
*Semoga Jodohku Kamu*
Setibanya di bawah, bunda langsung mempersilahkan Erick dan Yuna duduk bersebelahan, suasana hening sebentar. Sampai saatnya bunda membuka pembicaraan...
"Ayo katanya mau memenuhi syarat yang bunda berikan agar bunda memaafkan apa yang telah kalian perbuat" ucap bunda tiba-tiba.
"Iya bunda kami akan melakukannya, tapi mohon kami ingin menjelaskan semuanya dulu kepada mama dan ayah agar mereka tidak kebingungan" jawab Erick dan Yuna bersamaan.
"Baiklah, Yuna bunda minta kamu yang harus menjelaskan pada ayah dan mama Ratih" sahut bunda.
"Iya baik bunda.. yah, mama maafin Yuna dan kak Erick. Tapi ini semua memang salah Yuna, Yuna lancang memeluk kak Erick hanya karena takut hujan dan petir..." jelas Yuna perlahan.
"Iya ma, om... maafin Erick. Ini salah Erick juga membiarkan Yuna memeluk saya padahal saya bisa mencegahnya. Sebagai hukuman saya akan berjanji pada mama, ayah, dan bunda bahwa saya benar-benar ingin menjaga Yuna. Saya berjanji tidak akan membuat Yuna ketakutan dan InsyaAllah saya akan membuat Yuna BAHAGIA" ucap Erick mantap.
Hmm bunda sangat puas mendengar ucapan dari Erick, lalu menatap pada ayah Wijaya.
"Apa kamu sungguh-sungguh dengan ucapanmu itu?" ayah berusaha meyakinkan apakah benar Erick tulus pada anak gadisnya itu.
"Iya benar yah, Erick janji akan selalu menjaga Yuna... sebenarnya Erick memang tertarik pada Yuna, jika ayah mengizinkan Erick mau Yuna menjadi kekasih ku. Tapi jika ayah dan bunda tidak menyetujuinya maka Erick akan pergi jauh dari kehidupan Yuna..." ucap Erick sambil melirik ke arah Yuna.
"Hmm kak kenapa bicara begitu, kita baru kenal. Kenapa mau pergi jauh dari kehidupanku" ucap Yuna terlihat begitu sedih mendengar perkataan Erick.
"Aku selalu ada untukmu Yuna,, tapi itu semua tergantung keputusan ayah sama bunda bila ayah merestui ku untuk mengenalmu lebih jauh aku akan tetap ada di hari-hari mu, tapi jika tidak maafkan aku, aku akan pergi selamanya Yuna" jelas Erick sendu.
"Yah... bunda... apa ayah tega bila harus membuat aku dan kak Erick berpisah selamanya, aku baru mengenalnya yah, mama apa yang harus Yuna katakan pada mama, Yuna menyesal telah memeluk kak Erick... ini memang semua salahku, aku bodoh!!" ucap Yuna terus menyalahkam dirinya sendiri.
"Hey kenapa bicara seperti itu nak, mama sangat berharap kalian akan tetap terus bersama, mama sayang kamu Yuna.
Hmm bagaimana ini pak Wijaya, apa tidak ada pertimbangan? anak kita sama-sama saling suka dan sama-sama takut kehilangan" ucap mama berusaha meyakinkan ayah Wijaya agar merestui hubungan Erick dan Yuna.
"Hmm baiklah, kalian pantas di persatukan, sebenarnya ayah juga setuju kalau kalian bersama, ayah merasa kalian akan bisa saling menjaga dan berkomitmen nantinya.
Pesan ayah padamu Rick... jaga Yuna dengan sungguh-sungguh, ajari dia untuk lebih bisa bersikap dewasa, jangan pernah membuat dia meneteskan air mata, jika hanya sekedar main-main ayah tidak akan segan-segan untuk menjauhkan kalian sejauh mungkin, ayah harap kalian bisa berkomitmen untuk lebih bisa saling menerima kelebihan dan melengkapi segala kekurangan... bagaimana?
apa kamu bersedia menjaga Yuna dengan sepenuh hati??" tanya ayah Wijaya.
__ADS_1
"Erick sungguh-sungguh yah, saya tidak akan mengecewakan ayah dan bunda,, apalagi Yuna dan mama kalian adalah harta sesungguhnya yang aku miliki, Erick tidak akan sanggup untuk kehilangan kalian semua terutama kamu Yuna, gadis kecilku" ucap Erick tulus.
"Baiklah kalau begitu hari ini kalian resmi berpacaran.. bagaimana kalau kita mengadakan acara keluarga, ya makan malam juga sepertinya menarik,,, apa ayah setuju?" ucap bunda menatap ayah Wijaya dengan penuh harap.
