Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 16. Keraguan Azio


__ADS_3

Setelah mengambil darah untuk di donorkan, Agnes kembali ke ruangan koridor dimana masih ada Azio yang menunggunya.


"Pak, Mbak Glendanya mana?" tanya Agnes yang membuat Azio berdiri dari duduknya. "Kok Gak ada?"


"Glenda tadi di telepon katanya Mamanya dia masuk rumah sakit juga di rumah sakit ini karena kecelakaan," jawab Azio yang membuat Agnes reflek mengucap istighfar.


"Iya katanya gitu, kamu mau lihat, aku tadi ngikutin dia sih, kalau mau aku temenin," jawab Azio yang membuat Agnes mengangguk.


Agnes dan Azio kemudian berjalan menuju ruangan Bu Sinta dimana disana mereka mendapati Bu Sinta bersama Glenda yang dimana Bu Sinta sedang menangis histeris.


"Apa Dok! Saya buta!" teriak Bu Sinta yang mendengar penjelasan Dokter tersebut pada Glenda.


"AH SAYA GAK MAU BUTA!"


Bu Sinta berteriak di dalam ruangan itu mengacaukan semua benda di hadapannya dan bertindak anarkis, Glenda yang melihat itu langsung mendatangi Bu Sinta dan menenangkannya.


"Mama gak mau buta Glenda! Mama gak mau buta!" teriak Bu Sinta tidak terima.


"Ma! Tenang Ma! Aku juga gak mau Mama begini, Mama harus tenang yah aku akan cari cara buat nyembuhin Mama, ini semua salah Agnes Ma, gara-gara Agnes Mama jadi begini!" ujar Glenda menenangkan Bu Sinta.


"Mama gak mau buta!"

__ADS_1


Agnes dan Azio membuka pintu dan masuk ke ruangan tersebut yang membuat Glenda langsung melempar tatapan tajam kepadanya.


"Sudah kalian yang berbuat kesalahan, kalian juga yang merasa tersakiti, kamu tahu gak Nes, Bu Sinta ini yang mau celakain kamu, dia yang udah bikin Halim ketusuk!" jelas Azio yang membuat Agnes mendelik.


"Bapak tahu darimana?"


"Ehm-"


Azio tampak menutupi sesuatu dia kemudian mencoba diam sejenak sebelum kembali menjawab pertanyaan Agnes. "Aku tadi denger dari warga kalau pakaiannya serba hitam, dan itu lihat aja pakaian Bu Sinta, miripkan!"


"Heh! Jangan asal nuduh kamu yah! Mama saya masuk rumah sakit kamu malah fitnah dia!"


Agnes kembali memperhatikan Bu Sinta dan dirinya yakin sosok hitam itu benar adalah Bu Sinta, Agnes berjalan ke arah Bu Sinta dan memegang tangannya.


"Jangan sentuh saya! Ini semua gara-gara kamu!" teriak Bu Sinta menarik tangannya. "Kamu juga mau bilang kalau ini karma!"


"Didalam Islam, gak ada yang namanya Karma, Ma, yang ada itu balasan dari Allah, aku gak nyangka mau nyelakain aku anak kandung Mama sendiri, tapi aku gapapa malah Mas Halim yang kena, aku gak mau jadi anak durhaka tapi aku rasa ini balasan yang setimpal dari Allah, tobat Ma."


"Halah! Tahu apa kamu tentang dosa, emang Allah bisa ngembaliin pengheliatan saya!"


"Justru Allah yang ngambil itu Ma," jawab Agnes yang membuat Bu Sinta tidak terima.

__ADS_1


"Pergi kalian dari sini! Ini semua juga karena kamu Agnes! Pergi kamu!" Bu Sinta mengacak-acak rambutnya frustrasi.


"Assalamualaikum," ujar Agnes berjalan keluar dari ruangan rawat Bu Sinta meninggalkan Bu Sinta yang masih frustrasi.


Kini Agnes tengah berjalan bersama Azio kembali menuju ruangan rawat Halim, di dalam perjalanan Agnes kembali mempertanyakan apa yang ingin dia tanyakan pada Azio.


"Pak, mobil bapak penyot, habis nabrak sesuatu yah?"


"Ehm-, itu anu, habis nabrak pembatas jalan tadi aku gak merhatiin jalan," jawab Azio yang membuat Agnes menganggukkan kepalanya.





Kira-kira Azio kenapa yah?


Ayok Like dan Komen yang buanyak yah!


Assalamualaikum!

__ADS_1


__ADS_2