Semoga Jodohku Kamu

Semoga Jodohku Kamu
Part 82 Kebahagiaan Yang Hakiki


__ADS_3

2 bulan kemudian...


.


Ku lihat jam dinding dengan semangat terus berputar...


Suamiku masih belum kelihatan juga batang hidungnya.


Aku mulai khawatir, terus menelfon dan sms ke suamiku...


"Mas kamu di mana, kok jam segini belum pulang? apa kamu lembur sayang?" aku mengirim pesan....


.


Beberapa puluh kali aku coba telfon, tidak juga ada jawaban dari mas Erick...


Aku semakin bingung dan mengkhawatirkan suamiku.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 18:20 sebentar lagi akan adzan maghrib...


Aku memutuskan untuk berwudhu bersiap² akan melaksanakan ibadah shalat maghrib...


Sudahlah, mungkin mas Erick lagi banyak kerjaan menumpuk...bathinku sambil berusaha untuk tenang...


.


Selesai shalat ku coba mengecek ponsel ku..


Terlihat ada notif dari suamiku, aku mulai tenang dan lega...


My husband❤️


"Sayang, maaf tadi mas ada rapat dadakan jadu mas gak sempat cek hp💙🙏"


My Wife👸


"Iya gak papa mas, aku hanya terlalu khawatir dan sepi kalau gak ada kamu😁" ucapku membalas pesan dari suamiku...


My husband❤️


"Mas segera pulang sayang, mau di beliin apa?"


My Wife👸


"Apa aja deh mas tapi yang asem² gitu yaa, terus sama ice cream juga" aku membalas pesan itu dengab semangat...


My husband❤️


"Oke siap bos kuh😘😘"


My Wife👸


"Terimakasih sayang😘❤️"


.


.


Sebentar lagi mas Erick akan pulang, aku bergegas menyiapkan secangkir kopi gingseng untuknya, tak lupa aku juga sudah menyiapkan air hangat untuk suamiku mandi nanti....


Suamiku memang suka minum kopi, meski aku tidak suka aroma kopi tapi tidak masalah yang penting suamiku senang....


.


.


Tak lama terdengar suara klakson...


Tith....tith....


Ternyata suamiku sudah pulang.


Aku segera membuka pintu, dan menyambut kedatangannya...


.


"Sayang, mas pulang" ucapnya menghampiriku...


"Iya mas, aku menunggumu" aku mencium hangat tangannya...

__ADS_1


"Maafin mas ya sudah membuatmu menunggu terlalu lama" ia mencium ku...


"Iya sayang, gak papa kok" aku memeluknya dengan erat...


Kami segera masuk dan langsung ke kamar atas. Sepanjang langkah aku menyender di dada bidangnya.


Seperti biasa setelah pulang kerja mas Erick langsung mandi....


Segala keperluannya sudah ku sediakan.


.


"Sayang mas mau mandi dulu ya, ini pesanan tuan putri" menyerahkan dua kresek berwarna merah.


"Iya mas, terimakasih"


"Sama² istriku"


Mas Erick segera berlalu menuju kamar mandi. Sedang aku dengan lahap sekali menyantap rujak dan ice cream yang ia belikan...


Tak lupa beberapa cemilan ia belikan untuk ku. Benar² lelaki yang pengertian.


.


10 menit kemudian...


"Lahap sekali sayang, gak takut sakit perut itu pedes lho" suamiku menghampiriku yang duduk di sofa yang ada di kamar...


"Enak mas, aku suka" aku menjawab singkat...


"Sayang pakein mas baju dong" suamiku merengek manja...


"Uhuk...huk..." aku sampai keselek mendengar permintaannya...


"Sayang, hati²" ia mendekat dan mengambilkan ku segelas air putih...


"Iya mas, lagian mas ada² aja deh" sambil terus menyuap rujak...


"Ayolah sayang, mas juga ingin di perhatikan hehe"


"Emang nya aku kurang perhatian ya mas??" ucapku dengan nada polos...


"Perhatian kok, cuman mas lagi pengen di manja aja" tertawa lirih...


Aku menuruti permintaannya, sebelumnya sih pernah aku melakukan hal itu tapi itu sudah lama sekali. Dan baru kali ini suamiku meminta hal konyol itu lagi...


Aku memakaikan CD nya lanjut ke kaos oblong nya serta celana levis selutut.


Tak lupa aku menyisir rambutnya, dengan berbagai model aku menata rambutnya lalu aku foto dan suamiku diam saja melihat kelakuan istri kecilnya ini...


