
Tidak terasa sudah 2 hari berlalu, aku dan mas Erick menempati kembali rumah ini.
Di rumah terkadang memang membosankan, rasanya aku ingin mengajak suamiku jalan-jalan menikmati suasana di kota A ini.
Ku urungkan niat ku, karena mematuhi peraturan pemerintah untuk tetap di rumah aja.
....
Karena iseng aku mengajak suamiku untuk masak, kami memilih untuk membeli secara online semua bahan masakannya karena malas keluar rumah.
"Sayang aku bosen nih" ucapku merengek pada mas Erick.
"Yaudah kalau bosen kamu lakuin kegiatan yang bermanfaat" jawab mas Erick seadanya.
"Mas gimana kalau kita masak?" ucapku mengutarakan ide cemerlang.
"Wah boleh juga, ya udah mas beliin bahan-bahannya dulu ya" beranjak ingin pergi.
"Mas gak usah kemana-mana di sini aja temenin aku" aku memegang tangan suamiku.
"Terus belanja bahan nya gimana?"
"Kita kan bisa via online mas, jangan tinggalin istrimu ini mas" aku gelendotan manja di tangan suamiku.
"Iihhh manjanya istriku, yaudah iya" menuruti semua permintaan konyol istri tercintanya.
"Makasih suamiku, makin cinta deh hehe"
"Haha gombal" jawab Erick dengan tertawa lepas.
__ADS_1
"Biarin, huuuu π" aku menjulurkan lidah mengejek suamiku.
.....
Semua bahan masakan sudah di pesan via online, tinggal menunggu kurir mengantarkan pesanan. Sambil menunggu kurir aku dan mas Erick duduk santai di ruang tamu dan menonton TV.
.
15 menit kemudian pesanan sudah sampai sesuai yang di pesan, kurirnya ramah dan pengantarannya cukup baik dan memuaskan.
Setelah membayar, suamiku segera masuk ke dalam membawa kresek berwarna hitam berisi segala bahan masakan.
Akhirnya kamipun melanjutkan aksi ide gila ku yaitu memasak, entah sejak kapan aku pandai masak...ya mungkin setelah aku menjadi istri dari suamiku.
Mas Erick dengan telaten membantu ku, aku memilih menu di siang hari ini dengan masakan ayam gulai, ayam bakar, dan ikan patin asam pedas, tak lupa ku lengkapi dengan sayur tumis kangkung campur touge, dan telur ceplok.
"Mas bantuin iris bawang merah, bawang putih, dan lada minang... untuk bumbu sayur tumis nanti" ucapku.
"Iya sini mas bantuin" mengambil talenan untuk mengiris bumbu tumisnya.
"Makasih mas" aku menyentil pucuk hidung suamiku yang mancung.
"Lalu, apa lagi yang perlu mas bantu sayang" ucap suamiku berbisik lembut di telingaku.
"Ini kamu bantuin ulek bumbu untuk ayam bakar" jawabku terbata menahan geli akibat perbuatan mas Erick.
"Oke baiklah istriku" Erick menabur senyum menggoda.
"Itu matanya tolong di kondisikan ya kang!!" ledek ku melihat tingkah mas Erick.
__ADS_1
"Akang cinta sama eneng" hehe... Erick tertawa lepas setelah membuat istrinya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol nya.
.....
Mereka kembali dengan aksinya memasak sesuai rencana awal.
1 jam kemudian, Akhirnya semua makanan sudah siap di sajikan di atas meja makan. Kamipun menyantap makan siang dengan lahap. Mas Erick memuji hasil usahaku memasak.
"Sayang, ternyata masakan kamu rasanya sudah pas di lidah mas... enak yank" mas Erick memujiku.
"Makasih mas, ini juga berkat bantuan mas" jawabku malu-malu.
"Kalau begini caranya, mas makin betah deh di rumah... Bisa-bisa mas naik BB nya kalau di masakin terus sama istri tercinta mas ini" goda Erick.
"Ah mas bisa aja, iya deh aku usahain ya mas biar lebih rajin masakin kamu sayang" jawabku datar sambil tersenyum tipis.
Happy reading bebπππππππ
Jangan lupa vote yah biar author semangat untuk nulis πππ
__ADS_1