Semoga Jodohku Kamu

Semoga Jodohku Kamu
Part 111 Kabar Baik Yang Menyedihkan


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin, Erick dan Yuna lebih sering melakukannya. Apalagi akibat di rumah aja membuat sepasang kekasih ini semakin langgeng dan romantis melalui kisah kasih cerita cinta mereka. Mereka sudah benar-benar menginginkan kehadiran seorang baby di tengah-tengah rumah ini.


Yuna lebih sering masak dan makan dengan pola makanan yang sehat dan kaya akan gizi yang bisa meningkatkan pertumbuhan hormon mereka berdua.


Hari-hari mereka lalui bersama, penuh dengan suka cita. Kini mereka sedang asyik menonton serial drama Korea kesukaan Yuna.


.


Tiba-tiba Yuna sangat rindu pada ayah dan bundanya, karena sudah lama sekali Yuna tidak pulang menjenguk bunda di kota B. Karena setelah menikah, Yuna lebih sering di kota A baik itu di rumah mama Ratih maupun di rumah mereka sendiri.


Yuna bisa merasakan bagaimana kesepiannya bunda tanpa anak-anaknya di rumah itu. Apalagi kak Syila kini telah memiliki rumah sendiri bersama mas Dewa.


...


"Sayang, kenapa sedih sekali?" tanya Erick.


"Aku merindukan ayah dan bundaku mas" jawab Yuna dengan suara seraknya.


"Ya udah kamu berdo'a saja kepada Allah semoga semuanya baik-baik saja" jelas Erick.


"Iya mas, itu pasti" jawabnya dengan menyenderkan kepalanya di bahu Erick.


"Sebaiknya kamu telfon bunda sayang, karena hanya itu yang bisa membuatmu tenang dan lega" jelas Erick.

__ADS_1


"Iya mas, kamu benar" Yuna segera mengambil ponselnya di atas ranjang.


Dengan semangat sekaligus khawatir, Yuna menelfon bunda. Di seberang telefon, kabar baik selalu berada di tengah-tengah keluarga ini. Ayah dan bunda baik-baik saja, Yuna sangat senang mendengar kabar itu. Apalagi bunda bilang kalau kak Syila sekarang sedang mengandung.


Meski Yuna bahagia atas kabar itu, iapun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya jika harus mengingat bagaimana ia gagal menjadi seorang mama. Hatinya hancur, fikirannya buyar... air mata mengucur deras. Tiada kata yang bisa ia ucapkan, selain berdo'a kepada yang maha atas segala-segalanya agar ia bisa menjadi seorang mama yang baik nantinya.


Erick yang sejak tadi memperhatikan Yuna dari balkon kamar, spontan ia berjalan menghampiri istrinya yang tengah menangis setelah berbicara dengan bundanya di telefon.


Dengan rasa tak tega Erick menghampiri Yuna dan menghibur istri kecilnya itu.


"Sayang, kamu kenapa" ucap Erick sambil mengelus rambut istrinya.


"Aku senang tapi aku juga sedih mas" jelasnya sambil menenggelamkan wajahnya ke dada bidang suaminya.


"Kak Syila... mas" ucap Yuna.


"Iya kenapa dengan kakakmu sayang, dia baik-baik saja kan? apa Syila sakit? atau dewa menyakitinya??" Erick nyerocos melontarkan pertanyaan seperti wanita pada umumnya.


"Bukan itu mas" jawab Yuna semakin sendu.


"Lalu apa sayang, ceritain ke mas biar mas tau permasalahannya... kenapa istri mas sampai menangis begini"


"Maaf mas aku membuatmu khawatir" ucap Yuna.

__ADS_1


"Lalu...kamu kenapa sayang? jangan membuat mas tambah khawatir!" Erick sedikit meninggikan nada bicaranya.


"Kak Syila hamil, aku senang atas kabar bahagia itu... tapi aku juga sedih, karena aku tidak bisa menjaga bayiku dengan baik... hingga aku harus kehilangan bayi kita mas" jelas Yuna sambil terus menangis kencang.


"Sudah mas bilang itu semua kehendak Tuhan sayang, kamu jangan berputus asa begitu" ucap Erick menenangkan istrinya.


"Iya mas, makasih mas selalu ada buat aku" Yuna bersandar ke dada suaminya hingga ia tertidur pulas.


*Bunda*


Sementara di rumah, bunda sangat kesepian... ia hanya bisa menatap foto-foto anak-anaknya secara bergantian. Isak tangis bunda memang tidak terlihat di mata gadis kecil, namun perasaan seorang anak dan ibu begitu kuat dan dalam hingga Yuna pun tau apa yang bunda rasakan saat ini.


Di saat-saat seperti ini bunda hanya bisa menghubungi anak-anaknya melalui ponsel miliknya...


Sementara ayah lebih giat kerja di kantor untuk memenuhi nafkah nya untuk bunda, tanpa harus melupakan kewajiban nafkah bathiniahnya terhadap bunda.


Kedua orang tua Yuna semakin hari semakin menua, hari-hari mereka lalui dengan penuh rasa sedih sekaligus rindu terhadap semua anak-anak mereka. Mereka hanya bisa berdo'a yang terbaik untuk anak mereka, karena bagaimanapun takdir anak-anaknya akan dipertemukan dengan jodoh sejatinya sesuai janji Allah yang maha kuasa atas segalanya di muka bumi ini.


Happy reading💜💜💜🤴👸💜💜💜


Jangan lupa like dan vote biar author semangat nulisnya😁😍


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2