Semoga Jodohku Kamu

Semoga Jodohku Kamu
Part 48 Mesum Yang Tertunda


__ADS_3

Akhirnya UN sudah usai, hari ini Yuna free day.


Erick masih dalam perjalanan menuju kota B.


Sesibuk apapun Erick, jika untuk Yuna ia akan usahakan selalu ada (Aaa pria idaman).


Baginya memprioritaskan kekasihnya adalah sesuatu keharusan.


.


.


Jam menunjukkan pukul 08:15 Yuna baru bergerak dari tempat tidur.


Aaa senangnya free day. Gak sabar deh pengen ketemu kamu kak, ucap Yuna.


Yuna masih sibuk merapikan tempat tidurnya, setelah selesai ia langsung ke kamar mandi.


.


.


**Erick**


*Seperti biasa, di saat Erick bertamu ke rumah tunangannya selalu saja bawa ole² untuk Yuna dan orang tuanya, meskipun hanya sebatas ice cream dan martabak.


Kali ini Erick akan membeli sandwich dan beberapa cemilan lainnya dan tak lupa ia membeli buah²an segar.


Erick masih menyetir mobilnya sendirian, karena mama pulang kampung.


Padahal Yuna sudah berpesan jika ingin ke rumah bawa mama.


Yuna sangat menyayangi mama Ratih, begitupun sebaliknya.


Erick mencoba menghubungi tunangannya*..


Tuth.... tuth....


Terhubung


"Hallo sayang.. ucap Erick"


"Hallo juga kak, dimana? "


"Nih udah On The Way. Bentar lagi aku sampai"


"Wah, benarkah?? cepet smpai ya yank aku kangen"


"Iyaa sayang, mandi gih ntar kita jalan² kemanapun kamu mau"


"Udah mandi dong, udah wangi juga hehe"


"Aaa gemasnya,, gak sabar pengen peluk hihi"


"iii mesum nya tunangan ku, Yuna sedikit cemberut"


"Hahah mesumku hanya padamu nenek lampirkuh 💜"


"Benarkah? tolong buktikan padaku (mencoba menantang Erick)"


"Baiklah, 15 menit lagi kamu akan tahu seberapa mesumnya aku bila dekat denganmu!"


Kelihatan seperti sebuah ancaman saja. Bahaimnaa ini jika dia benar² mesum dan menginginkan sesuatu yang lebih??


" Eehhh, tidak. Aku percaya jangan di buktikan apa² (mulai panik)"


"Aku tahu perempuan itu butuh bukti, nah aku akan buktikan padamu yank..jangan menolak"


"Aku percaya padamu, jangan melakukan hal yang berlebihan ku mohon (memelas)"


"Nanti akan ku fikirkan,,hehe (kekehnya dalam hati)"


*Erick puas karena telah mengerjai si gadis kecil.

__ADS_1


Padahal ia hanya bercanda dan tidak sungguh², jika pun Erick mesum pada Yuna itu sesuatu yang biasa toh nantinya Yuna akan benar² menjadi istrinya.


Sejak mengenal Yuna, Erick tak pernah menghiraukan perempuan lain, bahkan sempat Mira hadir kembali di kehidupan Erick.. namun ia tak kan mengulangi hal bodoh yang sama.


Bagi Erick mencintai Mira dengan sangat dalam adalah hal bodoh dan sia² yang pernah ia lakukan.


Sekarang hidup nya telah bahagia, Yuna adalah wanitanya sekarang. Aku harus membahagiakan Yuna dari sekarang, nanti, dan selamanya.


Aku sungguh mencintainya, hanya dia.


.


*.


15 menit kemudian...


**Erick sudah tiba di gerbang rumah Yuna, segera Yuna membuka gerbang dan menghampiri kekasihnya.


Setelah turun dari mobil, mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah.


"Sayang, apa kau membawa sesuatu? (melirik Erick)"


"Tentu, nih. Erick memberikan kresek berwarna hitam"


"Terimakasih, Yuna tersenyum bahagia"


"Mana bunda?? yank.. "


"Seperti biasa, bunda masih berperang hebat dengan kuali dan celemek nya hehe"


"Haha, kenapa tidak membantunya? "


"Bunda melarang, malah bunda menyuruhku untuk mandi dan santai² menunggu pangeran datang"


"Pangeran.. siapa dia?? "


"Menurut bunda kamu adalah pangeran, tapi.. "


"Tapi bagiku, kamu adalah makhluk yang ganas dan menyeramkan hahaha (berlari menuju kamar) "


" Ingin bermain² rupanya, Erick segera mengejar Yuna"


*Yuna mempercepat langkah nya menaiki anak tangga, dan segera masuk kamar menuju balkon. Aah indahnya pemandangan di pagi hari, cuaca cerah, mentari bersinar, kicauan burung silih berganti terdengar.


