
*Semoga Jodohku Kamu*
Sinar mentari yang begitu cerah, memberikan dorongan semangat tersendiri bagi seorang Erick...
Dia sangat menikmati pagi harinya dengan penuh kebahagiaan.
Segera Erick bersiap untuk jogging di pagi hari ini di sekitaran komplek.
.
Dengan semangat Erick berlari, meneteskan keringat di pagi hari.
Di tengah bercururan keringat membuat Erick sedikit lelah, dia duduk di tepi jalan.. untuk mengumpulkan energi yang terkuras habis.
Tiba-tiba terdengar suara wanita yang memanggil Erick dari kejauhan,, suara yang tidak asing, Erick sangat mengenali suara wanita itu. Ya suara itu adalah suara Mira, wanita yang pernah hadir dalam kehidupan Erick beberapa tahun yang lalu.
"Erick.... hey" ucap Mira berjalan mendekati Erick di tepi jalan.
Erick yang memandang mira akan menghampirinya hanya diam seribu bahasa.
Ahh ingin tersenyum pada wanita itu pun rasanya sudah enggan! gumam Erick kesal.
"Erick kenapa diam saja? apa kau masih marah padaku hingga untuk menyapa ku pun kau tak mau lagi?" tanya Mira tanpa dosa.
Erick hanya menatapnya lekat-lekat, dalam hatinya berkata kau wanita pertama yang membuat ku mengenal dunia CINTA tapi kau juga wanita yang mengajarkan ku untuk MEMBENCI!!
"Hmm.. ada apa? kenapa kau pulang kemari? apakah uang kekasih mu itu tidak cukup hingga kau harus kembali mendekati laki-laki lain?" ucap Erick dengan wajah malas.
"Bukan begitu Rick, bisakah kita berteman. Aku tidak akan berharap lebih padamu, dan masalah Radit...hmm dia meninggalkan aku, dia lebih memilih wanita lain..padahal semua jiwa ragaku telah aku serahkan padanya. Aku begitu hina, pantas jika semua lelaki akan benci dan tak mau berteman padaku..." jelas Mira dengan Air mata yang mulai berlinang.
"Sudahlah, itu resiko bagimu..dulu kau sangat mendambakan laki-laki kaya raya, setidaknya kau telah merasakannya bukan?" bantah Erick dengan wajah malas menatap Mira.
"Iya, aku tahu Rick mungkin ini karma untuk ku karena telah menyia-nyiakan mu, lelaki yang benar-benar tulus mencintaiku...
Maafkan aku!! Aku mohon beri aku kesempatan agar aku menjadi lebih baik lagi, apa kau bersedia Rick?" tanya Mira menatap tulus pada mantan kekasihnya.
__ADS_1
"Entahlah, bertemu denganmu lagi itupun terasa bagaikan mimpi yang tidak akan pernah nyata. Jika ingin berubah aku dukung kamu sepenuhnya, tapi jangan harap kita bisa sedekat dulu lagi. Aku pernah trauma untuk mengenal wanita hanya karena mu!" ucap Erick dengan tegas.
"Maafkan aku, sungguh aku sangat menyesal" jawab Mira.
"Sudahlah aku tidak mau mendengar apa-apa lagi, aku lelah aku ingin pulang, berubahlah untuk masa depanmu akan ada lelaki yang bisa menerima dirimu dengan tulus apapun masa lalu mu" sahut Erick tersenyum pada mantan kekasihnya itu lalu pergi meninggalkan Mira.
"Terimakasih Rick, aku akan berubah. Aku harap kau masih mau mengenal dan berteman denganku" ucap Mira penuh harap.
Tanpa merespon ucapan Mira, Erick langsung pergi meninggalkan mantan kekasihnya dengan terburu-buru.
**MIRA**
Erick benar, aku memang salah dan aku harus berubah.. maafkan aku Rick pernah menyia-nyiakanmu hanya demi seorang Radit yang brengsek itu, aku sungguh malu padamu. Tapi aku bersyukur, karena kau masih mau berhubungan dengan wanita hina sepertiku walaupun hanya sebatas teman. Aku janji aku tidak akan mengecewakan mu lagi...! Mira bermonolog meratapi nasibnya yang malang.
**ERICK**
Sesampainya di rumah, Erick langsung duduk di sofa.. sambil berfikir tentang kejadian tadi.
Ahh sial, kenapa harus bertemu wanita itu lagi. Dia benar-benar merusak konsentrasiku, di dalam lubuk hati ini masih ada terselip nama mu MIRA... tapi mengingat apa yang kau lakukan padaku dulu, hmmm rasanya aku tidak pernah kenal dengan wanita seperti mu... gumam Erick lirih.
Erick Hanya diam dan tersenyum paksa, tak menjawab pertanyaan mama.
