
Akhirnya... aku tiba di rumah ayah Wijaya.
Suasana hening, pintu rumah tertutup rapat...
Bunga² berjejer cantik dengan vas bunganya yang menawan...
Burung² berkicau riang di sangkar nya...
Ku ketuk pintu itu serta ku ucapkan salam.
.
Tok.. tok...
"Assalamu'alaikum, bunda" ucapku dengan suara lumayan keras...
"Wa'alaikumussalam" suara bunda terdengar di dalam sana..
.
.
"Wah ada tamu spesial, ayo silahkan masuk jeng, nak" ucap bunda dengan ramah...
"Iya bunda" ucapku..
"Makasih bund" ucap suamiku...
"Udah lama ya jeng kita gak ketemu" ucap mama Ratih...
"Iya jeng, terakhir kali jeng kesini kan pas resepsinya Syila" ucap bunda sambil membawa nampan berisi air dingin...
"Iya jeng, aku rindu ngobrol bareng besan hehe" mama Ratih terkekeh...
"Wah sama dong jeng, saya juga gak sabar pengen ngobrol banyak hal"
"Iya jeng, Syila mana kok gak kelihatan?" mama Ratih bertanya...
"Ehm semenjak menikah Syila tinggal di kontrakan bersama Dewa yang jaraknya dekat dari kantor"
"Wah jadi berduaan terus ya besan sama pak Wijaya" hehe....
"Haha besan bisa aja" ucap bunda malu²...
Terlihat ayah Wijaya baru keluar dari kamarnya...
"Selamat pagi, wah ayah kedatangan tamu istimewa" ucapnya sambil melangkah mendekat ke ruang tamu...
__ADS_1
"Ayah, Yuna rindu sekali" aku menghampiri ayah lalu menyalaminya...
"Pagi yah" ucap mas Erick ramah, lalu menyalami ayah juga..
"Kok kesini gak bilang² nak" melirik ke arah Yuna dan Erick...
"Emangnya Yuna gak boleh kesini ya yah??" ucap gadis kecil...
"Boleh dong, masa gak sih" ucap ayah...
"Maklum yah, akhir² ini Yuna sangat sensitif sekali.. apa² di masukin ke hati" jelas Erick...
"Owh begitu, mungkin karena Yuna sedang mengandung" ucap ayah dengan semangat...
"Wah, bunda jadi gak sabar deh pengen segera nimang cucu" ucap bunda dengan gembira...
.
Andai kalian tahu bund, yah... aku telah gagal menjaga calon anak ku!! Aku seorang mama yang ceroboh, aku tidak bisa melindungi anak ku sendiri.... Yuna membathin.
.
Yuna langsung berlari ke kamarnya.. dan di ikuti oleh Erick.
Ayah dan bunda merasa ada yang tidak beres, dan segera ingin pergi ke kamar Yuna, namum di cegah oleh mama Ratih...
.
.
"Kasihan Yuna, pasti dia sangat terpukul" ucap bunda...
"Iya jeng, maka dari itu mungkin Yuna masih belum bisa ikhlas sepenuhnya"
"Ya sudah beri waktu Yuna untuk berfikir jernih, jangan mengintrogasi dia terlalu dalam bund" ucap ayah Wijaya...
"Iya yah" sahut bunda...
.
.
*Di Kamar*
"Sayang ayolah kita turun, kasihan ayah sama bunda... apa kamu tidak rindu mereka??" ucap mas Erick di luar pintu...
"Aku takut mas" ucapku sambil terus menangis di kamar serba biruku...
__ADS_1
"Sayang, mereka pasti faham... ayolah mas gak mau kamu sedih terus"
"Iya mas, aku turun"
"Ya sudah sini bareng sama mas"
.
Kami bergandengan menuruni anak tangga, mataku masih sembab akibat dari tangisanku itu...
Ku lihat masih ada bunda, ayah, dan mama di sofa ruang tamu itu.
Mereka tampak khawatir sekaligus sedih melihat ke arah ku...
Aku duduk di samping bunda, aku menyender di bahu nya...
.
"Bund" ucapku...
"Iya nak" ucap bunda lembut...
"Maafin Yuna bund"
"Gak papa sayang, bunda ngerti... kamu harus ikhlas ini semua Allah yang ngatur" ucap bunda tulus...
"Iya bund, makasih" aku masih terus menangis..
"Iya sayang, yaudah jangan sedih lagi.. kamu harus tegar nak"
"Iya bunda"
"Gitu dong, anak ayah gak boleh sedih... kamu itu my princess nya ayah!" ayah tersenyum...
"Iya ayah, Yuna sayang kalian" mulai tersenyum...
.
.
Perlahan tangisan itu usai, kini tergambar kebahagiaan di wajah Yuna...
Senyumnya mulai terlukis di bibir tipisnya...
Mereka menghabiskan waktu bersama, menyantap makan siang di meja makan kebesaran ayah Wijaya...
Segini dulu yaa guys❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote yaahh🙏🙏