Erick kini sudah tiba di kamar, melihat Yuna yang asyik memandangi indahnya dunia,


Segera ia menghampiri kekasihnya itu*.


"Sayang... "


"Ehh cepat sekali?"


"Tidak sadar kah engkau bahwa langkahku jauh lebih besar darimu, Erick tersenyum penuh makna"


"Iyaa aku tahu itu, yank.. "


*Erick kini telah berada di belakang Yuna, memeluk gadis kecil yang mengecup rambut kekasihnya itu.


Tiba² Erick bertanya serius... membuat Yuna syok dan sekaligus gembira*.


"Sayang, apa kamu siap??"


"Apa..? (Yuna mulai bingung)"


"Siapkah kamu melihat seberapa mesum diriku di situ... (matanya melirik ke arah ranjang)"


"Maksudmu.. Aku sungguh tidak mengerti kak (sok polos)"


"Aku hanya ingin membuktikannya padamu"


"Aku percaya, tidak perlu melakukan sesuatu yang berlebihan"


"Tapi aku menginginkannya... (Mulai kesal)"

__ADS_1


"Ta.. tapi... kak"


"Sekali saja.. please jangan membuat ku kecewa"


"Ti..tidak perlu kak! "


"Sudah jangan menolak! aku tidak suka di bantah, tegas Erick"


"Ba.. baiklah (mengiyakan dengan rasa ketakutan)"


*Mereka mendekati ranjang, dan Erick segera merebahkan tubuh gadis kecilnya di ranjang dengan sangat lembut.


Ia mulai membelai dan menciumi kening gadis kecilnya. Tak lupa ia mencubit kecil pangkal hidung kekasihnya itu.


Bagaikan suatu teka teki, entah apa yang ada di fikiran si genderuwo. Dan entah apa yang ingin ia buktikan.


Tetapi untuk menolak, Yuna tak mungkin melakukannya. Ia tahu kak Erick bukanlah seorang pengecut, dan Erick pun adalah lelaki yang bertanggungjawab.


Suasana hening, posisi mereka masih seperti itu, Erick berada di samping gadis kecilnya. Dan ia menyuruh Yuna untuk memejamkan mata, Yuna hanya menuruti permintaan tunangannya itu.


Karena Yuna sangat parno dan penasaran, apa sih sebenarnya yang akan dilakukan oleh kak Erick?? Reflek tubuhnya bergetar, wajahnya memerah.. mungkin karena malu dan takut.


Seketika Erick memecahkan keheningan pagi hari itu*.


"Ehm sayang.. kenapa tubuhmu gemetar begitu (menahan tawa) "


"Ahh tidak, aku biasa² saja (pipinya sudah merona seperti udang yang di rebus) masih dalam keadaan menutup mata"


"Tenanglah sayang, ini baru permulaan kamu harus siap nanti juga akan nikmat hehe"


"Jangan macam²! (Semakin takut)"


"Tidak... aku tidak mungkin menyakitimu! aku hanya ingin membuatmu ketagihan"


"Cepatlah beri aku kebebasan, jangan menyiksaku dengan cara seperti ini"


"Tapi aku belum melakukan apapun yank, masa sudah nyerah duluan! "


"Apa yang akan kakak lakukan?? menciumku? mencubit? memeluk? atau... membunuhku?!"


Sontak Erick terkejut mendengar kata terakhir yang di ucapkan Yuna.


"Aku masih waras, aku mencintaimu tidak mungkin aku membunuhmu. Bahkan kamu belum memberiku keturunan"


"Lalu, kenapa seperti ini! "


"Hahhah dasar polos siapa suruh mengikuti semua perintahku, nenek lampir"


Perlahan Yuna membuka matanya, dan memandang Erick dengan sinis.


"Tidak lucu (gumam Yuna)😕"


"Sudah jangan cemberut, bersiap²lah kita jalan²"


"Gak mau! (masih sedikit ngambek)"


"Ayolah, sebelum mesum ku benar² keluar (mencoba membujuk Yuna)"


"Baiklah, segera bangkit dan mencubit perut kekasihnya, rasain!"


"Awhh.. geli yank"


*Merekapun saling membalas mencubit, dan menggelitik. Bercanda ria di kamar itu.


Erick pun masih setia menunggu kekasihnya bersiap² dan duduk di sofa kecil yang ada di kamar.


Kemanapun mereka pergi jika bersama orang tercinta akan terasa indah dan menyenangkan*.


Kita sambung part sebelah yaa:)😍


Jangan lupa like dan commentnya🤗


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2