
Setelah kejadian itu mas Erick menjadi sedikit pendiam dan mengabaikanku.
Ia lebih sering menyibukkan diri dengan laptopnya daripada aku istrinya.
Aku merasa bosan sekaligus takut jika suasana seperti ini terus berlanjut.
Aku berusaha berbicara baik² dan meminta maaf pada suamiku.
"Mas maafin aku ya, seandainya aku gak pergi reunian itu pasti semua ini gak akan terjadi" ucapku sambil menunduk.
"Iya" menjawab cuek.
"Mas aku tidak pernah menginginkan apa² dari Edo, aku fikir dia lelaki baik ternyata aku salah menilainya" mata berkaca²...
"Ketahuilah, mas tidak suka ada lelaki lain yang menikmati tubuhmu. Kamu istriku, tidak boleh ada lelaki lain di hatimu!" menjawab dengan nada tinggi...
"Iya mas aku paham, demi Allah kejadian malam itu tidak pernah ada dalam skenario kami, itu hanya kebetulan bahkan mungkin karena Edo khilaf mas" menangis...
"Entahlah, sejak malam itu perasaan mas jadi kacau, mas merasa hancur sekaligus gagal menjaga istri mas" terlihat murung dan menyesal...
"Mas sudah melakukan yang seharusnya, aku bangga padamu!" ucapku sambil memegang tangan suamiku.
"Maafin mas, mas hanya terlalu terbawa suasana... mas gak rela kamu di sentuh lelaki lain, itu saja... tolong jaga hati kamu buat mas" ucapannya sangat menusuk jantung sekaligus aku terharu mendengarnya...
__ADS_1
"Iya mas, aku tidak pernah mengkhianati cinta kita... kamu cinta pertama dan terakhirku, mas adalah sesuatu yang sangat berharga bagiku"
"Mas percaya itu sayang... maaf ya mas terlalu takut kehilangan kamu" suamiku mulai tersenyum lepas..
"Iya mas, i love you"ucapku sambil mencium bibir suamiku.
"Love you too" suamiku menjawab seadanya sambil terus menikmati permainan kecil ini.
.
.
"Hmm mas, aku mau tanya sesuatu...boleh?" ucapku pada mas Erick.
"Ehm malam itu, kenapa mas bisa datang tepat waktu?? tapi aku beruntung mas hadir di waktu yang tepat" ucap ku.
"Sebenarnya mas sengaja mengawasimu dari jauh, karena mas malam itu merasa gelisah jika harus meninggalkanmu sendirian..ya walaupun mas tau ada dua sahabat kesayanganmu itu" ucapnya dengan jelas.
"Owh begitu, sebenarnya aku juga sudah menolak ajakan Edo mas..tapi dia terus membujuk agar mengantarku pulang, karena istrimu masih polos...jadi aku mudah percaya dengan kata² lelaki pecundang itu mas. Maafin aku ya mas" ucapku sambil menyender di bahu nya.
"Mas tahu semuanya sayang, kamu tidak melakukan kesalahan" mas Erick mengelus rambutku.
"Tapi tetap saja mas, aku merasa telah menodai cinta kita. Lelaki itu sudah merebut milikmu" ucapku sambil memanyunkan bibirku.
__ADS_1
"Sudahlah, kamu jangan mengingatkan kejadian itu lagi...sebenarnya mas gak rela lelaki itu merengguk bibir tipis ini"
"Iya aku juga gak rela mas, hmm anggap aja ini semua musibah ya mas" hehe...
"Iya musibah yang sangat menyeramkan!" jawab suamiku singkat.
"Ya maaf mas..."
"Lakukan dulu kewajibanmu sebagai seorang istri, baru mas maafin kamu" perlahan memeluk dan mencumbui mesra bibir gadis kecil.
"Ah itu, aku sudah terbiasa melakukannya" jawabku.
.....
Kedua insan itu terus bercumbu mesra di kamar Erick, bagaikan sepasang pengantin baru.
Yang jelas keduanya saling menikmati permainannya...
Setelah malam kelabu itu, pagi² sekali Erick mengajak istri dan mama untuk pulang ke kota A.
Ia masih belum terima mengingat peristiwa malam itu...
Happy reading beb❤️❤️❤️🤴👸❤️❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa vote yaah😘😘😉