Semoga Jodohku Kamu

Semoga Jodohku Kamu
Part 50 Nonton Bioskop


__ADS_3

**Seperti yang telah di janjikan oleh Erick, selesai UN Yuna berhak makan apa saja dan minta apa saja padanya.


Kali ini ia meminta untuk nonton bioskop.


Okey bukan lah suatu hal yang payah, aku akan menuruti permintaan gadis kecil.


"Sayang, jadi kan?? (memeluk Erick dengan manja)"


"Tentu, tuan putri (sambil tertawa lirih)"


Ayo.. tunggu apa lagi kak!!"


"Izinlah dulu pada ayah dan bunda sayang, jangan terburu² hehe"


"Owh iya, Yuna lupa kak hehe"


"Yaudah yuk"


"Ayokk"


Mereka segera ke kamar bunda, berniat meminta izin.


Tok... tok...


Bunda...


"Iya sayang, masuk"


"Kamu aja yang masuk yank, gak enak ada ayah masa aku masuk juga ke kamarnya, ucap Erick"


"Iya kak, kamu tunggu aja di sofa"


"Okedeh (mengedipkan setelah matanya)"


"Genit..."


Yuna langsung masuk ke kamar bunda, dan meminta izin.


Tentu saja bunda dan ayah mengizinkan, asalkan perginya dengan Erick.


"Boleh kan bund... yah??"


"Tentu, pulangnya jangan larut sayang. Ucap ayah"


"Baik yah, terimakasih (memeluk ayah dan bunda bergantian)"


Akhirnya Yuna dan Erick akan pergi malam ini, segera saja Yuna melangkahkan kaki menuju ruang tamu. Kak Erick masih setia menunggu ku di sana.


Seperti pahlawan yang tak kenal lelah untuk membahagiakan Yuna.


"Kak, ayo let's go. ucapku saat menghampiri kekasihku".

__ADS_1


"Ayo, bangkit dari duduknya dan segera menggandeng gadis kecilnya"


*Dengan memakai kaos lengan pendek dan jeans berwarna hitam Yuna terlihat seperti gadis tomboy. Rambutnya di ikat satu, Riasan wajah nya juga terlihat natural dengan di oles liptint simple dan tidak membosankan.


Begitu juga dengan Erick ia tampil apa adanya tapi juga gak norak. Ia mengenakan kemeja santai lengan pendek, dengan setelah celana levis yang senada dengan bajunya.


Erick melajukan mobilnya, dan segera menuju bioskop*.


*Setibanya di sana, mereka langsung membeli tiket nonton.


Saat itu mereka memilih nonton film horor, sebentar lagi akan segera di mulai.


Orang mulai ramai berdatangan dan mengantri membeli tiket, aku dan kak Erick telah duduk di kursi paling belakang.


Tak butuh waktu lama, ruangan itu hampir full. Dan sebentar lagi film itu akan tayang.


Kali ini tema film itu adalah "Misteri Kamar 207*".


Awal ceritanya sungguh menarik, di mana seorang perempuan cantik jelita akan menikah dengan seorang pria kaya raya dan tampan.


Mereka akan segera menikah, lusa.


Betapa kebahagiaan terpancar di wajah perempuan itu, ia tinggal di hotel milik keluarga besar calon suaminya. Tepat di kamar 207.


.


Acara pernikahan pun akan segera di mulai, dimana saat itu perempuan itu sudah tampil menarik dengan riasan make up di wajahnya, tinggal menunggu calon suaminya datang.


Surat itu adalah dari mas Kurniawan, ada rasa bingung dan khawatir, kenapa dalam keadaab seperti ini masih main surat² an? tak bisakah segera datang dan kita langsung ke acara inti saja. Dengan perasaan bingung dan masih bertanya² perempuan itu langsung membuka Surat dari calon suaminya, dan ternyata isi Surat itu adalah:


***Andini, maafkan aku jika telah menaruh harapan terlalu besar untukmu. Namun untuk melawan kehendak kedua orang tuaku, aku sungguh tidak bisa. Hari ini juga aku akan menikah dengan perempuan pilihan kedua orang tuaku, sungguh aku tak ingin menjadi anak durhaka. Kamu bisa tinggal di hotel itu, sampai kapanpun kamu mau Andini, percayalah aku disini selalu mencintaimu, aku hanya menginginkanmu, tolong lupakan aku.


From:Kurniawan***.


.


.


Setelah selesai membaca isi surat itu, air mata mengalir deras di pipinya, hatinya terasa sakit dan sesak, bathinnya tersiksa luar biasa.


Ia memilih menuju balkon kamarnya.


Dengan air mata mengalir deras ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya...


Ia meloncat dan akhirnya tak bisa di selamatkan...


Itulah yang menyebabkan kamar 207 angker dan seram. Siapapun yang menempati kamar itu akan di ganggu dan terkadang ada yang tewas karena ketakutan.


.


.

__ADS_1


Satu jam berlalu, Erick dan Yuna memutuskan untuk pulang... karena Yuna takut dan merengek ingin segera pulang.


Mereka keluar dari bioskop dan segera memasuki mobil, lalu melaju pulang kerumah.


"Kak, aku takut... mengerikan juga ya gagal nikah smpai harus seperti itu (menatap kekasihnya)"


"Hahah jangan takut yank, itu hanya film dan tidak sungguhan"


"Iya aku tahu, ta...tapi (dengan mata berkaca² masih tetap menatap Erick)"


"Tapi kenapa sayang, kenapa kamu sedih?? (mengusap pipi kekasihnya)"


"Aku takut kak...!"


Air mata Yuna mulai membasahi pipi chubby nya. Spontan membuat Erick menghentikan dan memarkirkan mobilnya di tepi jalan.


"Hey.. kenapa menangis?? apa aku melukaimu sayang??" Erick bertanya pada gadis kecilnya...


"Aku takut kamu seperti lelaki di film tadi, pergi di saat aku benar² menyayangimu kak.." hiks.. hiks... Yuna menangis semakin menjadi²


"Sayang,, aku tidak akan seperti itu, janjiku adalah menikahimu, kamu harus percaya itu, okey... (memeluk kekasihnya)"


"Benarkah? hiks.. hiks... "


"Setelah kamu lulus kita akan menikah sayang, kamu bersedia kan hidup bersamaku?"


"Iya kak, aku percaya padamu. (masih menenggelamkan wajahnya di dada kekasihnya itu)"


"Jika kau percaya padaku, maka jangan menangis.. aku tak ingin gadis kecilku bersedih, Erick mengusap pipi yang basah karena air mata itu"


"Iya kak, maaf aku terlalu takut kehilangan kamu"


"Aku senang kamu menyayangiku, tapi aku tak rela jika kamu harus menangis hanya karena aku. Tugasku membuatmu bahagia sayang, bukan membuatmu bersedih"


.


.


Akhirnya mereka smpai di rumah, Erick segera mengantar Yuna ke kamar dan seperti biasa Erick akan menemani gadis kecilnya, tentunya Erick akan tidur di sofa yang ada di kamar Yuna.


"Sekarang kamu tidur, cup.. sebuah kecupan mendarat di kening gadis kecil"


"Iya sayang"


.


.


Mereka sekaranh sudah terlelap😴😴


Terimakasih sudah setia mampir di SJK💞

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya, agar novel ini tidak membosankan😉🙏


__ADS_2