Selepas Kata Akad

Selepas Kata Akad
BAB 21. Mencari Cinta Dalam Pernikahan


__ADS_3

Sebenarnya gamau update lagi tapi gak tega pada bilang belum puas yaudah deh update satu lagi.


Selamat membaca~





Hening sesaat disaat Halim memeluk erat tubuh Agnes, hanya dingin dari ruangan AC itu yang menjadi saksi mereka berdua, Agnes hanya diam kehilangan kemampuannya untuk berkata-kata lagi.


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal?" tanya Halim semakin mendekap erat tubuh Agnes sembari mencium puncak kepalanya.


Agnes hanya diam termenung sejenak, dia mengangkat kepala dan menatap Halim, hembusan napas keduanya terdengar di dalam ruangan itu membuat Halim dan Agnes kembali diam melebur.


Dalam pelukan barusan, Agnes bisa merasakan detak jantung Halim yang memaksa Agnes untuk mengakhiri kecanggungannya.

__ADS_1


"Setelah Mas tahu semua ini, apakah Mas Halim mencintaiku?" tanya Agnes yang membuat Halim menganggukkan kepalanya.


Agnes memandang Halim dan menangkup wajah suaminya dia mengelus pipi suaminya dan merabanya lembut. "Mas Halim bohong kan?"


Tanpa terasa air mata Agnes jatuh membasahi kedua pipinya, Halim mengusap air mata itu dan menautkan kedua alisnya. "Jangan menangis, sayang."


Agnes menghela napas, karena jarak yang begitu intens membuat Agnes dan Halim seolah saling bertukar napas.


"Mas Halim gak cinta sama aku, karena yang ada di dalam hati Mas Halim itu adalah Mbak Glenda, walaupun Mas sudah tahu faktanya tapi yang masih tersimpan itu Mbak Glenda, Mas gak bisa semudah itu mengatakan cinta," jelas Agnes yang membuat Halim menundukkan kepalanya malu. "Aku ingin Mas Halim berusaha untukku, jika benar Mas Halim mencintaiku."


Seolah mendapat penyegaran dari kalimat pertama Agnes yang membuatnya jatuh, Halim mengangkat kepalanya dan balas menangkup wajah Agnes.


"Sejujurnya, sakit hati atas sikap Mas masih berbekas tapi jika Mas ingin berusaha, Mas harus tahu, pernikahan bukanlah permainan kontrak dan cinta bukanlah tujuan hidup aku, ada banyak impian yang tertunda dalam hidupku jadi jika Mas ingin mendapatkan cinta itu, Mas harus berusaha."


Halim menatap dalam Agnes dan menganggukkan kepalanya. "Mas akan berusaha mencari cinta dalam pernikahan kita."


"Cinta itu bukan kita yang cari tapi kita cinta yang menemukan kita, sama seperti kebahagiaan, bahagia bukan kita yang cari tapi harus kita sadari," jawab Agnes pada Halim. "Aku tidak perlu cinta, Mas."

__ADS_1


"Cukup suami yang bisa membawaku ke surga itu adalah aset penting seorang istri, sebelum Mas mencintaiku, cintai dulu Allah dan disaat waktu itu tiba Mas sendiri yang harus bisa menjaga antara mencintaiku tanpa melebihi cinta Mas kepada Allah, cita-cita seorang istri adalah suami yang mencintainya sesuai syariat agamanya," lanjut Agnes yang seolah menampar Halim.


Halim merasa malu pada dirinya yang jauh dari kata sempurna dan agama yang jelas, dirinya ibarat sampah untuk Agnes yang terlalu dirindui oleh surga.


"Kenapa harus melakukan itu?"


Agnes meraih kedua tangan Halim dan menaruhnya di dadanya. "Lelaki yang baik tifak akan pernah bermain-main dengan cinta, karena dia tahu kata cinta menuntut tanggung jawab."


"Saya merasa malu menjadi imam untuk kamu di dalam pernikahan kita, saya masih jauh dari kata sempurna."


"Tidak perlu sempurna untuk menjadi baik, Mas, cukup Mas bedakan saja mencintai secara Haq dan Bathil, jangan sampai Mas mencintaiku dengan cara menjunjung syariat agama tapi disisi lain Mas menghancurkan syariat itu," jawab Agnes. "Hanya satu kesempatan, aku akan menunggu sampai cinta itu yang menemukan kita."




__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


__ADS_2