
Hari ini kami akan ke rumah sakit untuk cek kandungan, karena mas Erick banyak kerjaan jadinya mama deh yang nemenin aku...
.
"Sayang, maaf ya mas gak bisa antar kamu hari ini"
"Iya mas, gpp... ada mama kok"
"Kamu hati² jangan capek² sayang"
"Iya sayang, kamu juga hati² yaa jangan lupa makan siang"
"Siap ibu negara"
"Lebay deh mas"
"Hehe"
.
.
Mentari bersinar dengan semangat...
Membangunkan tumbuh²an yang layu.
Aku dan mama segera ke rumah sakit,
kami pergi dengan taxy online pesanan mas Erick...
Maklum saja aku dan mama sama² gak pernah nyetir sendiri...
Lagipula gak berani, takut keserempet atau nabrak..
.
*Rumah Sakit*
.
Aku dan mama duduk di kursi antrian...
Lumayan melelahkan jika harus menunggu.
Tapi demi calon anak ku aku rela menyukai apa yang sebelumnya tidak ku sukai...
.
"Bagaimana dok keadaan calon cucu saya?" ucap mama Ratih pada dr. Rika..
"Alhamdulillah ibu dan kandungannya sehat"
"Tapi dok saya sering mual dan pusing yang berlebihan, apa itu wajar??" tanyaku dengan sopan...
"Iya ibu, mual dan pusing wajar dirasakan oleh ibu hamil..." jelas dr. Rika
"Baiklah dok, terimakasih"
"Iya bu, oh ya ini resep nya tolong di tebus di apotik"
"Baik dok"
__ADS_1
"Terimakasih dok, permisi" ucap mama...
"Sama² buk, silahkan" tersenyum lebar...
.
.
Aku dan mama segera ke apotik untuk menebus resep yang diberikan oleh Dr. rika...
Setelah selesai menebus resep itu, aku dan mama segera pulang ke rumah.
.
Tak lupa kami singgah ke supermarket untuk membeli bahan masakan, aku menemani mama memilih² kebutuhan dapur.
Sementara pak supir itu dengan sabar menunggu kami, karena ia adalah supir langganan suamiku...
.
Sesampainya di rumah, aku membantu mama masak untuk makan siang.
Ya aku tidak membantu banyak hal, mana yang bisa ku lakukan saja hehe:)
Tak terasa jam begitu cepat berputar, kini sudah menunjukkan pukul 14:20 sebentar lagi suamiku akan pulang, jika tidak ada pekerjaan lain...
.
Ting.. tong...
Pasti mas Erick sudah pulang, aku bergegas turun ke bawah sambil berlari kecil menuruni anak tangga...
.
Bruk!!
"Awh... sakit!" aku menahan rasa sakit dan aku pendarahan...
"Ada apa sayang? ya ampun kenapa sampai begini??" mulai panik dan membantu menantunya...
"Yuna buru² ma, tadi ada yang datang pasti itu mas Erick" meringis kesakitan...
"Sayang, seharusnya tidak perlu buru² begitu" kebingungan....
Di luar Erick masih berdiri tegap, menunggu sambutan dari istrinya...
Karena merasa terlalu Lama, akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam.
Di ruang tamu, mama sedang mengelus² kepala istrinya...
Terlihat darah segar mengalir perlahan di kaki istrinya...
.
"Sayang, kamu kenapa??" dengan wajah panik dan melempar tas kerjanya asal²an...
"Mas aku jatuh dari tangga" menunduk takut sekaligus menahan rasa sakit...
"Ya ampun sayang, kenapa sampai seperti ini? ayo sekarang kita ke rumah sakit!" menggendong istrinya..
.
__ADS_1
Sepanjang jalan Erick merasa bersalah karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.
Jika sampai terjadi apa² aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri..
Erick membathin sambil tak henti²nya berdo'a...
"Mas, perutku sakit sekali" air mata mulai berlinangan...
"Sabar sayang, sebentar lagi kita sampai" mengelus kepala istrinya...
.
*Rumah Sakit*
"Dokter segera periksa istri saya dok"
"Baik pak, kami akan berusaha sebaik mungkin"
Suster segera membawa Yuna UGD, dan disusul oleh Dr. Rika...
Aku dan mama masih duduk di luar menunggu kabar dari dokter...
Aku sangat panik dan khawatir pada istri dan calon anakku...
Mama menenangkanku, meski sebenarnya ini bukan kesalahan siapa² tetap saja Erick merasa dia gagal menjaga istri tercintanya...
"Sayang, kita sama² berdo'a saja semoga istri dan anakmu baik² saja" mengelus pundak anak nya...
"Tapi ma, aku telah gagal menjaga istriku" mata berkaca²...
.
"Bagaimana dok keadaan istri saya?" Erick langsung mengintrogasi Dr. Rika yang baru keluar dari ruangan...
"Mari ikut saya pak, buk" mempersilahkan Erick dan mama Ratih...
"Baik dok" ucap mama...
"Silahkan duduk pak, buk"
"Terimakasih dok, tapi bagaimana keadaan istri saya??" mulai tidak sabar...
"Sebelumnya kami minta maaf pak, istri bapak baik² saja hanya saja kondisinya masih lemah... namun tuhan berkehendak lain, anak bapak tidak bisa di selamatkan" dokter menjawab apa adanya....
"Maksud dokter, istri saya keguguran??" setengah tidak percaya...
"Iya pak" menjawab datar...
"Tidak mungkin, baby ku..." merasa sangat terpukul...
"Terimakasih dokter, apakah kami bisa menjenguk Yuna" ucap mama...
"Tentu, silahkan buk" tersenyum datar...
Mama Ratih terus menenangkan Erick, supaya tidak terus²an menyalahkan dirinya sendiri...
Kami segera melihat keadaan Yuna...
Kritik dan sarannya silahkan💙💙💙💙💙
Maaf baru sempat Up😉💕
__ADS_1