
Setelah pulang dari jalan-jalan sore mereka kembali pulang ke rumah, keluarga kecil ini terlihat begitu sopan dan ramah, mereka selalu tersenyum dan menyapa orang-orang yang berada di sekitarnya.
.
*Di Rumah*
"Mas mau makan sekarang?" ucapku pada suamiku.
"Nanti saja yank, pekerjaan mas udah hampir siap juga" jawab Erick dengan mesra.
"Yaudah aku pijitin ya mas"
"Iya, makasih sayang" cup... mencium tangan istrinya.
Erick terlihat begitu kelelahan karena harus menyiapkan beberapa file dalam sekaligus.
Beruntung ada istri kecil yang pengertian Dan selalu perhatian padanya, Erick sangat bersyukur menikah dengan Yuna.
Setengah jam berlalu semua pekerjaan Erick selesai, kini jam menunjukkan pukul 21:45 aku dan mas Erick belum makan malam. Sedangkan mama makan lebih awal, dan ia sudah tertidur nyenyak.
Akhirnya aku dan suamiku on the way ke meja makan, untuk menyantap makan malam.
Di sana sudah tersedia sayur mayur dan lauk pauk serta dua gelas susu.
Ada tumis kangkung, sup ayam, ikan goreng, ayam bakar, dan ikan nila bakar, serta telur ceplok...
Semua makanan itu di siapkan oleh mama, jikalau ada mertua yang galak mungkin aku lah yang paling tersiksa karena belum bisa menjadi menantu idaman...beruntung mama Ratih sangat baik kepadaku, sudah seperti anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
*Meja makan*
Yuna memperlakukan Erick dengan hormat, ia mengambilkan nasi dan lauk pauknya.
"Mas mau ini?" aku menyodorkan ayam bakar pada suamiku.
"Boleh deh, apa aja sayang yang penting mas makannya bareng kamu" (mulai gombal)
"Iihh mas gombal deh, yaudah aku ambilin ya sayang" aku tersenyum pada suamiku.
"Gapapa dong gombal sama istri sendiri, biar makin langgeng"
"Iya sayang, aku senang kamu seperti ini"
"Seperti ini?? ah baiklah ini kan sayang aaa... " menyuapi istri tercintanya.
"Mas perhatian banget deh, jadi tambah sayang deh"
"Love you husband"
"Love you too my wife"
.
15 menit berlalu, mas Erick membantu aku membereskan meja makan dan mencuci piring kotor.
Tak di sadari sudah pukul 22:00 mas Erick menggendongku ke kamar kami. Entah perlakuan manis seperti apa lagi yang akan ia berikan padaku, tugas ku hanya menikmati perhatian dan kasih sayang suamiku.
__ADS_1
Di kamar, mas Erick merebahkanku ke kasur empuk itu dengan sangat lembut dan penuh dengan tatapan menggoda.
Aku semakin terbuai dengan senyum mesumnya itu yang semakin lama semakin menggoda dan membangkitkan gairah...
"Sayang... " ucap mas Erick.
"Iya mas, ada apa?" tanyaku padanya (berpura-pura tidak tahu)
"Mas rasa sudah lama sekali mas tidak menyentuhmu, mas kepingin"
"Sayang maaf, 7 hari lagi yaa aku lagi datang bulan" aku memeluk suamiku.
"Ya udah, tapi kamu harus temenin mas malam ini yach... jangan kemana-mana. Tetaplah di sini, dalam pelukan mas"
"Iya sayang, aku bersamamu hingga pagi... bahkan akan seperti itu selamanya"
.
Ku lihat ada kekecewaan di raut wajah suamiku, kasihan sekali suamiku yang mesum itu...
Karena memang, setelah aku keguguran... aku dan mas Erick sangat jarang berhubungan badan, terkadang juga lebih memilih menggunakan pengaman... karena aku masih sangat takut dan trauma. Aku takut gagal lagi...
Tak butuh waktu lama, suamiku sudah tertidur pulas dan masih memelukku erat...
Aku malah asyik menatap suamiku yang menawan itu, ku cium pipi kanan dan kirinya...
Karena sebenarnya aku juga merindukan kemesumannya saat di ranjang. Ku habiskan malam itu dengan membelai-belai dan menciumi mas Erick. Entah apa yang akan terjadi setelah 7 hari nanti, yang jelas aku dan sumiku akan semakin saling mencintai.
__ADS_1
Happy reading guys❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 😉🙏