Semoga Jodohku Kamu

Semoga Jodohku Kamu
Part 6 Kepergian Mama


__ADS_3

*Semoga Jodohku Kamu*


Di kediaman Erick, mama Ratih sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampung. Mama membawa 1 koper dan tas yang melingkar cantik dilengan mama Ratih.


"Nak mama pamit, hati-hati di rumah sayang, jaga kesehatan, jangan telat makan, yang terpenting jangan lupa sholat lima waktu nya" ucap mama.


"Iya In Sha Allah ma, Erick baik-baik saja. Mama jangan terlalu memikirkan Erick, mama gak boleh banyak fikiran, gak boleh capek, oke! " jawab Erick dengan sopan.


"Iya nak, yaudah nanti kalau udah sampai mama kabari" ucap mama berlalu pergi menaiki Taxy online yang dipesannya 20 menit yang lalu.


"Okedeh mam, hati-hati ma" pesan Erick.


"Iya sayang" ucap mama Ratih sambil melambaikan tangan nya.


*Sekolah Yuna*


"Sil, Vii... btw udah siap belum PR Matematika kalian?" Tanya Yuna.


"Hehe, lo kayak gak tau kita berdua sih Na.. secara biasanya kan kalau ada PR kita minta bantuin sama lo..." ucap Viona tertawa lirih sambil garuk-garuk kepala nya yang tak gatal, dan diangguki oleh Sisil.


"Yaudah sini mumpung masih ada waktu gue tunjukin cara carinya, soal isinya lu berdua harus usaha, oke?" ucap Yuna.


"Oke Na... makasih lo emang sahabat gue yang paling baik, the best deh!" ucap Sisil.


"Idih tumben-tumben lo muji gue.." Yuna menertawakan Sisil, tapi tetap mengajarkan kepada sahabatnya itu.


*Suasana kampus Erick*


"Pagi broo!!" sapa Riko, sahabat Erick.


"Tumben-tumben nya muka lo kusut begitu haha, kenapa? diputusin cewek lo ya?" Riko nyerocos heboh.


"Apaan sih Ko.. cewe dari hongkong!. Biasa deh gue di tinggal nyokap pulang kampung" jelas Erick.


"Btw boleh dong gue nebeng tidur di rumah lo, lumayan kan gue bisa nemenin lu begadang hehe" ucap Riko.


"Ya gue sih boleh-boleh aja, hmm tapi masalah makanan gue gak tanggung ya haha" ucap Erick.


"Aiishhh... santai bro, gue temenan gak mandang itu kok, tapi kalo dikasih cuma-cuma gak nolak juga sih" ucap Riko.


"Uuhh dasar lo manusia kentang, giliran bahas makanan aja nyambung otak lu, hehe" ledek Erick.


Erick dan Riko pun tak menyadari bahwa ada seorang wanita cantik sedang memperhatikan mereka berdua, terlebih khususnya wanita cantik itu mengincar Erick, ya siapa lagi kalau bukan Fitri.


.


"Ehh ada my honey... ke kantin bareng yuk?" ucap Firti menghampiri dan menggandeng tangan Erick.

__ADS_1


"Apaan sih lo, narik-narik tangan gue. kalau lo mau makan ya makan aja gak usah sok-sok care ngajak gue, hmm btw mendingan lo ajak nih sahabat gue... lo laper kan Ko??" Tanya Erick.


"Hmmm iya ni Fit, mendingan lo ke kantin sama gue aja, gimana??" jawab Riko.


"Ogah, mending gue gak makan daripada harus jalan sama lo..." Fitri berlalu pergi meninggalkan Erick dan Riko dengan kesal.


"Hahaha... segitu doang perjuangan lo untuk mendekati pangeran kampus??" seru Riko.


"Ehh maksud lo apa??" Fitri menatap Riko sinis dari kejauhan.


"Ahh udah yuk cabut" ajak Erick.


**YUNA**


Teng.. teng...


Bel istirahat pun berbunyi..


"Oke anak-anak waktu sudah abis silahkan kumpulkan PR nya ke ketua kelas, nanti antar keruangan saya. selamat istirahat!" ucap pak Budi bergegas meninggalkan kelas, menuju keruangan para guru.


