
"Nes, senang bisa menjelaskan semuanya kepada kamu, aku juga ingin mengaku, bahwa selama ini aku adalah Aryo yang mengaku sebagai Azio, dosen kamu, Azio yang asli sebenarnya belum pernah bertemu kamu," ujar Aryo kemudian berjalan ke arah Agnes bersama Azio.
Kembar ini juga ikut memeluk adik mereka, setelah bertahun lamanya bungkam dalam fakta yang terusik membuka sebuah tabir dimana ternyata Agnes memiliki tiga orang kakak.
Hadi kembali duduk di kursinya kemudian melanjutkan urusan mereka yang seharusnya, sementara Bu Sinta dia sama sekali tidak emosional karena sebenarnya dia hanya berpura-pura menyesal sekarang.
"Selain itu saya ingin mengabarkan satu fakta lagi, mengenai sosok penabrak Bu Sinta, sebenarnya itu adalah Aryo," jelas Hadi yang membuat Bu Sinta terkejut.
"APA!" Bu Sinta berteriak sama terkejutnya dengan Agnes, seolah mendapat cela untuk bebas Bu Sinta menghentikan dramanya dan kembali menjadi arogant. "Saya ingin, anak tidak tahu diri itu dihukum!"
Agnes hanya menghela napas panjang, semudah itu Bu Sinta berubah karena memang tidak pernah ada ketulusan di dalam hatinya.
"Ck! Sudah kubilang kan, air mata palsu!" ujar Aryo yang muak dengan drama ibunya itu.
"Kalau saya harus dipenjara dia juga harus dipenjara, kecuali-" Bu Sinta belum selesai berucap karena Agnes memotongnya.
"Aku tahu maksud, Mama," sela Agnes yang membuat Bu Sinta tersenyum. "Aku kira Mama bakal beneran berubah, ternyata benar yah hati yang sejatinya kotor akan tetap kotor jika tidak benar-benar dibersihkan."
__ADS_1
"Aku dan Mas Halim aku menganggap kasus percobaan pembunuhan ini selesai secara kekeluargaan tapi Mama juga harus menyelesaikan masalah dengan Bang Aryo secara kekeluargaan, lebih tepatnya barter, itu kan yang Mama mau?" lanjut Agnes yang membuat Bu Sinta tersenyum licik.
"Kamu pintar juga, itupun kalau kamu mau, kalau tidak, saya akan memperkarakan masalah ini ke pihak hukum," jawab Bu Sinta yang membuat Hadi menggelengkan kepalanya heran.
"Bang Hadi, aku mau kasus ini selesai secara damai dengan syarat, Mama juga harus menganggap kasus penabrakan yang dilakukan Bang Aryo selesai," ujar Agnes pada Hadi.
Sebenarnya Hadi tidak mau jalannya begini, memaafkan iya memaafkan tapi hukum harus berjalan tapi konsepnya berbeda sekarang, Agnes mencabut tuntutan agar Aryo juga bebas dari masalah hukum.
"Baik, Abang akan menutup buku atas kasus ini dan penyelidikan tidak akan di lanjutkan," jawab Hadi yang membuat Bu Sinta tersenyum penuh kemenangan.
Anggota polisi lain kemudian segera membawa Bu Sinta keluar untuk di pulangkan ke rumahnya karena dia sudah resmi bebas detik itu juga.
"Biarlah Allah yang membalas Bang, aku baru bertemu dengan Bang Aryo dan aku gak mau berpisah karena Bang Aryo masuk penjara, insha Allah aku ikhlas," jawab Agnes yang membuat Aryo kembali memeluk adiknya itu.
"Maafin Abang yah, seharusnya Abang gak ngerepotin kamu," bisik Aryo pada Agnes.
Aryo kemudian melepaskan pelukannya, Halim dan Agnes segera pamit pulang karena masalah mereka sudah selesai, menyangkut Glenda dan Bu Sinta, mereka berlima sudah tidak ambil pusing lagi..
__ADS_1
"Nanti malam datang ke rumah yah, Bang Hadi, Bang Aryo dan Bang Azio harus datang, kita makan malam bareng," jawab Agnes yang membuat ketiganya mengangguk.
Sebelum mereka pergi, Aryo menahan mereka dan menghadap ke arah Halim.
"Halo adik ipar, kayaknya kita waktu belum kenalan resmi kan, kenalin nama saya Aryo bukan Azio ABANGNYA Agnes," ujar Aryo yang membuat Halim menggaruk tengkuknya karena sempat cemburu pada Aryo saat pertama kali berjumpa dengan Agnes.
Agnes yang melihat itu hanya tersenyum geli karena memang kejadian itu berbekas di dalam kepalanya, itu pertama kalinya Halim menyimpulkan rasa cemburunya.
•
•
•
Kira-kira kalau Halim banyak tingkah digebukin sama abang-abangnya Agnes bisa koit gak yah?
Btw mau pada lihat Foto nikah Agnes dan Halim gak?
__ADS_1
Aku spill di next part yah!
Assalamualaikum.