
*Semoga Jodohku Kamu*
Erick tersentak bangun mendengar alarm nya berdering tanpa henti.
Tring.... tring...
"Mengganggu sekali" ucap Erick masih tetap dengan malas-malasan bergerak dari tempat tidur.
"Aku begitu lelah!" ucap Erick sambil berjalan menuju kamar mandi.
Sementara di luar sana Riko, sahabat Erick sudah memanggilnya berulang kali.
"Rik... Erick... kemana? di mana kau, kenapa aku tidak melihat batang hidungmu??" seru Riko di ruang tamu.
"Aahh persetan!! kenapa mahkluk menyebalkan itu sudah tiba di rumahku pagi-pagi begini" gumam Erick.
"Aku sedang mandi,,, ada apa??" ucap Erick.
"Cepetan, udah jam segini juga lo masih aja mandi... kayak kurang perhatian nyokap aja lo" teriak Riko.
Tanpa Riko sadari perkataannya terasa tajam dan menusuk di telinga sahabatnya itu.
"Kalau ada nyokap gak bakalan gue kesiangan gini ****'" seru Erick di sela-sela menyiramkan air ketubuhnya yang kekar itu.
"Sorry bro! gue keceplosan" sahut Riko tanpa dosa.
"Gue ke kamar lo ya, bosen gue sendirian di bawah udah kek orang asing aja tau gak!" ucap Riko.
"Yaudah tinggal naik tangga ****'!!" Erick segera keluar kamar mandi dan segera membuka pintu karena Riko akan ke kamarnya.
"Ceileh bro udah telat gini masih keramas aja sih, kayak yang punya bini aja! hahaha" Riko tersenyum puas melihat temannya itu mematung dan menggaruk-garuk kepalanya.
"Ehh emang harus punya bini dulu baru boleh keramas? UU NO berapaan tu? coba jelasin? bisa gak??" sahut Erick.
"Ya mending gue mentingin keramas daripada elo yang ada di otak lo cuman mentingin makanan doang" Riko terdiam mendengarkan ejekan dari Erick).
__ADS_1
"Ehh biasa aja sih, gak usah bawa-bawa makanan.. gini-gini gue juga peduli sama lo Rick! tuh di bawah gue udah bawain makanan buat lo, tanpa mama lo, gue udah nebak lo pasti MOLOR... hahah!! " ucap Riko.
"Peduli-peduli jugak gak usah teriak-teriak gitu juga kali!" ucap Erick.
"Yaudah yuk ke bawah ngapain lama-lama berduaan di kamar, ntar lo naksir lagi sama kegantengan gue, kan bahaya!!" ucap Erick dengan angkuhnya.
"Idih meski jomblo begini gua gak bakal homo kali Rick!! " Riko menatap Erick dengan sebal.
"Yaudah deh.. sama-sama jomblo juga!" jawab Erick dan mereka pun saling menatap dan tertawa terbahak-bahak, seolah-olah dirinya sendiri adalah sebuah lelucon).
.
Sesampainya di kampus,,, para mahasiswa-mahasiswi heboh dengan obrolannya, karena melihat pengumuman di Mading.
Erick dan Riko, secepat kilat menerobos segerombolan teman-teman nya ingin memastikan ada apa di Mading kampus tersebut.
Tiba-tiba Fitri datang entah dari sudut mana, ia memanggil Erick yang tengah berada dikerumunan orang-orang.
"Erick.. lo gak KuDet kan?? " suara Fitri yang terdengar seperti mengejek sekaligus menahan tawa ketika melihat ekspresi Erick yang sedang menahan kemarahan.
"KuDet paan bro?" tanya Riko sambil menepuk bahu Erick.
"Kurang Update!!" jawab Erick dan Fitri terdengar jelas bersamaan.
"Biasa aja sih... gak perlu barengan gitu, udah kayak yang couple 👩❤️👨 an aja lo bedua" ucap Riko.
"Ya abisnya, lo mah ****' mulu dipelihara!" ucap Erick sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
"Fit, btw ni kampus mau ada acara apaan?" ucap Riko sambil mendekati Fitri yang sedang asyik memandangi Erick sejak tadi.
"Idihh...tanya noh sama dinding!! Kali aja tuh dinding bisa diajak kompromi sama otak lo" ucap Fitri langsung meninggalkan Erick dan Riko.
Suara Erick terdengar dan dengan secepat kilat bagaikan ada magnet yang menarik tubuh Fitri dengan sekejap telah berada di depan Erick..
"Ehh iya ada apa Rick??" tanya Fitri dengan manja.
__ADS_1
"Ini sebenernya kampus mau ngadain acara apaan?" tanya Erick pada Fitri dengan setengah terpaksa.
"Lo emang lupa apa dilupa-lupain sih Rick??
weekend kampus kita ulang tahun itu artinya masing-masing jurusan dan kelasnya masing-masing akan ikut partisipasi agar memeriahkan acara resmi ini. Juga ada banyak perlombaan yang diadakan, salah satunya adalah "FASHION SHOW COUPLE" artinya peserta lomba wajib membawa pasangan, entah itu real pasangannya ataupun hanya sekedar saat acara nanti (bo'ongan)..." jelas Fitri panjang lebar.
"Oh..." hanya itu yang diucapkan seorang Erick Hermawansyah, setelah Fitri menjelaskan panjang X lebar kepadanya.
"Hanya oh...?" ucap Fitri memandang Erick dengan sangat geram dan sebal.
"Lalu?? " Erick dan Riko langsung saja meninggalkan Fitri.
Erick terhenti ketika ada seorang wanita menyapa nya.
"Erick...! lo beneran Erick Hermawansyah kan?" ucap wanita itu.
"Iya gue, lo siapa?" jawab Erick dengan malas.
"Masa lo lupa sih sama mantan juga ahh" ucap Mira dengan percaya diri.
"MANTAN!?? Rasanya aku tidak memiliki mantan" tegas Erick sambil menatap wajah Mira lekat-lekat dan penuh rasa amarah.
"Lagipula ngapain lo nongol kesini? Lo kan orang kaya, gak pantes main ke tempat yang seperti ini. Selera lo mahal bos!!" ucap Erick dengan kesal.
"Rick, setidaknya kita masih bisa berteman! apa salahnya jika aku ingin berubah menjadi lebih baik" bujuk Mira dengan sedikit memelas.
"Entahlah,,, aku tidak ingin mengenal siapa pun lagi yang ada di masa lalu ku!"jawab Erick, lalu pergi meninggalkan Mira entah kemana.
Sial, kenapa aku bertemu perempuan itu lagi!! gumam Erick dengan perasaan dongkol.
Bantu partisipasinya ya kakak-kakak😉
Jika ada kata-kata yang sulit dimengerti mohon kritik dan sarannya🥰🤗
Kita lanjut part sebelah hehe😘
__ADS_1