"Oke temen-temen... silahkan kumpulkan di meja guru, jangan lupa tulis nama kalian masing-masing, oke!" ucap Edo tegas.


"Oke siap ketua...!" jawab teman sekelas bersamaan.


"Hmm Do, lo mau gue bantuin gak?" ucap Clara dengan senyum menggoda.


"Udah gak usah, gue bisa sendiri kok" jawab Edo cuek.


Edo pun Menatap clara sambil senyum terpaksa....


"Gua duluan, bye!" seru Edo meninggalkan Clara.


**Ruang Guru**


Tok.. tok...


"Assalamu'alaikum" ucap Edo


"Wa'alaikumussalam, silahkan masuk!" jawab pak Budi.


"Ini pak saya ketua kelas X mewakili teman-teman sekelas mau mengantar PR MTK pak" ucap Edo.


"Oke baik terimakasih" ucap pak Budi ramah.


"Sama-sama pak, permisi" jawab Edo, lalu pergi bergegas ke kantin sekolah.


**Kantin sekolah**

__ADS_1


"Hay guys boleh gabung?" ucap Edo.


"Ehh boleh dong, silahkan" Yuna, Sisil, dan Viona menjawab bersamaan.


'Yaudah kalian boleh makan apa aja ntar gue deh yang traktir.. hehe" ucap Edo.


"Iihh lo baik banget sih Do, btw thanks yaa!" ucap Yuna.


"No problem! santai aja..." jawab Edo.


**Pulang Sekolah**


Teng.. teng...


"Oke anak-anak berhubung jam pelajaran sudah habis, kita sambung minggu depan" ucap bu Novi guru Bahasa Indonesia.


"Baik bu..." ucap siswa-siswi bersamaan.


"Baiklah, kalau begitu saya akhiri dengan Assalamu'alaikum wr. wb." ucap bu Novi dengan tersenyum manis.


"Wa'alaikumussalam bu..." jawab siswa-siswi serempak.


.


Sesampainya di rumah Yuna langsung mengucapkan salam dan tentunya ayah dan bunda telah menunggu nya sedari tadi di ruang tamu...


"Ehh anak bunda udah pulang, pulang sama siapa? kok gak sama Syila??" ucap bunda mulai mengintrogasi Yuna seperti tiap-tiap kepulangan sekolah anak bungsunya itu, bahkan bisa dibilang setiap hari.


"Nebeng temen bund... abisnya kak Syila kan sibuk kerja mana sempet jemput aku hihi" jawab Yuna santai.


"Cowok apa cewek??" tanya ayah seraya ikut mengintrogasi anaknya itu.


"Cowok yah, kebetulan jalan pulangnya searah" ucap Yuna sedikit gugup.


"Lain kali lebih baik naik angkot daripada berduaan sama anak bujang orang!" seru ayah Wijaya yang sedikit menaikkan nada bicaranya.


Bunda hanya menatap putri kecilnya yang merasa ketakutan karena melihat raut wajah ayahnya dan baru kali ini ayah Wijaya terlihat sedikit membentak Yuna meski secara tidak langsung.


"I.. iya yah Yuna paham, maaf! telah membuat ayah dan bunda khawatir" jawab Yuna gemetaran.


"Sudahlah ayo bunda antar ke kamar, ganti pakaian mu, jangan lupa sholat lalu segeralah makan bunda sudah siapin makanan untuk mu..." ucap bunda Yunita.


"Hmm sayang, ayahmu hanya takut dirimu disakiti oleh lelaki diluar sana.. kamu mengerti kan tentang kekhawatiran yang dirasakan oleh orang tua?" ucap bunda sambil mengelus lalu mengecup kening anak bungsunya itu.


"Iya bund.. Yuna mengerti. Yuna tidak akan mengecewakan ayah sama bunda...janji deh" Yuna memeluk erat bundanya.


Setelah selesai sholat Yuna segera turun ke bawah seperti biasanya, melanjutkan makan siang bersama ayah Wijaya dan bunda Yunita.

__ADS_1


Kita sambung part sebelah ya kakak-kakak😘😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍


Jangan lupa jempolnya hehe😊


__ADS_2