"Kamu kenapa Rick? apa ada maslah? ayo cerita ke mama" ucap mama Ratih.
"Mira ma" sahut Erick perlahan.
"Kenapa lagi perempuan itu, apa dia sudah kembali ke kota ini, bukankah dia telah memilih laki-laki bejat itu yang bisa membeli para wanita-wanita yang doyan uang!!" ucap mama Ratih emosi, ketika mendengar nama mantan kekasih anaknya itu.
"Tadi Erick bertemu dengannya ma, Mira bilang dia sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan Erick, dan dia juga berjanji akan berubah. Sepertinya dia telah berpisah dengan Radit, karena lelaki itu telah memilih wanita lain daripada Mira" jelas Erick.
"Sudahlah, kamu jangan memikirkan wanita itu lagi. Toh kamu sudah mendapatkan penggantinya Mira walaupun Yuna masih sangat polos dan kekanakan, mama yakin kalian akan bahagia, karena usia tidak penting. Yang terpenting kamu harus membimbing Yuna, apapun keputusan ayahnya nanti kamu harus buktikan bahwa kamu benar-benar serius pada gadis kecilmu itu" ucap mama menyemangati anaknya.
"Iya ma, cukuplah sudah masa lalu Erick terasa begitu pahit. Dan Yuna adalah masa depan yang harus Erick perjuangkan, terimakasih ma telah mendukung dan memberikan semangat pada Erick" ucap Erick sambil memeluk mamanya dengan erat sekali.
"Ya sudah, lebih baik kamu mandi... lalu siap-siap kamu kan harus ngampus. Nanti setelah pulang kampus kita akan pergi ke kota B untuk bertamu dan bersilaturahmi pada keluarga Yuna" ucap mama Ratih.
__ADS_1
"Baik ma" seru Erick sambil tersenyum manis pada mama dan bergegas pergi ke kamar nya untuk mandi.
**KAMPUS**
Pagi ini adalah pagi yang membosankan bagi Erick, karena jadwal masuk pada dosen yang sangat ia benci.. pak Beni ia adalah kakak kandung Radit (lelaki yang telah merebut kebahagiaan masa lalu nya, karena bermodalkan uang belaka). Entah mengapa Erick begitu muak ketika harus berurusan dengan Radit bahkan keluarganya termasuk pak dosen yang mengajar di kampus nya itu.
Walau terasa sangat muak, Erick tetap mengikuti kuliah pada jam mata kuliah pak Beni, karena baginya kebahagiaan Mama Ratih jauh lebih penting daripada ego nya sendiri, dan Erick tidak akan mengecewakan mama. Benci hanya akan menjerumuskan kita ke situasi yang lebih buruk!
Jam terasa begitu lambat berputar, sementara pak Beni dengan bersemangat masih mengoceh di depan memberikan materi.
"Bro ngapain lo bengong gitu?" ucap Riko memecahkan lamunan sahabatnya.
"Lo gak tau masalah gue, mending diem tuh dengerin aja dosen nya ngoceh" jawab Erick ngegas.
"Tumben lo sensitif amat, ya gak usah ngegas gitu kali" balas Riko.
"Bodo'.. suka-suka gue mulut-mulut gue juga" jawab Erick nyolot.
"Yaudah terserah lo...." seru Riko, kembali mendengarkan pak Beni memberi material di depan.
Erick memang tidak pernah menceritakan masalah pribadinya kepada siapapun, termasuk sahabatnya itu.. setahu Riko Erick hanyalan pria yang mandiri, bertanggungjawab, dan smart, selebih dari itu Riko tidak pernah tau bahwa seorang Erick pun pernah mengalami Rapuh dan patah hati hanya karena seorang MIRA yang direbut oleh RADIT.
"Hmm...berhubung waktu habis maka kita sambung minggu depan.. dan masalah kelompok akan saya info kan di group WA mengenai masing tugas serta nama-nama kelompoknya, mengerti?" ucap pak Beni.
"Baik pak, mengerti" sahut para mahasiswa dan mahasiswi bersamaan.
"Baiklah kalau begitu saya permisi, jangan lupa semua tugas sudah terkumpul minggu depan" jelas pak Beni, sambil mengemasi barang-barangnya.
Berhubung jam masuk pada pak Beni telah habis, mahasiswa-mahasiswi pun dengan heboh berhamburan ada yang ke kantin, perpustakaan, bahkan ada yang langsung pulang. Karena dosen lainnya berhalangan untuk masuk. Begitupun dengan Erick ia langsung tancap gas dengan mengendarai mobil pemberian papanya, segera pulang ke rumahnya.
Ikuti terus ya kakak-kakak😘
Jangan lupa like, dan tekan tombol favorit nya
Terimakasih😊🤗
__ADS_1