
"Mas!"
Halim yang hendak masuk ke dalam mobilnya mendengar teriakan Agnes yang membuat Halim membalikkan badannya dan menghentikan aksinya.
Agnes berjalan ke arah Halim dan mencium tangan Halim. "Hati-hati yah."
"Saya hanya ingin ke minimarket, Agnes," jawab Halim yang membuat Agnes menganggukkan kepalanya.
"Gapapa kan hati-hati," timpal Agnes yang membuat Halim menghela napas panjang.
"Udah deh, terserah kamu!" Halim masuk ke dalam mobilnya menyalakan mesin mobil dan hendak pergi segera.
"Waalakumsalam, Mas," ujar Agnes yang membuat Halim menatap Agnes kembali.
"Assalamualaikum," Halim kembali fokus ke depan dan mulai menginjak gas mobilnya.
"Nah gitu dong, Waalakumsalam Mas Suami," jawab Agnes berdiri di posisinya melihat Halim mengendarai mobilnya pergi dari hadapannya sampai menghilang setelah keluar dari halaman rumah.
Seperginya Halim, entah kenapa Halim malah senyum-senyum sendiri, bagi Halim, Agnes itu cukup unik dan seolah mendominasi dirinya padahal istri kontrak itu adalah Agnes dan Halim nahkodanya.
Disaat Halim fokus menyetir, ia mendengar bahwa ponselnya berdering yang membuat Halim mengangkatnya.
"Halo, Glenda, ada apa?" tanya Halim setelah dia mengangkat telepon dari Glenda.
"Mas, aku perlu bicara sama kamu, sekarang," jawab Glenda yang belum sempat Halim menjawab Glenda sudah mematikan sambungan telepon itu.
__ADS_1
Ping!
Sebuah pesan dari Glenda tentang lokasi pertemuan mereka baru saja dikirim oleh Glenda yang membuat Halim harus menuju tempat itu dulu, karena Halim tahu bahwa Glenda tidak suka menunggu lama.
Tak butuh waktu lama, Halim memarkirkan mobilnya di depan sebuah cafe yang di maksud Glenda, Halim masuk ke dalam cafe tersebut dan menuju meja Glenda.
"Ada apa sih Nda?" tanya Halim duduk di kursi yang ada di hadapan Glenda.
"Gaada, aku cuma pengen berduaan sama kamu," jawab Glenda meraih tangan Halim.
Halim mengusap wajahnya dan melepaskan tangan Glenda. "Hanya ini? Saya pikir ada hal yang penting, saya gak bisa have fun sama kamu sekarang, kondisinya udah berubah."
"Berubah gimana? Apa karena kamu udah punya istri? Ingat yah Mas, dia itu cuma istri kontrak dan yang akan jadi istri kamu nanti itu aku!"
"Udahlah Mas, kamu cinta sama dia hah? Di kasih apa kamu sama dia? Kalian baru nikah sehari padahal tapi sikap kamu udah berubah," jawab Glenda yang membuat Halim hanya menatapnya dalam.
"Saya tanya sama kamu, kamu cinta gak sama saya?" tanya Halim yang membuat Glenda mendelik padanya.
"Itu terus yang kamu tanya!"
"Yasudah kenapa kamu harus mempermasalahkan ini, cuma tiga bulan dan saya sama Agnes akan cerai kita bakal nikah nanti."
"Masalahnya sehari aja Agnes udah bikin kamu berubah apalagi tiga bulan, aku gak mau tahu kamu ceraikan Agnes dan cari wanita pengganti lain buat klaim harta warisan papa kamu!" ujar Glenda kesal.
Halim terdiam, dia menatap Glenda dalam, ia menghela napas panjang sebelum sebuah insiden mengalihkan perhatian Glenda dan Halim.
__ADS_1
Sebuah layar lebar yang menggunakan fronter di dalam cafe yang biasa di pakai nobar pertandingan sepak bola tiba-tiba menyala sendiri dengan menampilkan sebuah layar gelap kosong dengan suara seseorang berbicara.
"Lah kan kamu yang minta karena kamu gak mau nikah sama Halim, lagian kenapa gak kamu putusin aja kalau kamu gak mau nikah sama dia?"
"Duh! Mama tuh gak ngerti deh, Halim tuh anak tunggal dan orang kaya, warisan dia banyak makanya aku pertahanin, aku gak mau nikah sama dia bukan karena karir tapi aku gak mau aja nikah sama dia, aku kan cuma mau kebutuhanku di penuhin sama dia."
Itu adalah suara pembicaraan Glenda dan Bu Sinta tadi siang yang sayangnya nama Glenda dan Halim setiap terucap selalu mengalami penyensoran, Glenda yang mengetahui itu suaranya langsung menarik tangan Halim keluar dari cafe itu.
"Apa-apaansih, saya lagi denger itu," ujar Halim yang membuat Glenda mengalihkan perhatiannya.
"Gausah pentingin yang bukan urusan kamu, gimana aku mau kamu cerai sama Agnes dan cari wanita lain!"
"Hah! Kamu gila! Pernikahan itu bukan mainan, kamu hanya ingin saya yang berkorban tapi kamu gak melakukan apa-apa, udah cukup yah Glenda, saya gak mau ketemu kamu beberapa hari ke depan, saya rasa sikap kamu itu udah keterlaluan, saya gak akan memutuskan hubungan kita, tapi saya harap kamu bisa sadar!" ujar Halim pergi meninggalkan Glenda.
"Mas!" Glenda berteriak memanggil nama Halim namun tidak dijawab.
•
•
•
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
__ADS_1