Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 46. Ketar Ketir Dunia Oca


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul dua siang, Oca sedang berdiri di depan kantor milik Halim, bermaksud untuk menemui Halim.


Perusahaan milik Halim sendiri bergerak di bidang pengembangan makanan seperti coklat dan ritel dimana Halim sebagai owner-nya menggantikan Papanya.


Oca membawa sesuatu ditangannya sebuah paperbag berisi makan siang yang dia maksudkan untuk Halim, Oca kemudian berjalan masuk ke dalam sana tapi sebelum masuk dia dihadang oleh seorang satpam.


"Maaf Mbak, sepertinya bukan karyawan disini, ada keperluan apa yah?" tanya Satpam tersebut kepada Oca.


Oca menghela napas sejenak kemudian menatap satpam itu. "Saya rekan kerjanya Pak Halim, dan saya sudah ada janji temu."


Sebenarnya Oca berbohong, dia tidak memiliki janji temu apapun dengan Halim sama sekali.


Satpam tersebut menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Oca untuk masuk, Oca melangkahkan kakinya masuk dan memilih menggunakan lift setelah bertanya dimana ruangan Halim.


Denah kantor Halim itu adalah tiga tingkatkan, dimana tingkat dasar untuk resepsionis dan Lobby utama, tingkat kedua sebagian digunakan untuk ruangan meeting dan ruang cleaning service sebagiannya lagi dan tingkatan ketiga sebagai rusngan divisi dan ruangan kerja Halim.


Ting.


Suara pintu lift yang terbuka membawa Oca masuk ke dalam lift itu, Lift itu sendiri sedang kosong sehingga mudah bagi Oca untuk naik ke atas.


Pintu kembali tertutup saat Oca menekan lantai tiga dan tak lama kemudian lift itu kemudian bergerak ke atas.


Ting.


Sesampainya di lantai tingkat tiga, lift kembali terbuka, Oca keluar dari sana dengan membawa paperbagnya menuju ruangan Halim.


Tok!


Oca mengetuk pintu ruangan Halim, karena pintu ruangan Halim itu sejenis smart door yang dimana menggunakan akses card dan gerakan si pemilik untuk terbuka.

__ADS_1


"Masuk!"


Halim berteriak dari dalam yang membuka pintu yang awalnya terkunci menjadi terbuka, Oca membuka pintu tersebut kemudian masuk ke dalam.


"Hai Halim?"


Halim yang fokus ke laptopnya mengangkat kepalanya dan menghela napas panjang saat mengetahui itu adalah Oca. "Ada apa Ca?"


"Aku cuma nganterin makan siang, nih kamu makan dulu."


Oca duduk di kursi yang ada dihadapan Halim, hanya dibatasi oleh meja kerja Halim.


"Maaf yah Oca, saya sudah ada makanan dari istri saya, dan saya harus menjaga pola makan."


Halim berdiri kemudian mengambil sebuah kotak makan dari lacinya, Halim berjalan keluar dari ruangan itu disusul oleh Oca.


"Lim! Sayang banget kalau gak kamu makan, nanti mubazir loh," ujar Oca menarik tangan Halim.


"Ish! Ini makan siangnya seenggaknya kamu makan kek," jawab Oca yang membuat Halim mengusap wajahnya.


Halim menerima paperbag Oca yang membuat Oca tersenyum sebelum Halim memanggil seorang Karyawan. "Ardi, ini ada makanan buat kamu."


Karyawan yang dimaksud mendatangi Halim. "Serius, Pak?"


Halim mengangguk yang membuat Ardi menerima makanan itu kemudian berjalan meninggalkan Halim dan Oca.


"Kok dikasih orang?"


"Kamu bilang mubazir yaudah," jawab Halim berjalan menuju dapur umum kantor ini yang terletak dilantai yang sama.

__ADS_1


Sebenarnya Halim bisa saja menyuruh seseorang mengambil air dan piring untuknya tapi dia lebih memilih melakukannya sendiri.


Disaat Halim sedang mengambil piring, Oca masih mengikutinya dengan perasaan kesal karena Halim bersikap dingin padanya.


Halim tengah memegang gelas bermaksud membuat kopi yang membuat Oca langsung merebut gelas itu dari Halim.


"Gausah Oca, saya bisa sendiri."


Karena insiden ini membuat Oca bersikeras menarik gelas itu dan secara tidak sengaja jatuh ke pelukan Halim, Halim reflek menyingkir dari Oca yang dimana gelas yang mereka perebutkan jatuh beserta makan siang Halim yang tidak sengaja disenggol Oca.


"Hah! Saya udah sabar yah, keluar kamu, kamu dari pagi gangguin saya terus, kalau gaada urusan penting, lebih baik kamu pergi."


Halim menyugar rambutnya kesal, mendengar itu membuat Oca melangkahkan kakinya kesal meninggalkan Halim.


Disaat Oca hendak turun ke lantai bawah, sebuah foto dimana saat tadi Oca tidak sengaja memeluk Halim terkirim di ponselnya.


"Kerja bagus," gumam Oca membalas pesan dari seseorang yang memfoto mereka tadi.


Oca kemudian mengsend foto tersebut kepada Agnes bermaksud membuat Agnes OVERTHINKING.


Agnes sendiri tengah berada di kantin kampusnya makan siang, sebuah pesan masuk yang membuat Agnes mengambil ponselnya.


"Dari siapa Nes?" tanya teman kuliah Agnes yang sedang makan siang bersamanya.


"Biasa, ada pesan Mama minta pulsa," jawab Agnes mengabaikan foto yang dikirim.



__ADS_1



Sumpah kasian sama Oca dikacangin terus :)


__ADS_2