Semoga Jodohku Kamu

Semoga Jodohku Kamu
Part 115 Suami Idaman


__ADS_3

Pukul 17:20 Erick dan istrinya tiba di rumah, senyum lebar menghiasi bibir mereka. Kedua insan ini merasa bahagia sekaligus haru tentang kenyataan kehamilan Yuna.


Mereka tak henti-hentinya bersyukur kepada sang maha pencipta, mereka sangat bahagia atas karunia yang Allah berikan...Merekapun berjanji akan menjaga titipan itu hingga lahir ke dunia nyata...


Erick dan Yuna saling tatap, hanya senyum yang bisa tergambar di bibir Yuna dan suaminya itu. Erick memeluk sang istri dengan sangat erat dan penuh cinta. Rasanya ia tak ingin melepaskan pelukan hangatnya.


Setelah puas bersyukur dan berdo'a, mereka berdua segera mandi untuk membersihkan diri masing-masing yang sudah teramat sangat lengket dan gerah.


....


"Sayang, ada yang ingin mas omongin" ucap Erick di sela-sela menyabuni istrinya.


"Apa mas, ngomong aja gak usah tegang gitu hihi" Ucap Yuna dengan gemas menciumi pipi suaminya.


"Ini tentang kehamilan kamu sayang" jawab. Erick.


"Maksud mas apa?" tanya Yuna polos.


"Apa kita kasih tau mama sama bunda tentang kabar bahagia ini?" ucap Erick sambil terus bermain gemas menyabuni kedua buah dada istrinya.


"Hmm terserah mas aja sih, eh tapi aku pengen buat surprise deh buat mereka" jawab Yuna seadanya.

__ADS_1


"Maksud kamu yank?" tanya Erick penasaran.


"Aku sih mau nya pas mau lahiran aja baru ngabarin mama sama bunda, biar mereka greget hehe" Yuna terkekeh kecil.


"Oke, mas sih gak masalah yank"


.


Selesai mandi mereka segera berpakaian, Erick langsung ke bawah untuk memasak.


"Mas mau kemana? kok buru-buru?" Tanya Yuna.


"Mau masak nasi goreng sea food kesukaan kamu" jawab Erick sambil menatap Yuna lekat-lekat.


"Siapa bilang memasak itu kewajiban kamu yank, justru sebenarnya itu kewajiban mas sebagai seorang suami" jelas Erick.


"Kok bisa gitu??" jawab Yuna dengan polosnya.


"Sayang... kewajiban suami adalah memberikan nafkah lahir dan bathin. Salah satunya mas wajib memberikan nafkah makan untuk istri dan anak-anak mas, mas seharusnya memberikan kamu makanan yang sudah siap untuk di makan tanpa harus kamu olah dulu dengan bersusah payah, jadi sebenarnya masak itu adalah kewajiban mas dalam hal memberikan nafkah makan yang seharusnya mas sendiri yang melakukannya. Itulah yang di namakan nafkah lahiriyah yang sebenarnya sayang" jelas Erick.


"Tapi mas... justru bunda melakukan semuanya??"

__ADS_1


"Itu karena, bunda menghargai dan menghormati ayah sebagai kepala keluarga... Ayah sudah terlalu lelah bekerja untuk mencari uang agar bisa menafkahi istri dan anak-anaknya. Sedangkan bunda, ia mengungkapkan bukti rasa sayang dan terimakasih nya dengan cara melayani ayah, dan mempersiapkan segala keperluan ayah dan anak-anaknya. Yaitu dengan bentuk memasak, mencuci, dan membersihkan rumah" jawab Erick panjang lebar.


"Oh gitu ya mas, makasih ya udah jelasin... pinter banget deh suamiku" puji Yuna.


"Iya dong, mas kan pinternya dari lahir" jawab Erick sombong.


"Idih ke-PD an banget!!"


"Biarin, yang penting kamu sayang aku" jawan Erick dengan percaya diri.


"Siapa bilang?" tanya Yuna.


"Bilang apa??" balas Erick.


"Aku sayang kamu!"


"Tuh kamu bilang sendiri yank, haha" Erick tertawa lepas melihat istrinya yang mulai mencemberutkan bibir mungilnya.


.


Setengah jam kemudian, tibalah nasi goreng sea food kesukaan Yuna. Erick menata nasi goreng itu seindah dan semenarik mungkin. Yang jelas, ia akan selalu memberikan yang terbaik untuk istri tercintanya.

__ADS_1


Happy reading😍


Jangan lupa vote yah😘😘😘😘


__ADS_2