Di tahap terakhir, aku menata rambut suamiku seperti biasa nya.


.


"Mas, kamu mau gak" aku menyodorkan rujak di depan mulutnya berniat ingin menyuapi...


"Itu untukmu sayang, mas gak doyan" terkesan sombong....


"Ya sudah jika tidak mau" aku kembali menikmati rujak ku...


.


.


5 menit kemudian...


"Huek..huek..." aku segera ke toilet...


"Sayang kamu kenapa" suamiku mulai khawatir...


"Gak tau mas aku mual dan perutku juga sakit" terlihat lemas dan pucat...


"Ya udah kita ke Rumah Sakit aja ya" mengelus² pundak istrinya...


"Gak usah mas, aku males" keras kepala...


Huh di saat seperti ini bisakah dirimu menurut istriku?? Jangan membuatku merasa bersalah jika tidak bisa menjaga mu dengan baik.


Erick membathin sambil terus membujuk istri kecilnya...

__ADS_1


.


"Iya mas, baiklah kita ke dokter" tersenyum lemah...


"Kamu kelihatan lemas sekali istriku, semoga gak kenapa² ya sayang" ucapnya sambil membelai rambutku...


"Iya mas, kamu fokus nyetir aja...bahaya mas"


"Iya sayang" kembali menyetir dengan fokus ke arah depan...


.


*Rumah Sakit*


"RS Sejahtera"


"Dok bagaimana keadaan istri saya? apa ada hal yang serius?"


"Tenang pak, istri bapak baik² saja namun saya sarankan tidak baik mengkonsumsi yang terlalu pedas" ucap bu dokter...


"Oh begitu, ia dok tadi istriku makan rujak dengan lahap sekali" melirik istrinya...


"Maaf mas" ucapku dengan lirih...


"Wajar pak, istri bapak sedang mengandung. Usia kandungannya baru jalan minggu ke 3" jelas dokter itu...


"Apa dok istri saya mengandung??" setengah tidak percaya...


"Iya pak istri bapak positif hamil, usia kandungannya baru 3 minggu" kembali memperjelas...


"Subhanallah, kamu hamil sayang" memeluk istrinya...


"Iya mas, alhamdulillah" aku bahagia sekali...


"Terimakasih dok" ucap suamiku..


.


Kami segera pulang ke rumah, tak lupa suamiku singgah di supermarket untuk membeli cemilan dan susu khusus ibu hamil karena dokter bilang ibu hamil akan sering ngemil dan minum susu teatur itu bagus.


.


*Di Rumah*


"Mas kamu senang gak?" ucapku sambil mengelus perutku yang rata..


Aku masih belum percaya, kalau aku kini mengandung. Rasanya baru kemarin aku menghabiskan masa muda ku, sekarang aku adalah calon mama.


"Mas bahagia sekalu sayang, semoga calon anak kita sehat terus ya sayang" mengecup perut ku...


"Iya mas, terimakasih atas semuanya" aku memeluk suamiku...


"Terimakasih untuk apa sayang?"


"Terimakasih sudah membuatkan dedek kecil ini di perut ku hehe" aku tertawa lirih...


"Ini yang pertama sayang, mas akan sering² membuat nya nanti"


"Emang nya mas mau anak berapa sih?"


"Terserah yang maha kuasa sayang, berapapun yang Allah berikan mas janji akan selalu menjaga dan menyayangi anak² kita kelak"


"Mas, apa melahirkan baby itu sakit??" ucapku serius...


"Sepertinya begitu sayang, kamu tenang mas akan selalu ada di samping kamu, jagain kamu, jagain anak kita" ucapnya menenangkan ku...


"Terimakasih suamiku, aku merasa sudah sempurna menjadi seorang wanita. Memiliki kamu, suami yang sangat² aku cintai, dan aku akan menjadi seorang mama" terlihat sangat gembira...


"Iya sayang, mas juga bahagia memiliki kamu yang setia nemanin mas"


.


.


Percakapan bahagia itu terus berlanjut sekitar setengah jam.


Akhirnya setelah merasa sangat lelah mereka tidur bersama...


Posisi yang sangat menarik selalu menghiasi kamar itu, Yuna tidur di atas tubuh suaminya dengan sangat tenang, damai, dan nyaman...

__ADS_1


Happy reading beb:*


Jangan lupa like yaa💜💜🤴👸💜💜


__ADS_2