Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 49. Drama Yang Baik


__ADS_3

BRAK!


Kotak makanan itu terlempar jauh ke lantai saat tangan seseorang mendorongnya dari tangan Agnes yang hendak memakannya.


Agnes terkejut, dia membalikkan kepalanya menatap orang yang mendorong kotak itu. "Bang Aryo?"


"Jangan dimakan," jawab Aryo yang membuat Agnes mendelik.


"Kok gak boleh, ini kan dari Mbak Glenda," ujar Agnes yang membuat Aryo mengusap wajahnya perlahan.


"Itu bukan dari Glenda," jawab Aryo menyugar rambutnya kembali.


Agnes mendelik mendengar penjelasan Aryo, lantas kalau bukan dari Glenda, ini dari siapa.


Aryo membuka ponselnya kemudian memperlihatkan sebuah foto kepada Glenda yaitu foto dimana Oca tengah menuangkan sebuah bubuk ke dalam makanan yang akan di makan Agnes.


"Astagfirullah, ini Mbak Oca yang kirim?"


Aryo mengangguk, untungnya Aryo tadi sempat melihat bahwa Oca ada di sekitar rumah Agnes saat Aryo menaiki motornya dan memang biasa lewat di daerah rumah Agnes.


"Kamu tenang, ini gak bisa kita biarin gini aja, dia udah mulai nekat."


"Tunggu, Bang Aryo tahu Oca darimana?"


"Ga penting, yang jelas Glenda, Bang Hadi, Halim dan Bang Azio sudah tahu kejadian ini karena Abang tadi sempat menyuruh Bang Hadi mengabari yang lain."


"Bang Aryo mau ngapain?"

__ADS_1


"Membalaskan apa yang harus dibalaskan, Agnes."


Aryo tampak serius dengan kalimatnya, Agnes benar-benar lupa kalau Aryo adalah sosok yang ambisius dalam segala hal.





Oca masih berada di depan rumah Agnes, dia menunggu reaksi dari Agnes didalam sana, apalagi dia melihat Aryo tadi datang, tak lama kemudian Oca melihat Agnes di bopong oleh Aryo keluar dari rumah.


Oca berdecak senang karena dia berpikir bahwa rencananya sudah berhasil, Aryo membopong Agnes ke sebuah taksi yang sudah dia pesan karena Aryo tadi datang memakai motor.


Agnes tampak keracunan sesuatu yang membuat Oca menyisalir bahwa Agnes memakan rujak yang dia berikan.


Sesampainya di rumah sakit, Aryo langsung membawa Agnes masuk ke dalam, Oca jelas mengikutinya untuk memastikan rencananya berhasil.


"Dok! Tolong dok!" teriak Aryo. "Adik saya keracunan."


Tampak seorang dokter keluar tapi tidak seperti biasanya, Dokter ini tanpa tenaga medis lainnya yang membuat Oca curiga tapi Oca membuang jauh pikiran itu.


Setelah Agnes dibawa masuk ke dalam ruangan itu.


"Semoga dia mati! Bersama bayinya kalau bisa!" bisik Oca dalam hatinya.


Tak lama kemudian, Halim, Glenda, Hadi dan Azio datang ke sana, menanyakan kondisi Agnes kepada Aryo.

__ADS_1


Mereka terkejut dan panik atas apa yang terjadi kepada Agnes yang membuat semuanya dilanda rasa cemas sementara Oca di ujung sana berteriak senang dalam hatinya karena rencananya berhasil.


Oca melangkahkan kakinya pergi dari sana, dia sudah memastikan poin kemenangan atas rencananya kali ini dan dia akan kembali nanti saja.





Malam sudah menyambut, ruang rawat Agnes tampak kosong karena semuanya pergi ke musholla masjid untuk sholat isya.


Sementara Agnes ternyata belum sadarkan diri di ruangan rawatnya, melihat itu, Oca mengambil kesempatan untuk menelisik masuk kesana.


Dia melihat Agnes terbaring lemas yang membuat Oca merasa kurang puas sedikit. "Harusnya kamu ikut mati bersama, bayimu Agnes!"


Oca mengambil sebuah bantal dari sofa hendak menutup wajah Agnes dengan bantal itu agar Agnes kesulitan bernapas.


"Selamat tinggal, Agnes."





TBC

__ADS_1


__ADS_2