"Baiklah, tergantung cuaca diluar jika yang di atas mengizinkan kenapa tidak? hahaha... Ayah terkekeh bahagia.
*
Jam telah menunjukkan pukul 17:40 bila harus pulang ke kota A rasanya tidak mungkin. Erick termenung sesaat, tapi tidak berani melontarkan yang ada difikirannya tersebut.
Sementara kak Syila belum pulang, mungkin karena hujan dia tidak bisa pulang apalagi hanya mengendarai sebuah motor, tidak akan bisa menghindari hujan yang ada malah basah kuyup. Akhirnya Syila menelefon ke rumah, dan meminta izin untuk menginap do rumah Arumi, sahabatnya.
*
Terhubung....
"Yah...bun, Syila gak bisa pulang hujannya deras banget. Boleh gak kalau Syila nginap aja di rumah Arumi, sahabat aku?" tanya Syila di seberang telefon.
"Yaudah boleh, kamu jangan lupa makan sama istirahat ya nak" jawab bunda dan di angguki oleh ayah Wijaya.
"Hmmm bagaimana jika jadi dinner malam ini tidak mungkin aku memakai baju ini lagi kan dek? apa aku harus beli baju dulu?" tanya Erick pada kekasihnya.
"Haha tidak perlu kak, pakai saja baju kakak laki-laki ku sepertinya juga sesuai kok sama kakak..." jawab Yuna.
"Ohh ternyata kamu juga mempunyai kakak laki-laki? tapi aku tidak melihatnya dari tadi" ucap Erick.
"Jelas saja kakak tidak melihatnya, dia sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki anak" jelas Yuna.
"Ehm apa kamu juga bersedia untuk menjadi ibu dari anak-anak ku kelak hehe" tanya Erick dengan terkekeh.
"Jangan macam-macam, sekali aku mengadu pada ayah, Yuna pastikan hubungan kita hanya seumur jagung bahkan aku rasa tidak akan sampai seumur jagung haha" jawab Yuna dengan angkuhnya.
"Eh jangan dong,,, kamu ini selalu saja mengancamku. Aku sungguh menyayangimu tolong jangan buat aku khawatir kalau kamu akan meninggalkan aku" jelas Erick serius.
"Dasar playboy cap Crocodile 🐊" Yuna meninju-ninju dada nya Erick.
__ADS_1
Haha Erick hanya tersenyum puas melihat kelakuan gadis kecilnya itu yang sangat menggemaskan.
Tiba-tiba bunda datang membawa baju ganti untuk Erick dan mama Ratih.
"Hmm jeng ini jeng bisa pakai baju saya, maaf jika kurang layak atau bahkan tidak sesuai dengan selera jeng, dan ini nak kamu bisa pakai baju kakaknya Yuna lagipula dia sudah tidak tinggal di sini, karena sudah berkeluarga dan punya anak" ucap bunda menyerahkan pakaian untuk mama Ratih dan Erick.
"Ini sudah lebih dari cukup jeng, terimakasih atas perlakuan baik kalian" ucap mama Ratih.
"Iya bunda Erick kan pakai baju apa aja tetep ganteng hehe iya kan ma?" sahut Erick percaya diri.
"Dasar kamu ini,, sudah sana cepetan bersihkan diri terus ganti baju" ucap mama Ratih.
"Oh iya Yuna kebetulan ayah sedang mandi di kamar mandi utama, Erick biar mandi di kamar pribadimu saja ya? biar mama Ratih mandi di kamar bunda. Kamu tidak keberatan kan?" tanya bunda.
"Tapi kan bunda...kak Erick bisa mandi di kolam renang di samping rumah saja" sahut Yuna memasang wajah cemberut.
"Ehh gak boleh hari sudah senja tidak baik main di luar apalagi smpai mandi di luar sana.
Udah sana cepetan ajak Erick ke kamar mu" ucap bunda.
"Iya deh iyaa bunda, yuk kak..." ajak Yuna pada kekasihnya.
Erick berjalan dibelakang Yuna, sambil senyum-senyum sendiri mengingat perlakuan bunda yang seolah-olah memberikan lampu hijau agar bisa berduaan dengan anak perempuannya itu...Betapa bahagianya hari ini... ucap Erick dalam hati.
Segera Erick mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa gerah dan lengket...
Stop dulu kakak-kakak😘😘
Ericknya lagi mandi hehehe😁
Kita sambung part selanjutnya
jangan lupa tinggalkan like, comment, and tekan menu favorit😉
Terimakasih🙏
__ADS_1