Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 20. Tempat Pulang Terbaik


__ADS_3

Sesampainya di kantor polisi, Hadi langsung mengintrogasi Glenda dan Bu Sinta yang membuat Glenda hanya diam menatap Hadi.


"Ada laporan yang mengatakan disertai bukti jelas bahwa kalian melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan yang dimana adalah pelakunya itu Bu Sinta sedangkan Glenda di kenai sebagai tersangka dari salah satu otak rencana pembunuhan ini, selama kasus ini di proses kalian akan kami amankan disini, selagi menunggu kabar dari pihak Agnes dan Halim untuk kelanjutan kasus kalian," jelas Hadi yang membuat Bu Sinta tidak berkutip lagi.


Sedangkan Glenda, dia hanya diam menatap Hadi. "Bang Hadi! Ini aku Bang! Abang gak ingat aku?"


Hadi menghela napasnya sejenak dia berjalan meninggalkan Bu Sinta dan Glenda di sebuah ruangan dan menenangkan dirinya di luar.


Tidak dia sangka bahwa yang dia tangkap adalah Ibu Kandungnya dan orang dari masa lalunya.


Sebenarnya dari awal Azio dan Hadi tidak setuju tentang rencana bahwa Aryo ingin melakukan balas dendam tapi di sisi lain, jika Aryo tidak melakukan ini, kasian juga Agnes.


Disaat Hadi sedang duduk memikirkan ini semua Azio dan Aryo datang menemuinya yang membuat Hadi menatap sekilas kedua adiknya itu.


"Bagaimana perasaan kalian mengetahui sifat ibu kandung kita seperti ini?" tanya Hadi yang membuat Azio dan Aryo diam. "Aryo, Abang gak membenarkan perlakukan kamu, jadi mungkin kamu akan di proses secara hukum karena mengakibatkan Bu Sinta kecelakaan."


Aryo menundukkan kepalanya dia hanya terdiam tanpa suara dengan bahu gemetar, melihat itu Hadi dan Azio langsung memeluk Aryo dan menenangkannya.


"Abang gak akan menghakimi kamu dek, bagaimanapun kondisinya tapi Abang harap kamu belajar bertanggung jawab, terlepas dari apa sebenarnya niat kamu," ujar Hadi menguatkan Aryo. "Besok kita akan menemui Agnes, menjelaskan bahwa Agnes sebenarnya adalah adik kandung kita dan menceritakan semuanya."

__ADS_1


Mendengar itu membuat Azio dan Aryo menganggukkan kepalanya setuju, sudah terlalu banyak kejadian hari ini.





Sementara itu beberapa waktu lalu disaat Halim sedang ditangani oleh dokter, Agnes keluar memanggil Mama Asna dan Papa Rinto.


Agnes ingin mengabarkan bahwa Halim sudah sadarkan diri, tapi sewaktu mereka ingin masuk mengecek Halim, Dokter yang menangani Halim mengatakan bahwa pendamping pasien hanya maksimal dus orang saja.


Mendengar itu membuat Agnes mengalah dan mempersilakan Mama Asna dan Papa Rinto masuk ke dalam ruangan itu.


"Papa rasa, kamu sudah mulai mencintai Agnes, Halim, buktinya kamu menyelamatkannya dan panik saat mengetahui Agnes dalam bahaya, bukankah ini bagian dari perasaan cinta?" goda Papa Rinto yang seolah sudah berhasil menyatukan Agnes dan Halim.


Mama Asna mencubit pinggang Papa Rinto memberi isyarat bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk itu, Papa Rinto hanya tersenyum kemudian menatap kedua orang tuanya dalam.


"Dimana Agnes, Pa?" tanya Halim dengan suara pelan.

__ADS_1


Mama Asna dan Papa Rinto saling melempar pandangan, mereka berdua kemudian keluar untuk memanggil Agnes dan kali ini Mama Asna dan Papa Rinto tidak ingin masuk karena mereka ingin memberikan privasi kepada Halim dan Agnes.


Sesampainya di dalam ruangan itu Agnes hanya diam seribu bahasa, dia merasa akan terjadi sesuatu padanya yang membuat dirinya gugup.


Melihat Agnes membuat Halim hendak duduk tapi sembari meringis menahan sakit, Agnes langsung membantu Halim dan disaat mereka berdekatan Halim langsung memeluk Agnes erat.


"Jangan pernah menjadi tempat pulang untuk saya yang tidak tahu jalan pulang Agnes, tapi hari ini saya baru sadar ternyata tempat pulang yang saya kira buruk adalah tempat pulang terbaik dan itu adalah kamu."


Deg!


Agnes terdiam mendengar kalimat Halim.





Jangan Lupa komen dan Like

__ADS_1


Hari ini 3 BAB aja dlu yah~


Makasih~


__ADS_2