Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 08. Suaminya Agnes


__ADS_3

"Sayang, ayok makan siang," Glenda membuka pintu ruangan kerja Halim.


Halim yang sedang fokus pada laptopnya mengangkat kepala dan menatap Glenda yang sudah ada di depannya, Glenda langsung mencoba duduk di pangkuan Halim tapi Halim langsung menolak.


"Kenapa sih?"


"Kamu tahu kan, seisi kantor ini udah tahu kalau saya sudah menikah dengan Agnes, kalau mereka lihat kita begini, apa kata mereka, kita memang masih pacaran tapi kita harus lihat situasi dan kondisi, Glenda," jelas Halim yang membuat Glenda menatap malas. "Lagipula bukan mahram kan?"


Mendengar itu membuat Glenda tertawa sejenak, tidak pernah dalam hidupnya mendengar Halim mengucap kalimat seagamis itu.


"Aduh Mas, kamu baru dua puluh empat jam serumah sama Agnes tapi kamu udah kayak gini," ujar Glenda yang membuat Halim hanya menatapnya sejenak. "Udah yuk, aku lapar."


"Yaudah kita cari restoran dekat sini saja yah," Halim menutup laptopnya kemudian membuka laci bermaksud mengambil kunci mobilnya.


Tapi baru saja dia membukanya dia melihat ada dompet Agnes di dalam lacinya, tadi pagi memang Halim melihatnya di meja makan dan berpikir akan menyusul Agnes tadi pagi karena dompetnya ketinggalan tapi rupanya dia kehilangan jejak.


"Mas, ayok!" Glenda sudah semakin mendesak Halim yang membuat Halim menatap dompet itu secara bergantian dengan wajah Glenda.


"Kamu makan siang sendiri aja dulu yah, aku ada urusan penting kayaknya," jawab Halim berdiri kemudian berjalan meninggalkan Glenda di ruangannya.


"Mas, mau kemana sih?" tanya Glenda berusaha mengejar Halim tapi Halim sudah menghilang dari hadapannya. "Pasti Agnes lagi! Agnes lagi!"


Glenda berdecak kesal dia menendang pot bunga disampingnya yang malahan membuat kakinya kesakitan.


"Sial! Ini semua karena Agnes!" kesal Glenda berjalan sedikit pincang pergi dari ruangan Halim.

__ADS_1





Kini Agnes hanya duduk di ruangan kelasnya sesuai melaksanakan sholat dhuhur, sebenarnya setelah ini tidak ada kelas mata kuliah lagi bagi Agnes, dikarenakan dirinya bingung harus melakukan apa jadi dia memilih diam saja sebentar disana.


Lagipula Agnes juga menunggu sahabatnya ~Daniah yang ingin dia tumpangi pulang tapi Daniah ada kelas sore sehingga Agnes harus menunggu.


Ingin pulang sendiri, Agnes tidak membawa uang sepeserpun, biaya angkot ke kampus saja itu adalah uang receh Agnes yang memang sudah ada di tasnya.


Ingin menelepon Halim, Agnes sendiri belum pernah bertukar nomor dengan Halim sehingga tidak ada pilihan lain bagi Agnes.


Sebenarnya Agnes tidak ada masalah kalau di suruh menunggu tapi masalahnya sekarang Agnes sedang lapar tapi dia tidak punya uang sepeserpun.


"Makan."


Agnes mengangkat kepalanya dan menatap sosok tersebut. "Mas Halim? Mas ngapain disini?"


"Gak urusan kamu itu saya mau ngapain aja disini, makan itu kamu udah lapar kan?" jawab Halim yang berujung pertanyaan.


Agnes hanya tersenyum kemudian mengangguk, Agnes meraih box berisi makanan itu kemudian mulai memakannya.


Halim hanya menatap moment itu sambil sesekali tersenyum. "Kamu kelaparan! Pelan dong makannya!"

__ADS_1


Halim mengambil tisu kemudian mengusap pipi Agnes yang belepotan. "Jangan belepotan, saya gak mau ada yang lihat istri seorang Halim jorok kayak kamu! Dan jangan Geer."


"Saya kesini ingin mengembalikan dompet kamu, lain kali jangan teledor, saya tahu kampus kamu dari kartu mahasiswi kamu," lanjut Halim memberikan dompet Agnes kembali.


Agnes hanya diam saja tersenyum kemudian lanjut menghabiskan makanannya, disaat momen seperti ini tiba-tiba saja Azio datang.


"Loh, Agnes belum pulang, lah kamu siapa, Mahasiswa sini juga?" tanya Azio pada Agnes dan Halim.


"Eh Pak Azio, belum pak oh iya kenalin ini Mas Halim, suami aku," jawab Agnes yang membuat Azio mengangguk.


Azio menjulurkan tangannya hendak menjabat Halim yang langsung dibalas oleh Halim.


"Halim Guna Hartawan, SUAMINYA Agnes!" ujar Halim penuh penekanan.


"Saya Azio, dosennya Agnes," jawab Azio yang membuat kini keduanya saling bersitegang dalam tatapan dan hebatnya Agnes malah lanjut makan.





Tim Azio atau Halim?


Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like


__ADS_2