Semoga Jodohku Kamu

Semoga Jodohku Kamu
Part 103 Virus Corona (Covid-19)


__ADS_3

Kicauan burung di pagi hari membuat aku tersadar dari tidur nyenyakku...


Kutatap jam dinding menunjukkan pukul 06:49, mentari menghiasi langit cerah...


Ku lihat mas Erick sudah berdiri tegap di depan meja hias merapikan kemeja kerjanya.


Perlahan ku beranjak turun dari ranjang, ku bantu suamiku bersiap-siap, aku memakaikan dasi yang senada dengan warna kemejanya.


.


"Udah bangun?" tanya Erick.


"Udah mas, maaf ya aku kesiangan" jawabku singkat...


"Ahh gak papa sayang, terimakasih sudah menjadi istri terbaik" puji mas Erick.


"Hahaha bahkan aku merasa aku adalah istri yang terburuk mas, terimakasih selalu membuatku senang"


"Di mata ku kamu adalah istri terbaik ku"


"Hmm mas..." memeluk Erick dengan lembut.


.


.


Setelah semua selesai, Erick berpamitan pada mama dan istri tercintanya.


Erick segera melajukan mobil menuju kantor, dan ia akan pulang ke rumah saat semua pekerjaan sudah terselesaikan. Bisa di bilang ini terakhir kali Erick ke kantor, karena setelah ini semua pekerjaan kantor akan di laksanakan di rumah untuk menghambat penyebaran virus corona dengan menerapkan sosial distancing.

__ADS_1


.....


*Di Rumah*


Yuna masih sibuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosen-dosen yang bersangkutan di karenakan gemparnya wabah virus corona (Covid-19), yang menyebabkan segala aktivitas di kerjakan di rumah aja, termasuk proses belajar mengajar juga di lakukan di rumah dengan menggunakan sistem daring (dalam jaringan) atau lebih tenarnya di sebut kuliah online.


Meski tugas menumpuk, tidak membuat Yuna melupakan kewajiban utamanya sebagai seorang istri. Ia tetap memperhatikan dan mengurus semua keperluan suaminya.


Terkadang Erick juga membantu mengerjakan tugas Yuna, begitu juga sebaliknya.


Sebagai sepasang suami istri, mereka sangat kompak saling melengkapi.


Hari ini pekerjaan Erick cukup menguras tenaga, pukul setengah 4 sore ia belum pulang.


Sedangkan semua keperluan yang biasanya di sediakan untuk Erick sudah dipersiapkan oleh Yuna, namum suaminya tak kunjung datang.


.


Gadis kecil mulai khawatir dan gelisah karena Erick belum juga kembali ke rumah, ia sangat mengkhawatirkan suaminya takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Yuna memutuskan untuk menghubungi mas Erick, untuk memastikan bahwa suaminya baik-baik saja.


Drrrttt...drrttt...


My Wife๐Ÿ’™


.


"Hallo Assalamu'alaikum sayang" ucap Erick sebelum istrinya memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam mas, kamu di mana kok belum pulang? gak ada kabar juga, aki khawatir" jawab Yuna panjang lebar.


"Mas di kantor sayang, setengah jam lagi mas pulang"


"Beneran yach mas, aku kangen sama kamu" hehe...Yuna terkekeh dalam hati.


"Siap bosku๐Ÿ’™"


.


Yuna merasa lega, karena mengetahui keadaan suaminya yang baik-baik saja, dan tentunya akan selalu dinantikan kedatangannya oleh Yuna Astari Wijaya.


Akhirnya Yuna melanjutkan pekerjaannya bergelut dengan otak dan laptop pribadi miliknya yang Erick beli saat awal istrinya masuk kuliah.


.


Setelah selesai mengerjakan satu tugas mata kuliah, Yuna melanjutkan membantu mama Ratih masak untuk makan malam nanti.


Meskipun belum begitu jago masak tapi masakan Yuna juga selalu habis tak tersisa jika di suguhkan kepada mas Erick.


Mas Erick selalu menghargai setiap usaha dan perhatian dari istrinya, sekalipun masakan itu sebenarnya tidak enak atau tidak layak dimakan.


Namun dibalik itu semua, Yuna juga berusaha terus agar menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya.


Semoga kebahagiaan selalu menyertai sepasang kekasih halal tersebut.


Happy reading๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


Jangan lupa coment dan like yaaaaaaa๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2