
Satu minggu kemudian...
Setelah melalui kehidupan yang panjang penuh dengan cerita suka dan duka, hari ini tepat 2 tahun berjalannya pernikahan Erick dan Yuna. Bukan hal yang mudah untuk menghancurkan semuanya selama itu, namun bukan juga hal yang sulit untuk bertahan selama 2 tahun ini.
Mereka sangat bahagia, senyum manis terlukis indah di bibir Yuna ketika terbangun dari mimpi indahnya...
Pukul 23:59 Erick sengaja membangunkan istri kesayangannya, dan memberikan kado spesial untuk istrinya.
Perlahan Yuna membuka mata, diraihnya jam di atas meja lalu ia tatap lekat-lekat... Ternyata ini larut malam, ungkapnya dalam hati. Aku segera bangun dan melihat suamiku yang sudah berdiri tegap memegang kue di atas tangannya... Ku lihat suamiku tersenyum lebar padaku, aku bisa merasakan bahwa suamiku juga sangat bahagia atas hari ini.
Ia menyuruhku untuk bangun dan menemaninya makan malam, suamiku sudah mempersiapkan segala sesuatunya.
Ia sengaja bangun dan membuat nasi goreng sea food kesukaanku, dan tak lupa ia membeli kue istimewa yang di sertai lilin menghiasi kue tersebut. Tak hanya itu, mas Erick juga membelikanku anting-anting baru serta piyama tidur yang sangat minim dan transparan. Ia bertanya padaku, tentang pendapatku atas usahanya malam ini.
"Gimana sayang, apa kamu menyukainya?" Tanyanya penuh harap agar aku menjawab iya.
Tidak bisa ku pungkiri, suamiku memang pandai menempatkan situasi dan kondisi...
Apapun yang ia lakukan, ia selalu membuat aku nyaman berada di sampingnya.
__ADS_1
"Iya mas, aku sangat menyukainya" jawabku kagum dengan sifat lembut dan romantisnya suamiku.
"Syukurlah, mas senang mendengarnya" jawabnya sambil mencium keningku dengan lembut penuh kehangatan.
"Iya mas, makasih sudah memprioritaskan diriku dalam hidupmu" jawab Yuna yang tengah asyik melihat-lihat hadiah dari suaminya.
"Itu hak mu sayang, dan itu juga kewajibanku sebagai seorang suami agar tetap menjadikanmu yang pertama dan utama" Erick tersenyum menggoda.
"Lalu, apa yang bisa aku lakukan untuk mas?" ucap Yuna dengan polosnya.
"Temani mas dari mas belum punya apa-apa yang bisa membuatmu bangga, hingga mas bisa membeli semuanya untukmu" jelas Erick menatap istrinya.
"Aku sangat mencintaimu sayang, aku tidak pernah mau untuk kehilangan dirimu" Erick membelai rambut istrinya lalu mencium bibir istrinya dengan gemas dan bergairah.
Mereka sangat bersyukur karena bisa mempertahankan rumah tangga mereka sampai sejauh ini, dan bahkan rasanya mereka sangat menginginkan kebersamaan selalu untuk mereka.
Pukul 01:20 mata kedua kekasih halal ini masih segar bugar, keduanya saling melempar senyum kebahagiaan. Mereka segera makan nasi goreng buatan Erick....
"Mas, aku mulai ngantuk" ucap Yuna dengan suara serak.
__ADS_1
"Mas juga ngantuk sayang, ayo kita tidur" jawab suamiku.
"Ayo mas, tapi temani aku ke dapur dulu sayang.. aku merasa haus sekali" pintaku pada mas Erick.
Benar saja semua yang Yuna minta akan selalu Erick kabulkan selagi ia bisa mengabulkannya.
"Tetaplah di sini biar mas saja yang mengambilnya" jawab Erick dengan penuh kasih sayang.
"Tapi mas, gak apa-apa ya?" tanyaku pada mas Erick.
"Tentu saja, mas senang bisa melakukannya untuk istri mas ini" Erick mengusap lembut kening istrinya.
Akhirnya Erick pun turun dari kamar menuju dapur yang ada di lantai 2. Setelah Erick kembali ke kamar membawa minuman untuk istrinya, iapun segera merebahkan tubuh kekarnya di atas kasur empuk itu.
Merekapun segera tidur bersama hingga pagi.
Happy readingπππππππ
Jangan lupa like dan vote yaπ€π€
__ADS_1