Semoga Jodohku Kamu

Semoga Jodohku Kamu
Part 94 Reunian (part 1)


__ADS_3

Setelah sekian lama hening tanpa notif, group class Alumni SMA Tunas Bangsa kembali riuh dengan notifnya....


Teman² Yuna silih berganti mengirim pesan suara di group chat itu.


"Guys gimana kalau kita reunian??" ucap Edo menyampaikan planning yang sesungguhnya...


"Wah gue setuju Do" ucap Clara dengan semangat.


"Gue sih oke aja" sambung Viona...


"Yang lain gimana??" tanya Sisil.


"@Yuna lu ikutan gak??" Viona nge tag sahabatnya...


"InsyaAllah" balas Yuna singkat...


"Rio lu ikutan gak?" sambung Edo...


"Oke aja" balas Rio singkat.


Silih berganti chat masuk, group itu seketika penuh dengan canda tawa.


Aku hanya muncul sesekali di group itu, bagaimana tidak?? semua teman² sekolahku dulu masih lajang... dan hanya aku yang baru menikah.


Mereka bebas melakukan apapun, tetapi tidak buatku. Karena bagiku suamiku adalah yang patut di utamakan.


Ku dekati suamiku yang sedang asyik menatap layar monitor.


Aku berusaha meminta izin padanya.


"Mas" ucapku singkat.


"Iya sayang, ada apa??" masih tetap fokus pada pekerjaannya.


"Temen SMA ngajak reunian, boleh gak aku ikut??" aku langsung mengungkapkan keinginanku.


"Temen cewek apa cowok??" jawab suamiku.


"Cewek cowok dong mas, tapi lebih banyak cewek kok... lagian sama Viona dan Sisil juga" jelasku padanya.


"Apa reuni itu penting sekali?" mas Erick bertanya padaku.


"Penting, tapi tidak terlalu penting sih mas!" aku mulai kesal...


"Jam berapa acaranya, dan di mana?" Tanya suamiku.


"Di caffe to Night, jam 20:15 mas"

__ADS_1


"Boleh asal mas yang anterin kamu"


"Tapi kan mas sibuk, aku bisa naik taxy mas"


"Mas tidak percaya pada siapapun, kalau tidak mas sendiri yang melakukannya. Mas yang antar, atau kamu gak jadi reunian"


"Iya mas, kamu yang anterin aku"


"Yaudah kamu siap² sana"


"Iya mas, baiklah" segera bersiap²


.


Aku memilih mengenakan dress dengan belahan lumayan tinggi.


Tak lupa tas mungilku selalu menemaniku di saat berpergian.


Ku hampiri kembali suamiku, ia berjanji akan mengantarku ke caffe tempat kami janjian (reunian).


"Mas, aku sudah selesai" ucapku


"Ehm, mau reunian apa mau cari suami baru?" tatapan mas Erick sinis padaku...


"Maksud mas apa??" ucapku polos.


"Lihatlah pakaianmu, mas tidak suka lelaki di luar sana melihat tubuhmu" ucapnya tegas...


.


.


Sekarang aku mengenakan celana panjang dan baju kaos, ya terlihat seperti anak ABG.


Ahh tidak masalah, yang penting suamiku tidak marah ataupun kesal padaku. Ucapku membathin...


"Mas apa begini sudah pas?" aku menghampiri mas Erick..


"Ya begini lebih bagus, biarlah orang lain memandangmu burik, asal di hadapan mas kamu bidadariku sayang" Erick tersenyum lebar...


"Iya mas" aku senang mendengar ucapan suamiku.


.


Akhirnya suamiku mengantarku hingga di depan caffe.


Ia langsung pamit pulang, karena masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan.

__ADS_1


"Nanti pulang kabari mas sayang"


"Oke sayang, kamu hati² ya mas" ucapku..


"Iya sayang, bye!"


.


Aku berjalan masuk ke caffe itu, aku tak merasa canggung karena tempat itu sudah sering aku kunjungi bersama keluargaku.


Kulihat di meja no 16 sudah banyak teman² ku di sana, termasuk dua sahabatku.


"Hay guys sorry telat" ucapku sambil menggeser tempat duduk lalu duduk di antara kedua sahabatku itu.


"Ciee makin cantik aja lo beb" ucap Viona.


"Iya nih makin glowing² gitu" sambung Sisil...


"Haha kalian ada² aja, gak kok biasa aja beb" ucapku sambil tersenyum..


"Glowing!!! tapi sayang pakaian nya standart banget!" seru Clara..


"Ehh lo kalo ngomong di jaga ****" Viona menimpali.


"Fakta kan, udah lah gak usah sewot gitu" tegas Clara..


"Apaan sih ribut²" Edo dan Rio datang bersamaan...


"Gak papa kok Do, ini si Yuna udah bersuami koo penmpilannya malah norak banget, gak fashionable banget" sindir Clara...


"Apaan sih nempel²" Edo menepis tangan Clara.


.


"Hay Na, apa kabar?" sapa Edo..


"Baik kok, lo sendiri apa kabar?" aku merespon sapaan Edo...


"Seperti yang lo lihat, gue baik² aja" Edo tersenyum manis..


"Syukurlah kalau begitu" ucapku sewajarnya.


.


Akhirnya setelah semua berkumpul kami memutuskan untuk makan malam...


Aku berusaha enjoy meski Edo terus memperhatikanku dan seketika membuat perasaanku ambyar😌

__ADS_1


Happy reading guys❤️❤️🤴👸❤️❤️


Jangan lupa like dan vote dong biar author semangat nulisnya💜💜💜


__ADS_2