
.
.
2 minggu berlalu, kini pas hari kamis aku dan tunanganku pergi ke butik fashion khusus gaun pengantin.
Aku akan memilih gaun untuk pernikahanku dengan kak Erick.
Ia sangat setia menemaniku, menghadapi sifat kekanakanku, hingga kini aku masih belum bisa bersikap dewasa seutuhnya, aku sering melakukan kesalahan² kecil (labil) namun tunanganku tak pernah membentak dan menyalahkan aku, bila aku salah dia hanya menasehatiku, tak pernah sekalipun kak Erick marah padaku... terimakasih Tuhan kau telah memberikan lelaki terbaik untuk menjaga dan membimbingku... (Yuna membathin).
"Sayang, yang ini bagus gak" ucapku pada kekasihku...
"Bagus semua yank hehe" Erick menjawab..
"Aku mau yang spesial di hari pernikahan kita sayang, ayo kita lihat² lagi" Aku terus merengek manja pada tunangaku..
"Baiklah, hari ini aku adalah bodyguard pribadimu. Kemanapun kamu pergi aku akan selalu menjaga dan melindungimu" Dia mencoba merayuku...
"Apakah hanya hari ini saja?? oh Tuhan aku ingin, kau selamanya menjadi bodyguard ku sayang" aku dengan gemas mencubit lengan kak Erick..
"Haha iya sayang, mulai hari ini, besok, lusa, dan nanti kamu tetaplah gadis kecilku yang selalu aku lindungi" Ucapnya sambil mengecup keningku dengan lembut dan mesra...
"Iya sayang, aku percaya padamu"
.
.
__ADS_1
2 jam berlalu aku dan calon suamiku telah menemukan gaun pengantin yang pas, warnanya senada dengan setelah jas miliknya..
Aku memilih beberapa gaun yang cantik dan cocok saat aku kenakan.
Masih dengan orang yang sama, kekasihku tetap setia menemani aku hingga selesai...
.
.
Kami segera pulang ke rumah, di ruang tamu sudah ada ayah, bunda, mama dan kak Syila..
Aku menunjukkan salah satu gaun piilihanku yang berwarna putih gading...
Mereka berpendapat, gaun ini sangat cocok padaku.
"Iya sungguh sekarang kau sudah seperti perempuan dewasa pada umumnya" kak Syila menimpali...
Ayah dan bunda hanya bergeleng² kepala dan mengangguk kecil pertanda ia kagum dan setuju atas pendapat mama dan kak Syila..
" Bunda... aku bahagia sekali" aku memeluk bunda sangat erat...
"Bunda juga bahagia, anak bunda sudah besar sekarang, bahkan kamu akan menjadi istri orang nak" mulai sendu dan minitiskan air mata...
"Bunda...aku memang akan menjadi istri orang, tapi bukan berarti aku melupakan bunda" Aku mencoba menenangkan hati bunda...
"Iya bund, saya akan menjadi suami dari Yuna putrimu.. namun saya janji tidak akan membuat hubungan kalian renggang" ucap kekasihku yang meyakinkan bunda...
__ADS_1
"Iyaa jeng, hal seperti ini wajar... namun kebahagiaan seorang anak lebih utama jeng" Mama Ratih menimpali...
" Iya bund... anak kita hanya akan menjadi istri orang, bukan menjadi anak orang lain kan?" ayah merangkul bunda dengan lembut dan penuh kasih...
"Iya bunda, di sini juga ada Syila kan.. Syila akan setia menemani bunda saat bunda kesepian, bila Yuna tidak ada di tengah² kita" Kak Syila membujuk bunda dan mengelap air mata yang mengalir di pipi yang sudah mulai keriput tetapi masih lumayan kencang itu...
"Bunda jangan khawatir, setelah menikah kami akan selalu kesini menemui ayah sama bunda, iya kan sayang.." ucapku sambil melirik tunanganku...
"Iya sayang tentu, orang tuamu adalah orang tuaku juga begitupun sebaliknya. Ayah dan bunda tenang saja kami akan selalu menemui kalian" Ucapnya meyakinkan orang tuaku...
"Iya sayang, bunda hanya belum terbiasa bila kamu tidak ada di rumah" bunda tersenyum tipis..
"Terimakasih bunda" Aku memeluknya tambah erat...
.
.
Akhirnya kami memutuskan untuk makan siang bersma, karena cacing di perut sudah mulai mengobrak abrik perut kami dan menharuskan untuk makan siang...
Kamipun makan siang dengan lahap, karena bunda dan mama sudah memasak beberapa menu kesukaan aku dan tunanganku, bagaimana tidak aku menyayangi sosok dua ibu ini... mereka selalu mengutamakan selera anaknya, ketimbang diri mereka sendiri...
Sungguh aku bahagia memiliki bunda dan calon mama seperti mereka...
Happy reading kakak²❤️
Jangan lupa like and comentnya😉😊
__ADS_1
Terimakasih🙏