
Terlihat gadis kecil terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu...
Meski tanpa riasan make up di wajahnya, ia bahkan terlihat begitu cantik!
Natural, ya itulah istriku... istri tercintaku.
Maafkan mas sayang, aku gagal menjagamu dan baby 😢
.
"Sayang" mengelus pipi istrinya dan mata berkaca²...
"Iya mas, kenapa sedih sekali? aku baik² saja mas"
"Maafkan mas sayang, ini semua kesalahan mas" air mata mulai mengalir membasahi pipi nya...
"Kenapa mas? ada apa yang sebenarnya? aku baik² saja kan, dan anak kita bagaimana mas??" mulai bingung dan panik...
"Yuna tenanglah, jangan banyak berfikir dulu" ucap mama...
"Tapi calon anakku baik² saja kan ma? mas?? jawab aku"
"Maaf, kamu keguguran sayang" ucap suamiku...
"Tidak... tidak mungkin mas, kamu bohong kan??" air mata tak bisa lagi di tahan...
"Ini benar sayang, mas telah gagal menjagamu" penuh penyesalan...
"Aku gagal menjaga anak ku mas, aku ceroboh... aku bukan calon mama yang baik" terus menyalahkan dirinya sendiri...
"Sayang, jangan menyalahkan dirimu begitu. Mas yqng salah, mas gagal menjaga istri dan calon anak kita"
"Mas, anak kita...baby tidak ada lagi di perutku" menangis sejadi²nya...
"Tenang sayang, jangan seperti ini..." semakin terpukul.
"Mas, anak kita" hiks..hiks....
.
.
Penyesalan itu terus berlanjut...
Kedua pasangan suami istri itu terus menyalahkan diri mereka masing²..
__ADS_1
Air mata terus keluar, tak henti²
.
"Mas, apa kamu marah padaku?" mata masih sembab...
"Hey, seharusnya kamu yang marah pada mas mu ini, karena belum bisa menjadi calon papa yang baik"
"Tapi mas, jika aku lebih berhati² pasti ini semua tidak akan terjadi" wajah murung...
"Sudahlah sayang, ini semua kehendak Tuhan" cup.. kecupan hangat mendarat di kening gadis kecil...
"Aku takut kamu kecewa padaku mas" terlihat begitu sedih...
"Sayang, ini semua sudah di atur sama yang di atas.. anak adalah titipan, mungkin Tuhan merasa kita belum pantas menjaga titipannya makanya Allah ambil lebih dulu" berusaha tenang meski sebenarnya ambyar...
"Iya mas, aku akan berusaha untuk lebih baik lagi"
"Iya sayang, ya udah kamu istirahat ya"
"Iya mas" mulai tersenyum...
.
Mereka pun beristirahat di ruangan itu, kini Yuna sudah tertidur pulas di dalam pelukan suaminya...
Sebagai manusia biasa, kita hanya butuh waktu untuk menerima semua kenyataan ini...
Pada akhirnya mengikhlaskan jauh lebih baik daripada terus terpuruk dalam kesedihan dan penyesalan.
.
Jam menunjukkan pukul 17:24 aku tersadar dari tidurku.
Kulihat suamiku masih terus memegang perutku, aku tak tega membangunkannya.
Maafkan aku sayang, gara² terburu² aku harus kehilangan calon anak kita. Aku harap kamu tidak kecewa dan tidak marah padaku mas, alu sangat mencintai kamu...Yuna berbicara dalam hati.
Tak lama, Erick pun tersadar dari tidurnya...
"Hmmm, sayang sudah bangun" mengerjapkan mata...
"Sudah mas" tersenyum...
"Apa kamu lebih baik sekarang?" ucap suamiku...
__ADS_1
"Iya mas, aku sudah bisa terima semua kenyataan ini"
"Syukurlah sayang, suatu saat InsyaAllah jika yang maha kuasa berkehendak pasti kita akan di beri titipan lagi" tersenyum lega...
"Iya mas, aku mau pulang mas"
"Iya sayang, mas panggil dokter dulu ya"
.
.
"Bagaimana dok, apa istri saya sudah boleh pulang?"
"Boleh pak, dan kamu harus lebih berhati² Yuna" ucap Dr. Rika...
"Iya dok saya akan lebih berhati²" ucap ku dengan sopan...
"Baik bu, kalau begitu saya permisi"
"Ehm dok..." setengah berteriak...
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?"
"Hmm apakah saya bisa mengandung lagi dok?" penuh harap jawabannya adalah "bisa"
"Menurut medis anda bisa mengandung lagi, tapi itu semua tergantung sang maha pencipta" jelas Dr. Rika...
"Baiklah dok, terimakasih" ucapku singkat...
"Sama² buk" meninggalkan ruangan.
.
"Mas, semoga aku bisa hamil lagi ya"
"Iya sayang, yang terpenting kamu harus menjaga kesehatan kamu" ucap mas Erick lembut...
"Iya mas"
.
Akhirnya aku dan suamiku pulang kerumah mama Ratih, pukul 18:20 kami tiba dirumah.
Selamat membaca guys💜💜💜
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya, jangan lupa like yaa😘😘😘😘