
Tidak begitu lama Erickpun tiba di gerbang sekolah untuk menjemput tunangannya.
Tith...tithh......
Erick mengklakson.
Erick segera memarkirkan mobilnya.
Segera ia membukakan pintu mobil dan mempersilahkan gadis kecilnya untuk masuk.
"Sayang..masuk"
"Iya kak (dengan wajah ceria masuk ke dalam mobil)"
*Lalu Erick masuk juga ke dalam mobil, segera mengemudi mobil miliknya.
.
.
.
Setelaj jauh dari sekolah, tiba² Erick menghentikan mobilnya di tepi jalan.
Spontan Yuna bertanya kepada Erick, kenapa berhenti di tempat sepi seperti ini*.
"Kak, kenapa berhenti? (bertanya dengan polis) "
"Aku rindu padamu Yuna... "
"Iya aku tahu, tapi kan sekarang aku ada di sini bersamamu"
"Syut... Erick meletakkan jari tekunjuknya ke bibir gadis kecil itu pertanda menyuruhnya untuk diam"
Yuna sedikit bingung atas perlakuan tunangannya.
__ADS_1
Ada apa ini?? aneh sekali!
"Kamu baik² saja kan kak? (Yuna khawatir)"
"Tentu, aku sungguh baik² saja! "
"Lalu?? kenapa bersikap seperti ini hmm"
" Apa kau tidak menyukainya?? "
**Yuna kini hanya diam melihat tingkah laku Erick, sedikit aneh namun iapun menikmatinya.
Erick Mengubah posisi tempat duduk menjadi seperti tempat tidur.
Ia merebahkan tunagannya dengan berhati²
Mereka kini saling menatap, tersenyum, bahkan bercumbu mesra.
Erick mulai membelai rambut kekasihnya itu, ia sangat bahagia. Hidupnya sekarang terasa lebih sempurna.
Iyaa yank, kenapa?
Kamu berat, menyingkirlah... (dengan wajah memelas)
Ahaha maaf sayang, aku terlalu nyaman bersamamu.
Ayo kita pulang, aku takut bunda khawatir.
Iya sayang, kita pulang.
*Erick pun mengemudi mobilnya dengan fokus dan berhati².
Begitulah Erick selalu mengalah dan menuruti apa yang di inginkan oleh tunangannya*.
Hm gimana tadi UN nya lancar?? Tanya Erick kepada Yuna.
__ADS_1
Lancar kok kak, makasih ya udah ngajarin aku.
Sama² sayang, besok aku pulang ke Kota A.
Kenapa cepat sekali?? (Yuna sedikit kecewa)
Aku ada panggilan untuk Interview besok, do'ain ya semoga berhasil.
Tentu, Aku bangga punya tunangan sepertimi kak.
Iya aku juga bangga mempunyai kekasih sepertimu
Hehehe keduanya saling tersenyum dan terkekeh.
Jam menunjukkan pukul 12:55 mereka pun tiba di rumah.
Yuna dna kak Erick segera masuk ke dalam.
Yuna langsung naik ke atas karena ingin mengganti pakaiannya.
Bunda dan mama masih asyik mengobrol dan memasak bersama di dapur, sedangkan ayah masih bergelut dengan kacamata dan laptopnya.
Ayah di ruang kerja, dan kak Erick merebahkan tubuhnya ke sofa. mungkin karena capek.
Thank udah setia baca SJK reader😘😘
Bisa mampir ke novelku yang lain
-Cinta Kita Abadi
-Ada Cinta di Senja Itu
-Cinta Tapi Gengsi (Chat Story)
Kritik dan sarannya jangan lupa
__ADS_1
Terimakasih 🙏