
Oca menekan bantal itu ke wajah Agnes tapi sebelum menekan terlalu dalam, tangan Agnes tiba-tiba bergerak dan menarik tangan Oca.
"Tidak sepintar yang aku kira," bisik Agnes yang membuat Oca terkejut.
"TANGKAP DIA!" teriak Hadi yang sudah berada di ruangan itu bersama dua anggota polisi.
Oca berusaha kabur tapi Aryo langsung menangkapnya dan melumpuhkannya. "Kau sudah terlalu banyak bertingkah!"
"Halim! Aku gak salah Lim!" teriak Oca pada Halim yang juga berada disana.
Halim hanya diam, dia memilih berjalan ke arah Agnes, sementara Glenda dia berjalan ke arah Oca dan menepuk pundaknya.
"Apa yang kau tanam itu yang kau tuai!"
Oca kemudian dibawa pergi oleh kedua polisi itu dan akan di proses atas pidana pembunuhan berencana terhadap Agnes, setelah ini mereka semua berharap tidak ada lagi benalu dalam kehidupan Agnes dan semuanya.
•
•
•
8 Bulan Kemudian.
Ini adalah Bulan-bulan yang paling Agnes tunggu, setelah kemarin melakukan USG, Agnes dan Halim mengetahui bahwa bayi mereka adalah berjenis kelamin pria.
Halim tidak sabar menunggu kelahiran buah hatinya bersama Agnes, ditambah sekarang tidak ada lagi gangguan.
__ADS_1
Bahkan usaha restoran Agnes sudah berkembang pesat.
"Sayang! Kamu udah siap?" tanya Halim turun dari tangga.
Agnes sudah berada di sofa ruang tamu saat Halim turun, mereka akan menghadiri akad nikah pernikahan Hadi dan Glenda hari ini.
Sesampainya di hadapan Agnes, Halim langsung mencium perut Agnes. "Kamu gak usah pergi deh, nanti kamu capek."
"Gapapa Mas, aku gak mungkin melewatkan pernikahan Bang Hadi dan Mbak Glenda."
Kalau sudah begini, Halim hanya bisa pasrah saja mendengarkan ucapan Agnes.
Dengan dibantu Agnes kemudian berjalan keluar dari rumah menuju mobilnya di usia kandungan seperti ini, Agnes kesulitan membawa perutnya karena sudah agak membesar.
•
•
•
Suara Hadi melengking di ruang akad itu membuat semuanya terdiam seketika.
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!"
Seusai kalimat SAH itu terucap semuanya sontak menundukkan kepalanya membaca doa, mereka semua larut dalam doa masing-masing.
__ADS_1
Dan sekarang Hadi sudah sah menjadi suami dari Glenda, Aryo sudah merestui kakaknya itu untuk menikah dengan Glenda sehingga tidak ada lagi sangkutan untuk akad mereka hari ini.
Setelah acara akad itu, Hadi, Glenda, Agnes, Halim, Azio dan Aryo duduk di ruang tamu rumah Hadi mereka semua berbincang tentang keseharian masing-masing dan hal-hal yang mereka lewati.
Begitu banyak plot twist dan cerita dari mereka yang selalu terjadi diantara mereka semua, bahkan banyak kejadian yang sulit dijelaskan.
Disaat semuanya asyik berbicara, Agnes berdiri dan berjalan ke arah jendela, dia menatap langit sore kala itu.
Sungguh menenangkan, disertai hembusan angin yang menerpa wajahnya, Agnes terasa dibawah untuk jatuh kedalam sebuah buaian yang lembut.
"Allah itu baik, Allah yang tahu bagaimana akhir sebuah ujian dari hambanya siapa sangka aku mendapatkan begitu banyak hal baik setelah hal yang kusangka akan menghancurkan hidupku hadir di dalam ceritaku."
Agnes memejamkan matanya. "Papa, sekarang Agnes sudah bahagia, semoga Papa tenang disana."
Inilah kisah Agnes, Agnes merasa kisahnya belum berakhir tapi cukup disini dia menceritakan hal yang terjadi pada hidupnya.
Satu pesan Agnes, dia hanya ingin kita semua jangan menyalahi takdir dari Allah karena Allah lah yang paling tahu hal terbaik tentang kita.
•
•
•
SEKIAN - TAMAT
Assalamualaikum
__ADS_1