Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 27. Apakah Kamu Marah?


__ADS_3




Setelah kepergian Glenda, Agnes kembali masuk ke dalam ruangan rawat dari Halim, di dalam sana Agnes melihat Halim yang sedang duduk mengatur napasnya.


"Engap yah? Sapa suruh teriak," ujar Agnes duduk di kursi yang ada di samping ranjang Halim. "Mau lanjut, makan?"


Halim menggelengkan kepalanya kemudian duduk menghadap ke arah Agnes, Agnes yang melihat itu memangku pipinya dengan posisi siku di ranjang menatap Halim.


"Kenapa hidup itu ruwet yah, kok kamu masih bisa bersikap seolah tidak ada apa-apa, padahal yang hidupnya lebih rumit disini itu, kamu," ujar Halim yang membuat Agnes tertawa pelan. "Malah ketawa."


"Masa sih ruwet, lagian kalau gak ruwet yah bukan hidup namanya," jelas Agnes yang membuat Halim kembali terdiam.

__ADS_1


"Kamu orangnya terlalu berbaik sangka dengan keadaan," jawab Halim yang membuat Agnes meraih wajah suaminya.


Desir angin dari AC pendingin ruangan menebar ke seluruh badan Halim saat sentuhan tangan Agnes menjamah wajahnya.


Bulu-bulu halus di sekitar wajahnya bahkan ikut meremang karena sentuhan lembut dari jari jemari halu


"Rasulullah tuh pernah bersabda Mas, Jauhilah dari kalian prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kalian saling memata-matai, saling mencari aib orang lain, saling berlomba-lomba mencari kemewahan dunia, saling dengki, saling memusuhi, dan saling memutuskan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara," jawab Agnes. "Berprasangka baik bukan hanya terhadap keadaan tapi juga dalam sesama kita."


Halim menatap intens Agnes, betapa bodohnya Halim dan jauhnya dia dari agama ketika di hadapkan oleh sosok Agnes.


"Kehidupan terkadang tidak seperti yang kita inginkan, pasang surut kehidupan itu ada, tapi itulah tujuan utama dari hidup bukan? Ujian itu ada tapi Allah gak akan memberikan ujian yang melampau batas kemampuan umatnya," jelas Agnes kembali.


"Nes, saya ingin jujur tentang apa saja yang sudah saya lakukan dalam hubungan saya dan Glenda," ujar Halim menghela napas panjang. "Saya takut ketika kamu mendengar ini, kamu akan berubah pikiran dan meninggalkan saya."


Agnes menatap Halim dan masih berusaha tersenyum, Halim menyugar rambutnya dan mengusap wajahnya seperti ada penyesalan dari masa lalu.

__ADS_1


"Setahun lalu, saya dan Glenda pernah liburan akhir tahun di sebuah villa dan kami melakukan hubungan badan itu, tapi itu yang pertama dan terakhir, saya berani bersumpah dan itu sudah sangat lama dan saya bisa menjamin pengaman dalam hubungan badan kami," jelas Halim yang sontak membuat Agnes mengucap istighfar.


Agnes diam, dia belum bereaksi apa-apa selain kata istighfar yang berdesis di dalam mulutnya.


Hening seketika melanda sekitar ruangan itu, detak jantung Halim semakin mendetak kencang setelah kejujuran yang ia lontarkan.


Sementara Agnes, air matanya jatuh perlahan mendengar sebuah fakta yang sangat diluar daya ekspetasinya tentang hubungan Glenda dan Halim selama ini.





Maaf, Author telat update kemarin down banget, gak bisa ngapa-ngapain jadi harus istirahat dan habis sholat subuh baru agak enakan dan bisa nulis dan Author juga sedang mempersiapkan diri untuk kuliah awal tahun mendatang jadi yah, down, tepar, kejungkal anggap aja pemanis dari perjuangan hehe.

__ADS_1


Seperti biasa, hari ini update 4-5 Episode tapi bertahap yah~ sebelum lanjut membaca silakan berikan bintang lima di Novel ini.


Makasih doanya kemarin, I Love you :)


__ADS_2