
"Nda, dia siapa?" tanya Hadi pada Glenda disaat mereka sudah agak menjauh.
Glenda membalikkan badannya kepada Hadi dan menatapnya dalam. "Dia tuh bahaya buat Mas Halim dan Agnes."
"M-Maksudnya?"
"Oca itu mantan pacar pertama Mas Halim sebelum sama aku dulu dan sampai sekarang dia masih obsesi buat dapatin Mas Halim," jelas Glenda.
Hadi diam saja mendengar itu, dia tidak menyangka begitu banyak wanita yang memperebutkan sosok Halim, disaat diam begini Aryo dan Azio mendatangi mereka berdua.
"Mbak Glenda, di cari Agnes, katanya butuh bantuan," ujar Azio pada Glenda.
"Oh iya, Bang Hadi aku duluan yah," jawab Glenda berjalan masuk ke dalam resto untuk menemui Agnes.
Kini hanya tinggal Aryo, Azio dan Hadi di luar sana, Hadi masih terpaku dalam lamunannya sebelum Aryo memukul pundaknya.
"Bang Hadi gak akan balikan sama Glenda kan? Aryo gak akan pernah setuju," ujar Aryo yang membuat Hadi terhenyak dalam lamunannya.
"Apaansih Aryo, kalau Bang Hadi pengen balikan sama Mbak Glenda biarin aja," timpal Azio.
"Dia tuh bukan wanita baik-baik deh."
"Affah Iyah?" ledek Azio yang membuat Aryo kesal.
"Udah-udah, bubar sana, kalian tuh ganggu aja," ujar Hadi melerai mereka kemudian beranjak pergi dari sana.
__ADS_1
Hadi kemudian berjalan masuk ke dalam resto meninggalkan Aryo dan Azio, sementara itu Glenda yang sudah ada didalam langsung membantu Agnes.
"Nes, Mbak mau ngomong sesuatu sama kamu," ujar Glenda yang membuat Agnes berbalik menatap Glenda.
"Ada apa Mbak?"
Glenda menarik tangan Agnes menuju tempat yang agak sepi. "Kamu harus hati-hati, tadi Mbak ketemu sama Oca."
"Oca? Siapa Mbak?" tanya Agnes pada Glenda.
"Dia mantan kekasihnya Mas Halim, dia masih belum bisa move on dari Mas Halim, kamu harus berhati-hati dia itu nekat."
Agnes terdiam mendengar itu, dia tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya dia mengangkat kepalanya. "Mbak, tenang yah, aku bisa kok ngehadepin yang kayak beginian."
Glenda mengangguk kemudian kembali lagi ke depan untuk melayani orang-orang yang hadir.
Disaat Agnes sedang berdiri memikirkan semua itu, sebuah sambungan telepon masuk ke ponselnya.
Dari nomor yang tidak dia kenal, Agnes mengangkat telepon tersebut kemudian berjalan ke tempat yang lebih sepi.
"Assalamualaikum, Halo?"
"Hai Agnes, kenalin aku Oca."
Agnes terdiam mengetahui sosok yang menelponnya adalah Oca, Agnes berusaha tenang sekarang.
__ADS_1
"Gak perlu aku jelasin yah tujuan aku apa, mungkin Glenda sudah menjelaskan siapa aku ke kamu, tapi aku cuma mau bilang kamu harus waspada karena aku bakal ngelakuin apapun buat ngerebut, Mas Halim."
"Terserah."
Agnes hanya membalas dengan kata terserah yang membuat Oca terdiam sebelum Agnes melanjutkan kalimatnya.
"Terserah Mbak Oca mau ngelakuin apapun itu terserah, rumah tangga tanpa cobaan rasanya itu kurang fair bagaimana kalau aku nantang Mbak, kalau Mbak bisa bikin Mas Halim tertarik lagi sama Mbak, aku bakal ikhlasin Mas Halim buat Mbak."
"Kamu berani juga yah?"
"Tentu, aku berani karena aku sudah tahu bagaimana jawaban dari tantangan aku ke Mbak, karena Mbak tahu, aku pemeran utama dalam cerita ini," jawab Agnes kemudian mematikan sambungan telepon tersebut. Assalamualaikum."
Benar kata Glenda, Agnes harus berhati-hati sekarang tapi bukan Agnes namanya kalau dia menyerah begitu saja.
•
•
•
Assalamualaikum
author masih sakit tapi sudah lumayan membaik, jadi author selain kena flu juga agak demam dan kemarinnya sempat jatuh di kamar mandi itu yang bikin keliyengan.
Sebenarnya mau update 2 bab tapi pas ngetik bab selanjutnya kepala keliyengan dan susah dibawa duduk.
__ADS_1
Stay terus yah, dan see u