Mama?" tanya Agnes yang masih belum bisa mencerna isi pikirannya.


"Dulu sebelum kamu lahir, Mama pernah menikah dengan seorang pengusaha dan punya tiga orang anak, yaitu Azio, Aryo dan Hadi, tapi suami pertama Mama meninggal dan akhirnya Mama membuat ketiga kakak kamu," jawab Bu Sinta yang membuat Agnes makin terkejut lagi. "Ini semua salah Mama, harusnya Mama gak ngebuang kakak-kakak kamu, sampai akhirnya Mama menikah sama Papa kamu dan lahirlah kamu, Mama menyesal juga sudah meninggalkan kamu dan papa kamu dulu karena Mama memilih menikah lagi dengan Papa Glenda."

__ADS_1


"J-jadi? Mereka kakak aku?" jawab Agnes berusaha menerima fakta yang menelan batinnya itu.


"Benar, Agnes, mereka kakak kamu," jawab Bu Sinta kembali.


Tubuh Agnes rasanya lemas, seburuk itukah ibu kandungnya, Aryo dan Azio juga ikut lemas akhirnya mereka berdua tahu alasan mereka dibuang karena selama ini hanya Hadi yang tahu.


Hadi beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Agnes, dia menatap Agnes dari pandangan singkat yang membuat Agnes menunduk.


"Dek, walaupun kita beda ayah, Abang akan tetap sayang sama kamu, maafin Abang terlambat datang dan membiarkan kamu menderita setahun lamanya," ujar Hadi kemudian memeluk Agnes.


Agnes menangis di dalam dekapan kakaknya itu, Agnes kira selama ini dia sendiri ternyata dia punya tiga Guardian lagi ditambah Halim yang berarti Agnes memiliki empat Guardian pelindung di dalam hidupnya.




__ADS_1


__ADS_2